Pascagempa NTT, Siswa SMA Muhammadiyah Boleng Dapat Pendampingan Kesehatan Mental

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SMA Muhammadiyah Boleng mengikuti kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di tenda darurat setelah gempa merusak sejumlah ruang kelas (foto: kementerian agama)

Siswa SMA Muhammadiyah Boleng mengikuti kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di tenda darurat setelah gempa merusak sejumlah ruang kelas (foto: kementerian agama)

Sisipublik.com – Pascagempa NTT, sejumlah siswa SMA Muhammadiyah Boleng, Manggarai Barat, harus mengikuti pembelajaran di tenda darurat setelah kerusakan melanda ruang kelas. Situasi tersebut turut memengaruhi kondisi psikologis siswa karena mereka masih menghadapi kekhawatiran terhadap kemungkinan gempa susulan.

Untuk membantu siswa menghadapi situasi tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Boleng memberikan pendampingan melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan berlangsung di lingkungan sekolah yang masih menggunakan fasilitas darurat.

Pascagempa NTT, Pendampingan Menyasar Ketahanan Mental Siswa

Kepala SMA Muhammadiyah Boleng Jamaludin mengatakan kondisi sekolah yang serba terbatas turut memengaruhi psikologis siswa. Selain belajar di tenda, para siswa masih menghadapi rasa cemas setelah bencana.

Karena itu, pihak sekolah menyambut pendampingan KUA Boleng yang memberikan penguatan mental dan spiritual. Menurut Jamaludin, dukungan tersebut membantu siswa mempertahankan semangat belajar selama proses pemulihan.

Baca Juga :  Standar Kesehatan dan Psikologi Pramudi Jadi Fondasi Baru Keselamatan Transjakarta

Sementara itu, Kepala KUA Boleng Ahmad M. Sahar mengingatkan para siswa agar kondisi pascabencana tidak menghentikan rencana mereka untuk melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita.

Ahmad menekankan pentingnya membangun ketangguhan, saling memberikan dukungan, serta tetap mempersiapkan masa depan meskipun aktivitas sekolah belum kembali normal.

Materi BRUS Membahas Stres dan Resiliensi Remaja

Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Boleng Susiyanti menyampaikan materi tentang hubungan antara kehidupan remaja dan cita-cita. Materi itu mengajak siswa menyusun langkah untuk mencapai tujuan mereka.

Selanjutnya, Aliwardana membahas kesehatan mental remaja. Materi tersebut mencakup psiko-edukasi keagamaan, pengelolaan stres setelah bencana, penguatan resiliensi, serta pentingnya dukungan dari teman sebaya.

Baca Juga :  Air Bersih Pascagempa NTT Jadi Prioritas, Kementerian PU Jangkau Warga Ende dan RSUD Aeramo

Para siswa mengikuti kegiatan di dalam tenda darurat meskipun sekolah masih menghadapi keterbatasan ruang dan logistik. Kondisi tersebut membuat pendampingan tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga pada kemampuan siswa menghadapi tekanan setelah bencana.

KUA Boleng Hadir Selama Masa Pemulihan

Pelaksanaan BRUS menjadi salah satu bentuk dukungan KUA Boleng kepada masyarakat yang terdampak gempa. Melalui kegiatan tersebut, pendampingan kepada siswa mencakup aspek keagamaan, karakter, cita-cita, dan ketahanan mental.

Dengan pendekatan tersebut, layanan kepada remaja tetap berjalan di tengah kondisi sekolah yang belum sepenuhnya pulih. Pendampingan juga memberi ruang bagi siswa untuk membicarakan tekanan pascabencana sekaligus menjaga motivasi mereka dalam melanjutkan pendidikan.

Berita Terkait

Jembatan Manyar Dibuka, Jalur Logistik Gresik ke KEK JIIPE Kini Lebih Lancar
Potensi Laut Momiwaren Dibidik untuk Buka Lapangan Kerja Baru
1.000 Pompa Air Disiapkan untuk Jaga Panen Padi dan Jagung di Grobogan
Museum Cipta Mahardika Jadi Model Penguatan Literasi Budaya dan Ekonomi Kreatif
Kemenag Perbarui Data Penerima, Bantuan Pemulihan 821 Pesantren di Aceh Capai Rp74,24 Miliar
Bendungan Cibeet Jadi Andalan Kendalikan Banjir Karawang-Bekasi, Pembangunan Dipercepat
Petani Pala Papua Barat Belajar Bahasa Inggris untuk Buka Akses Pasar Global
JIAT Jadi Sumber Air Alternatif, Petani Kalobo dan Waibu Tetap Bertani Saat Kering
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:00 WIB

Pascagempa NTT, Siswa SMA Muhammadiyah Boleng Dapat Pendampingan Kesehatan Mental

Rabu, 16 September 2026 - 13:00 WIB

Jembatan Manyar Dibuka, Jalur Logistik Gresik ke KEK JIIPE Kini Lebih Lancar

Rabu, 16 September 2026 - 07:00 WIB

Potensi Laut Momiwaren Dibidik untuk Buka Lapangan Kerja Baru

Selasa, 15 September 2026 - 14:00 WIB

1.000 Pompa Air Disiapkan untuk Jaga Panen Padi dan Jagung di Grobogan

Selasa, 15 September 2026 - 12:00 WIB

Museum Cipta Mahardika Jadi Model Penguatan Literasi Budaya dan Ekonomi Kreatif

Berita Terbaru