1.000 Pompa Air Disiapkan untuk Jaga Panen Padi dan Jagung di Grobogan

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pompa air digunakan untuk membantu menjaga ketersediaan air bagi tanaman pertanian di wilayah rawan kekeringan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (foto: kementerian pertanian)

Pompa air digunakan untuk membantu menjaga ketersediaan air bagi tanaman pertanian di wilayah rawan kekeringan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (foto: kementerian pertanian)

Sisipublik.com – Kementan menyalurkan 1.000 pompa air ke Grobogan, Jawa Tengah, untuk menjaga tanaman padi dan jagung dari ancaman kekeringan selama musim kemarau. Bantuan tersebut akan tersebar di 500 titik yang masuk dalam pemetaan wilayah rawan kekeringan.

Intervensi ini menyasar lahan yang masih memiliki tanaman atau standing crop. Dengan ketersediaan pompa, petani dapat memanfaatkan sumber air yang masih tersedia untuk mempertahankan kebutuhan air tanaman hingga masa panen.

Kementan pompa air untuk selamatkan pertanaman

Kementan pompa air menempatkan Grobogan sebagai salah satu wilayah prioritas karena daerah tersebut memiliki lahan sawah tadah hujan yang berpotensi mengalami kekeringan hingga 47.338 hektare. Selain itu, Grobogan merupakan salah satu sentra produksi padi nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah perlu melakukan mitigasi sebelum kekeringan mengganggu lahan pertanian. Menurut dia, ketersediaan air harus terjaga agar kegiatan tanam dan produksi pangan tetap berjalan selama musim kemarau.

Karena itu, Kementan mengarahkan penempatan pompa berdasarkan kondisi wilayah serta sumber air yang masih dapat petani manfaatkan. Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Andi Nur Alamsyah menjelaskan pendekatan tersebut bertujuan membuat bantuan pompa lebih tepat sasaran.

Baca Juga :  Penanganan Kekeringan Bengawan Jero: 3.379 Hektare Sawah Sudah Terairi, Normalisasi Sungai Capai 3.335 Meter

Padi dan jagung masuk wilayah berisiko

Data Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan menunjukkan sekitar 1.000 hektare tanaman padi mendekati masa panen dan menghadapi risiko kekurangan air. Di sisi lain, sekitar 1.394 hektare tanaman jagung berusia sekitar 85 hari setelah tanam juga berada di wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.

Kondisi tersebut membuat ketersediaan air menjadi penting, terutama bagi tanaman yang sudah memasuki fase akhir pertumbuhan. Pemerintah daerah menilai intervensi pompanisasi dapat membantu petani mempertahankan pertanaman hingga panen.

Selain mengandalkan pompa bantuan pemerintah, pemerintah daerah menyiapkan sumber air lokal. Salah satu langkahnya berupa pemetaan air tanah dangkal dan pembangunan sumur dangkal di sejumlah kawasan yang rawan kekeringan.

Dengan pola tersebut, pompa dapat mengalirkan air dari sumber yang tersedia menuju lahan pertanian. Langkah ini sekaligus mengoptimalkan infrastruktur pompanisasi agar tidak hanya bergantung pada satu sumber air.

Baca Juga :  JIAT Jadi Sumber Air Alternatif, Petani Kalobo dan Waibu Tetap Bertani Saat Kering

Petani mulai kurangi ketergantungan pada hujan

Bagi petani, keberadaan pompa memberikan alternatif ketika curah hujan tidak lagi mencukupi kebutuhan tanaman. Nyomo, petani dari Poktan Margo Mulyo, Kecamatan Toroh, mengatakan sebelumnya petani sangat bergantung pada hujan untuk mengairi lahan.

Kini, petani dapat mengambil air dari sumur maupun sumber air di sekitar sawah untuk mempertahankan kondisi tanaman. Menurut Nyomo, ketersediaan air membantu mengurangi risiko penurunan hasil panen ketika kemarau berlangsung.

Pada akhirnya, program pompanisasi di Grobogan tidak hanya berfokus pada penyaluran alat. Kementan menggunakannya sebagai bagian dari strategi menghadapi kekeringan sekaligus meningkatkan kemampuan petani beradaptasi dengan perubahan iklim.

Pemerintah berharap pemanfaatan pompa dan sumber air lokal dapat menjaga tanaman yang sedang tumbuh, mengurangi risiko gagal panen, serta mempertahankan produksi pangan selama musim kemarau.

Berita Terkait

Pemulihan Sanitasi Pascabencana di Sumatera Utara Dipercepat, TPA Sibolga Jadi Prioritas
Tim Ekspedisi Patriot Brawijaya Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Klamono–Segun Papua Barat Daya
Pelatihan Vokasi Sekolah Rakyat Siapkan Lulusan Mandiri dan Siap Memasuki Dunia Kerja
Trans Tuntas Padang Tarok: 194 Bidang Tanah Transmigran Kantongi Sertipikat
Beasiswa ADiK Manokwari Selatan Kini Bisa Diakses Lewat Sekolah, Siswa Hemat Ongkos
UMKM Yogya Bidik Pasar Haji dan Umrah, Kemenhaj Siapkan Peluang Kemitraan
Empat Prioritas Air Global Jadi Sorotan Indonesia di Konferensi IWC-11 Bali
Kelapa Parut Kering Jadi Peluang Usaha Baru bagi Warga Pulau Bacan
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:00 WIB

Pemulihan Sanitasi Pascabencana di Sumatera Utara Dipercepat, TPA Sibolga Jadi Prioritas

Senin, 2 November 2026 - 14:00 WIB

Tim Ekspedisi Patriot Brawijaya Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Klamono–Segun Papua Barat Daya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Pelatihan Vokasi Sekolah Rakyat Siapkan Lulusan Mandiri dan Siap Memasuki Dunia Kerja

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Trans Tuntas Padang Tarok: 194 Bidang Tanah Transmigran Kantongi Sertipikat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Beasiswa ADiK Manokwari Selatan Kini Bisa Diakses Lewat Sekolah, Siswa Hemat Ongkos

Berita Terbaru