Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Dunia Lewat Kerja Sama BRICS

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangan Indonesia mengenai penguatan ketahanan pangan, pembangunan inklusif, dan kerja sama industri dalam KTT BRICS 2026 di New Delhi, India (foto: kementerian sekretaris negara)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangan Indonesia mengenai penguatan ketahanan pangan, pembangunan inklusif, dan kerja sama industri dalam KTT BRICS 2026 di New Delhi, India (foto: kementerian sekretaris negara)

Sisipublik.com – Indonesia dorong ketahanan pangan dunia melalui penguatan produksi nasional dan kerja sama antarnegara anggota BRICS. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arah tersebut dalam sesi pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu, 13 September 2026.

Dalam forum bertema Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth, Prabowo menempatkan peningkatan kapasitas nasional sebagai salah satu fondasi untuk menghadapi tantangan global. Ia juga mendorong negara-negara BRICS menghubungkan kekuatan ekonomi, sumber daya, dan kapasitas produksi yang mereka miliki.

Menurut Prabowo, perubahan kemampuan produksi pangan Indonesia menunjukkan bahwa sebuah negara dapat meningkatkan kapasitasnya melalui pembangunan dan penguatan kemampuan nasional.

Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Dunia dari Penguatan Produksi

Indonesia dorong ketahanan pangan dunia dengan membangun kemampuan produksi yang lebih kuat dan memperluas kontribusi nasional dalam memenuhi kebutuhan pangan global.

Prabowo mengatakan Indonesia selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu importir utama sejumlah komoditas pangan, termasuk biji-bijian, beras, dan jagung. Namun, ia menyebut kondisi tersebut kini berubah seiring meningkatnya kemampuan produksi di dalam negeri.

Di hadapan para pemimpin BRICS, Presiden menyatakan Indonesia telah memasuki fase baru dalam sektor pangan dan menargetkan peningkatan dukungan bagi kebutuhan dunia.

Baca Juga :  JIAT Jadi Sumber Air Alternatif, Petani Kalobo dan Waibu Tetap Bertani Saat Kering

Transformasi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa keterbatasan dapat berubah menjadi kapasitas ketika sebuah negara memperkuat pembangunan dan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

BRICS Dinilai Memiliki Kekuatan yang Saling Melengkapi

Selain menyoroti perkembangan kapasitas Indonesia, Prabowo melihat BRICS memiliki modal besar untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi bersama.

Negara-negara anggota, menurut dia, memiliki sumber daya, kemampuan produksi, dan kekuatan ekonomi yang dapat saling melengkapi. Karena itu, kerja sama yang lebih terhubung dapat membuka peluang peningkatan investasi, penguatan industri, dan penciptaan lapangan kerja.

Prabowo menekankan pertumbuhan ekonomi perlu menjangkau masyarakat secara luas. Dengan demikian, pembangunan yang inklusif dapat memperkuat ketangguhan setiap negara sekaligus memperbesar manfaat kerja sama antaranggota.

Ia juga menempatkan inovasi sebagai unsur penting dalam memperluas kapasitas kolektif. Kombinasi pembangunan yang inklusif dan inovasi, menurutnya, dapat membantu negara-negara anggota mengubah berbagai tantangan menjadi peluang ekonomi baru.

Indonesia Tawarkan Industrialisasi Bersama

Dalam pidatonya, Prabowo juga mendorong BRICS memperkuat posisi dalam rantai nilai global. Ia menilai negara-negara anggota telah memiliki jaringan sumber daya dan kapasitas yang dapat menghasilkan nilai tambah lebih besar apabila mereka menghubungkannya secara lebih terarah.

Baca Juga :  Korea Selatan Berlakukan Bebas Visa untuk WNI hingga Akhir 2026, Ini Syarat yang Wajib Diketahui

Karena itu, Presiden menawarkan langkah konkret berupa industrialisasi bersama di antara negara-negara BRICS.

Menurut Prabowo, kerja sama tersebut dapat mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas produksi yang sudah tersedia di setiap negara. Langkah itu sekaligus membuka peluang untuk memperkuat industri dan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Melalui pendekatan tersebut, Indonesia ingin mendorong kerja sama BRICS tidak hanya berhenti pada pengelolaan sumber daya, tetapi juga berkembang menuju penciptaan nilai tambah, penguatan industri, dan peningkatan ketahanan ekonomi.

Pertumbuhan Inklusif Jadi Bagian dari Ketangguhan Nasional

Prabowo menegaskan ketangguhan suatu negara berkaitan dengan kemampuan menghadirkan manfaat pertumbuhan bagi masyarakat luas.

Oleh sebab itu, Indonesia memandang pembangunan inklusif, inovasi, dan kerja sama internasional sebagai unsur yang saling berkaitan dalam menghadapi tantangan global.

Melalui forum BRICS 2026, pemerintah Indonesia pun membawa pesan bahwa penguatan kapasitas nasional dapat berjalan seiring dengan kontribusi terhadap kebutuhan global. Sementara itu, kerja sama antarnegara dapat memperbesar peluang untuk memperkuat pangan, industri, investasi, dan kesempatan kerja.

Dengan strategi tersebut, Indonesia dorong ketahanan pangan dunia sekaligus memperluas kerja sama ekonomi dan industrialisasi bersama negara-negara BRICS.

Berita Terkait

Wisata Religi Indonesia-Uzbekistan Disiapkan Jadi Pintu Masuk Konektivitas dan Ekonomi
Potensi Pasar Wisata Pune Menguat, Kemenpar Catat Transaksi Rp12,8 Miliar
Politik Nonblok Indonesia Ditegaskan Prabowo di Tengah Perubahan Peta Global
Pasar Wisman Taiwan Jadi Target Baru Kemenpar, Indonesia Perluas Promosi di Luar Bali
IUAE-CEPA Jadi Fokus, Indonesia dan UEA Perkuat Perdagangan serta Investasi
Teknologi Persinyalan Transportasi Jadi Awal Kolaborasi Baru Indonesia dan Jepang untuk Tingkatkan Keselamatan Kereta
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, ESA Siarkan Fenomena Langit dari Spanyol
Kapten Pertama Real Madrid, Federico Valverde Siap Emban Tanggung Jawab di Era Jose Mourinho
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 08:02 WIB

Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Dunia Lewat Kerja Sama BRICS

Kamis, 10 September 2026 - 07:00 WIB

Wisata Religi Indonesia-Uzbekistan Disiapkan Jadi Pintu Masuk Konektivitas dan Ekonomi

Selasa, 8 September 2026 - 09:00 WIB

Potensi Pasar Wisata Pune Menguat, Kemenpar Catat Transaksi Rp12,8 Miliar

Jumat, 4 September 2026 - 05:30 WIB

Politik Nonblok Indonesia Ditegaskan Prabowo di Tengah Perubahan Peta Global

Kamis, 3 September 2026 - 11:00 WIB

Pasar Wisman Taiwan Jadi Target Baru Kemenpar, Indonesia Perluas Promosi di Luar Bali

Berita Terbaru