Harga BBM Subsidi Tetap, Bahlil Siapkan Strategi Hadapi Gejolak Minyak Dunia

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan strategi pemerintah menjaga harga BBM subsidi dan memperkuat ketahanan energi nasional di tengah gejolak harga minyak dunia (foto: kementerian esdm)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan strategi pemerintah menjaga harga BBM subsidi dan memperkuat ketahanan energi nasional di tengah gejolak harga minyak dunia (foto: kementerian esdm)

Sisipublik.com – Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap terjaga hingga akhir 2026 meski harga minyak dunia bergerak naik akibat ketidakpastian geopolitik. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Bahlil menyampaikan hal itu saat memberikan keynote speech dalam Innovation Technology for Social and Environmental Awards (INTECHSEA) 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026). Ia menilai gejolak konflik global membuat pemerintah perlu menyiapkan sumber pasokan energi dari berbagai negara agar kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi.

Kondisi tersebut menjadi tantangan karena kebutuhan BBM Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sedangkan lifting minyak domestik masih berada di kisaran 600.000–610.000 barel per hari. Dengan kesenjangan itu, Indonesia masih membutuhkan pasokan minyak dari luar negeri. Pemerintah pun terus mencari sumber impor sekaligus mendorong peningkatan produksi dalam negeri.

Harga BBM Subsidi Jadi Prioritas Pemerintah

Dalam menghadapi tekanan harga minyak global, harga BBM subsidi menjadi salah satu perhatian utama pemerintah. Bahlil memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi hingga 31 Desember 2026, meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan.

Baca Juga :  Pembiayaan Perumahan Diperkuat, Kementerian PKP Dorong UMKM dan Program 3 Juta Rumah

Menurut dia, keputusan tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah mempertahankan daya beli masyarakat. Pemerintah juga harus menyiapkan kebijakan agar perubahan harga minyak internasional tidak langsung membebani konsumen BBM bersubsidi.

Pemerintah sebelumnya menetapkan asumsi harga Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN 2026 sebesar 70 dolar AS per barel. Sementara itu, harga minyak dunia dalam perkembangan terbaru telah bergerak jauh di atas asumsi tersebut.

Diplomasi Pasokan Minyak Diperkuat

Untuk mengurangi risiko gangguan pasokan, pemerintah memperluas kerja sama dengan sejumlah negara. Salah satunya melalui pembahasan pengadaan minyak mentah dari Rusia untuk memenuhi kebutuhan kilang dalam negeri.

Bahlil sebelumnya menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan pasokan dari berbagai sumber karena produksi domestik belum mampu memenuhi konsumsi. Pemerintah juga telah menyiapkan pengadaan minyak Rusia secara bertahap dan menyiapkan kontrak jangka panjang. Langkah tersebut menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian geopolitik.

Hilirisasi Diminta Beri Manfaat ke Daerah

Selain menjaga pasokan energi, Bahlil menempatkan hilirisasi sebagai strategi untuk memperbesar nilai tambah ekonomi di dalam negeri. Ia mencontohkan perkembangan ekspor produk berbasis nikel yang meningkat tajam setelah pemerintah menghentikan ekspor bijih nikel dan mendorong pengolahan di dalam negeri.

Baca Juga :  Integrasi Data Coretax Makin Luas, DJP Hubungkan Sistem dengan PLN, Bank, dan Telkom

Data yang pernah disampaikan Bahlil menunjukkan nilai ekspor nikel meningkat dari sekitar 3,3 miliar dolar AS pada 2017–2018 menjadi lebih dari 33 miliar dolar AS pada 2023. Angka tersebut menggambarkan besarnya potensi nilai tambah ketika bahan mentah diproses sebelum masuk pasar ekspor.

Namun, pemerintah menilai peningkatan nilai ekspor saja belum cukup. Karena itu, Bahlil mendorong agar kegiatan hilirisasi melibatkan pengusaha lokal, UMKM, dan koperasi di wilayah penghasil bahan baku.

Menurut dia, perputaran ekonomi dari industri pengolahan harus memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat di daerah.

Riset Mineral Kritis Jadi Pendukung Hilirisasi

Penguatan riset juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Bahlil menyatakan dukungan terhadap rencana Universitas Hasanuddin mendirikan Institut Mineral Kritikal.

Pengembangan lembaga riset itu dinilai relevan karena Indonesia memiliki sumber daya mineral yang menjadi bahan penting bagi industri masa depan, termasuk nikel dan kobalt serta potensi logam tanah jarang. Dengan demikian, kebijakan energi pemerintah tidak hanya berfokus pada menjaga harga BBM subsidi di tengah gejolak minyak dunia.

Berita Terkait

Skema Baru PBI-JK Perluas Perlindungan Kesehatan hingga Desil 8, Ini Pembagian Anggarannya
Buku Wajah Baru Haji Indonesia Rekam Transformasi Layanan Jemaah pada 2026
Keselamatan Angkutan Nataru 2026/2027 Jadi Fokus Kemenhub Antisipasi Cuaca Ekstrem
Pelatihan Tenaga Kerja Lokal Jadi Fokus Kemnaker dan IWIP, 80 Persen Peserta Magang Dialokasikan ke Industri
Layanan ATR/BPN Dekat Permudah Warga Konsultasi Tanah Tanpa ke Kantor Pertanahan
Kadin Dorong Keterlibatan Swasta dalam Program Pencetak Pemimpin Masa Depan
Verifikasi Kawasan Hutan di Jabar, Kemenhut Petakan Potensi Jasa Lingkungan Berkelanjutan
Transformasi Perpustakaan Kemenkeu Dorong Digitalisasi dan Pelestarian Pengetahuan
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Skema Baru PBI-JK Perluas Perlindungan Kesehatan hingga Desil 8, Ini Pembagian Anggarannya

Selasa, 3 November 2026 - 22:00 WIB

Buku Wajah Baru Haji Indonesia Rekam Transformasi Layanan Jemaah pada 2026

Selasa, 3 November 2026 - 10:00 WIB

Pelatihan Tenaga Kerja Lokal Jadi Fokus Kemnaker dan IWIP, 80 Persen Peserta Magang Dialokasikan ke Industri

Senin, 2 November 2026 - 16:00 WIB

Layanan ATR/BPN Dekat Permudah Warga Konsultasi Tanah Tanpa ke Kantor Pertanahan

Senin, 2 November 2026 - 06:00 WIB

Kadin Dorong Keterlibatan Swasta dalam Program Pencetak Pemimpin Masa Depan

Berita Terbaru