Petani Pala Papua Barat Belajar Bahasa Inggris untuk Buka Akses Pasar Global

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah petani pala mengikuti pembelajaran bahasa Inggris dasar melalui program Sekolah Pesisir yang diinisiasi Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia di Kawasan Transmigrasi Werianggi-Werabur, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. (foto: Tim Ekspedisi Patriot UI)

Sejumlah petani pala mengikuti pembelajaran bahasa Inggris dasar melalui program Sekolah Pesisir yang diinisiasi Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia di Kawasan Transmigrasi Werianggi-Werabur, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. (foto: Tim Ekspedisi Patriot UI)

Sisipublik.com – Petani pala Papua Barat mulai memperkuat kemampuan komunikasi sebagai bagian dari upaya memperluas pemasaran produk lokal. Sebanyak 34 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Perempuan Ayawata mengikuti pelatihan bahasa Inggris dasar melalui program Sekolah Pesisir yang diinisiasi Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI).

Pelatihan tersebut berlangsung rutin setiap pekan di Kawasan Transmigrasi Werianggi-Werabur, Kabupaten Teluk Wondama. Materinya mencakup kosakata, percakapan dasar, serta ungkapan untuk memperkenalkan diri, wilayah, komoditas, dan produk lokal. Program ini sekaligus mendorong peserta agar lebih percaya diri menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari.

Bagi petani pala Papua Barat, kemampuan bahasa Inggris memiliki manfaat yang lebih luas karena Kelompok Tani Perempuan Ayawata tidak hanya menghasilkan pala, tetapi juga mengolahnya menjadi permen, sirup, dan sari pala. Karena itu, sejumlah peserta berharap keterampilan tersebut dapat membantu mereka berkomunikasi dengan calon mitra dari luar daerah hingga membuka peluang kerja sama dengan pihak asing.

Petani Pala Papua Barat Siapkan Diri untuk Pasar Lebih Luas

Pelatihan tidak berhenti pada pengenalan kosakata. Peserta juga berlatih menyampaikan informasi mengenai produk dan wilayah asalnya. Dengan bekal tersebut, mereka memiliki dasar untuk memperkenalkan komoditas pala kepada konsumen, wisatawan, maupun calon mitra usaha yang menggunakan bahasa Inggris.

Baca Juga :  Cianjur Terima Alat Pengolah Sampah Jadi Briket, Mampu Olah 5 Ton per Hari

Darles Bokayu, salah satu peserta, melihat kemampuan bahasa Inggris sebagai keterampilan yang dapat membuka peluang baru bagi masyarakat di kawasan tersebut. Ia berharap kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara berkelanjutan karena masyarakat masih membutuhkan tambahan pengetahuan untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Selain untuk komunikasi, sebagian peserta memiliki target yang lebih jauh, yakni memasarkan produk Ayawata ke luar negeri dan membangun kerja sama dengan pihak asing. Harapan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa mulai diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama ketika produk lokal membutuhkan akses promosi dan jejaring yang lebih luas.

Langkah tersebut juga sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap peningkatan kemampuan bahasa asing. Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI pada 14 Agustus 2026 menegaskan pentingnya penguasaan bahasa asing agar masyarakat Indonesia mampu bersaing dan bekerja dengan pihak dari berbagai negara.

Penguatan Bahasa Inggris Masuk dalam Pengembangan Ekonomi Transmigrasi

Pemerintah kini mendorong perubahan orientasi pembangunan kawasan transmigrasi. Keberhasilan kawasan tidak lagi hanya berkaitan dengan perpindahan penduduk, tetapi juga dengan kemampuan wilayah tersebut menciptakan kegiatan ekonomi dan lapangan kerja.

Baca Juga :  Warga Bandung Mulai Beralih ke Motor Listrik untuk Mobilitas Harian, Lebih Hemat dan Praktis

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara sebelumnya menekankan pentingnya menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dalam kerangka itu, peningkatan keterampilan masyarakat menjadi salah satu bagian penting agar potensi komoditas setempat dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang lebih mandiri.

Pandangan tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan kawasan yang menempatkan keberlanjutan ekonomi dan daya tarik investasi sebagai perhatian. Pelatihan bahasa Inggris bagi petani pala dapat menjadi salah satu keterampilan pendukung ketika masyarakat mulai memperluas jaringan usaha dan memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih beragam.

Bagi Kelompok Tani Perempuan Ayawata, peluang tersebut berangkat dari komoditas yang sudah mereka olah. Tantangannya kini bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat kemampuan masyarakat dalam memperkenalkan produk, membangun komunikasi bisnis, dan mencari jejaring pemasaran di luar wilayah.

Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran bahasa Inggris di Werianggi-Werabur tidak sekadar menjadi kegiatan pendidikan tambahan. Keterampilan komunikasi dapat menjadi modal sosial bagi petani untuk membawa produk olahan pala Papua Barat menuju pasar yang lebih luas.

Berita Terkait

JIAT Jadi Sumber Air Alternatif, Petani Kalobo dan Waibu Tetap Bertani Saat Kering
Kementerian Transmigrasi Dorong Ekonomi Lokal Domande Usai Bangun 100 Rumah
Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang
Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa
Mutasi Tiga Kapolres Polda Jambi, Ini Nama Pejabat Baru untuk Batanghari, Tanjabbar, dan Kerinci
Kriya Payakumbuh Didorong Tembus Pasar Lebih Luas Pascabencana
Mentan Amran Siapkan Alsintan untuk 25 Distrik Puncak, Kopi Arabika Dibidik hingga 500 Hektare
Sekolah Rakyat Mamuju Tengah Masuk Persiapan Tahap 3 Setelah Sertifikat Lahan Terbit
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 08:00 WIB

Petani Pala Papua Barat Belajar Bahasa Inggris untuk Buka Akses Pasar Global

Jumat, 11 September 2026 - 07:00 WIB

JIAT Jadi Sumber Air Alternatif, Petani Kalobo dan Waibu Tetap Bertani Saat Kering

Kamis, 10 September 2026 - 19:00 WIB

Kementerian Transmigrasi Dorong Ekonomi Lokal Domande Usai Bangun 100 Rumah

Jumat, 4 September 2026 - 15:00 WIB

Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang

Jumat, 4 September 2026 - 13:00 WIB

Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa

Berita Terbaru