Deteksi Gula Darah Tanpa Jarum Dorong Inovasi Teknologi Kesehatan BRIN

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Deteksi Gula Darah Tanpa Jarum Dorong Inovasi Teknologi Kesehatan BRIN (foto: halodoc)

Deteksi Gula Darah Tanpa Jarum Dorong Inovasi Teknologi Kesehatan BRIN (foto: halodoc)

Sisipublik.com – Deteksi Gula Darah Tanpa Jarum menjadi salah satu inovasi yang terus di kembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menjawab kebutuhan pemantauan glukosa yang lebih nyaman. BRIN menghadirkan teknologi yang mampu mendeteksi kadar glukosa secara noninvasif, cepat, dan berlangsung secara real-time, melalui sensor berbasis Surface Plasmon Resonance (SPR).

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Fotonika BRIN, Lia Aprilia, memaparkan perkembangan teknologi sensor yang memanfaatkan karakteristik optoelektronik dengan tingkat sensitivitas tinggi.

Deteksi Gula Darah Tanpa Jarum Menjawab Tantangan Diabetes

Deteksi Gula Darah Tanpa Jarum menjadi semakin penting seiring meningkatnya jumlah penyandang diabetes di berbagai negara. Lia menjelaskan bahwa glukosa merupakan sumber energi utama tubuh dengan kadar normal sekitar 80–120 mg/dL.

Menurut Lia, metode pemeriksaan glukosa yang banyak di gunakan saat ini masih memerlukan pengambilan sampel darah. Proses tersebut sering menimbulkan rasa tidak nyaman dan membutuhkan waktu sebelum hasil analisis tersedia. Oleh sebab itu, BRIN mengembangkan pendekatan baru yang lebih praktis untuk mendukung pemantauan kesehatan sehari-hari.

Baca Juga :  Pertanian Modern Banten Jadi Magnet Baru, Pemuda Diajak Kelola Lahan dengan Teknologi

Sensor SPR Hadirkan Pemantauan Glukosa Lebih Cepat

Sensor Surface Plasmon Resonance (SPR) bekerja dengan mendeteksi perubahan indeks bias yang muncul akibat interaksi biomolekul pada permukaan logam tipis. Teknologi ini menawarkan sensitivitas tinggi tanpa memerlukan pelabelan tambahan atau label-free, sehingga mampu mengamati interaksi biomolekul secara langsung dalam waktu nyata.

Selanjutnya, prinsip kerja tersebut memungkinkan sensor mengenali perubahan biomolekul secara presisi. Kemampuan itu membuka peluang besar untuk menghadirkan perangkat pemantauan glukosa generasi baru yang lebih praktis di gunakan masyarakat.

Lia menilai teknologi SPR berpotensi menjadi platform sensor glukosa yang memberikan hasil akurat sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna. Bahkan, pengembang dapat mengintegrasikan sensor tersebut ke berbagai perangkat kesehatan untuk mendukung pemantauan kondisi tubuh secara rutin.

Perkuat Riset Nasional di Bidang Fotonika dan Biosensor

Pengembangan sensor SPR juga memperkuat kapasitas riset nasional di bidang fotonika dan biosensor. Melalui inovasi ini, BRIN tidak hanya berupaya menghadirkan perangkat diagnostik yang lebih efektif, tetapi juga memperluas peluang lahirnya teknologi kesehatan berbasis penelitian dalam negeri.

Baca Juga :  Pengendalian Hama Wereng Batang Cokelat Jadi Kunci Menjaga Produksi Padi

Di sisi lain, teknologi tersebut berpotensi mendukung layanan kesehatan yang lebih efisien, mudah di akses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Harapannya, penyandang diabetes dapat memperoleh solusi pemantauan glukosa yang lebih nyaman sehingga kualitas hidup mereka terus meningkat.

Forum Ilmiah Percepat Kolaborasi Peneliti

Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN, Ratno Nuryadi, menegaskan pentingnya forum ilmiah sebagai wadah pertukaran pengetahuan antarpeneliti. Menurutnya, kegiatan seperti ORNAMAT mampu memperluas wawasan mengenai perkembangan riset sekaligus mendorong kolaborasi dalam pengembangan teknologi kesehatan.

Lebih lanjut, ia berharap forum tersebut mempercepat pemanfaatan inovasi Surface Plasmon Resonance untuk deteksi glukosa dan berbagai aplikasi kesehatan lainnya. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, BRIN optimistis inovasi teknologi kesehatan nasional dapat berkembang lebih cepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (j/*)

Berita Terkait

Konservasi Lahan Miring Jadi Kunci BRIN Jaga Produktivitas Kunyit di Tengah Perubahan Iklim
Radio HF Jadi Andalan Komunikasi Darurat saat Jaringan Seluler dan Satelit Terganggu
Biochar Selaparang Ubah Limbah Jagung Menjadi Penyubur Tanah
Daur Ulang Limbah Panel Surya, BRIN Kembangkan Teknologi Pemulihan Silikon
Cek Garansi iPhone Sebelum Membeli, Ini Cara Memastikan Status Perlindungannya
Cara Cek WiFi Rumah Dipakai Orang Lain dan Memblokir Perangkat Asing
Teknologi PVT BRIN Manfaatkan Panas Panel Surya untuk Pengeringan Hasil Panen
Biogas dari Kotoran Sapi Bantu Warga Manokwari Selatan Atasi Kelangkaan Minyak Tanah
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Konservasi Lahan Miring Jadi Kunci BRIN Jaga Produktivitas Kunyit di Tengah Perubahan Iklim

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Radio HF Jadi Andalan Komunikasi Darurat saat Jaringan Seluler dan Satelit Terganggu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Biochar Selaparang Ubah Limbah Jagung Menjadi Penyubur Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Daur Ulang Limbah Panel Surya, BRIN Kembangkan Teknologi Pemulihan Silikon

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Cek Garansi iPhone Sebelum Membeli, Ini Cara Memastikan Status Perlindungannya

Berita Terbaru