Pengawal Energi 2026 Sasar 3.679 SPBU, Pemerintah Perketat Pengawasan BBM Bersubsidi

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri ESDM Yuliot meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk memperkuat pengawasan distribusi BBM bersubsidi dan BBM penugasan di 3.679 SPBU (foto: kementerian esdm)

Wakil Menteri ESDM Yuliot meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk memperkuat pengawasan distribusi BBM bersubsidi dan BBM penugasan di 3.679 SPBU (foto: kementerian esdm)

Sisipublik.com – Pengawal Energi 2026 menjadi langkah pemerintah untuk memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan BBM penugasan di 3.679 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh Indonesia. Program ini melibatkan talenta muda, terutama putra-putri daerah, untuk membantu mencegah kebocoran dan penyalahgunaan penyaluran BBM.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot meluncurkan program tersebut dalam Malam Puncak Perayaan Hari Jadi ke-81 Pertambangan dan Energi di Hotel Westin Jakarta, Jumat (23/10/2026) malam. Pada kesempatan yang sama, Kementerian ESDM juga memberikan Penghargaan Energi Subroto 2026 kepada pelaku industri, pemerintah daerah, dan tokoh yang berkontribusi terhadap sektor energi nasional.

Pengawal Energi 2026 Perkuat Pengawasan Distribusi BBM

Pengawal Energi 2026 menempatkan petugas di lapangan untuk memantau penyaluran BBM, memperkuat pencatatan data pengawasan, serta mengidentifikasi potensi penyimpangan distribusi. Dengan demikian, pemerintah berharap penyaluran BBM bersubsidi dan BBM penugasan dapat menjangkau masyarakat sesuai ketentuan.

Wakil Menteri ESDM Yuliot menjelaskan bahwa program ini juga membuka kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman kerja langsung dan meningkatkan kompetensi di sektor energi.

Menurut Yuliot, penugasan tersebut mendukung tata kelola subsidi yang transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Namun, keberhasilan program tetap bergantung pada integritas petugas, kualitas pengawasan, dan tindak lanjut atas temuan di lapangan.

Rekrutmen Prioritaskan Putra-Putri Daerah

Program kolaborasi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dengan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas ini menyasar lulusan perguruan tinggi berusia 20–24 tahun.

Baca Juga :  74 Peserta Magang Nasional Belajar Langsung tentang Cara Kerja Birokrasi dari Kementerian PANRB

Penyelenggara memprioritaskan putra-putri daerah berdasarkan domisili provinsi atau wilayah terdekat. Kebijakan ini diharapkan membantu petugas memahami kondisi geografis setempat, meningkatkan efisiensi penugasan, serta membangun penerimaan masyarakat terhadap kegiatan pengawasan.

Meski demikian, setiap peserta harus menandatangani Pakta Integritas Komitmen Penempatan dan menyatakan kesediaan bertugas di seluruh wilayah Indonesia.

Pendaftaran program berlangsung pada 24 Oktober–1 November 2026 melalui portal resmi Pengawal Energi PEM Akamigas.

Penghargaan Energi Subroto Apresiasi Kontribusi Sektor Energi

Selain meluncurkan program pengawasan BBM, Kementerian ESDM memberikan Penghargaan Energi Subroto 2026 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi perusahaan, pemerintah daerah, dan individu dalam pengembangan sektor energi dan pertambangan.

Yuliot menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar agenda tahunan. Penghargaan ini juga menghormati dedikasi Prof. Subroto yang meletakkan fondasi penting bagi pembangunan sektor energi dan pertambangan Indonesia.

Ia menekankan bahwa pencapaian di sektor energi tidak hanya berkaitan dengan produksi dan nilai ekonomi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab menjaga kedaulatan serta kesejahteraan masyarakat.

Penghargaan Energi Subroto 2026 mencakup lima bidang, yakni keunggulan operasional, keberlanjutan dan transisi energi, inovasi dan nilai tambah, tata kelola dan kepatuhan, serta partisipasi publik.

Daftar Penerima Penghargaan Energi Subroto 2026

Berikut daftar penerima penghargaan berdasarkan kategori yang diumumkan Kementerian ESDM.

Baca Juga :  PLTA Batang Toru 510 MW Mulai Digenangi, Cadangan Listrik Sumut Jadi Sorotan Jelang Nataru

1. Keunggulan Operasional

  • Kinerja Keselamatan Ketenagalistrikan Terbaik: PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang (PLTP Kamojang-Darajat).
  • Kinerja Produksi Minyak dan Gas Bumi Terbaik: Medco E&P Natuna Ltd.
  • Kinerja Operasi Pertambangan Terbaik: PT Borneo Indobara.

2. Keberlanjutan dan Transisi Energi

  • Proyek Energi Terbarukan Terbaik: PT Pelita Agung Agrindustri.
  • Inisiatif Dekarbonisasi Terbaik: PT Pertamina EP Donggi Matindok Field.
  • Pengembangan Masyarakat dan Dampak Lingkungan Terbaik: PT Comestoarra Bentarra Noesantarra.

3. Inovasi dan Nilai Tambah

  • Inovasi Teknologi Terbaik: PT Donggi-Senoro LNG (Izin Usaha Pengolahan Migas).
  • Transformasi Digital Terbaik: PT PLN Nusantara Power.
  • Hilirisasi dan Penciptaan Nilai Tambah Terbaik: PT Eco Prima Energi.

4. Tata Kelola dan Kepatuhan

  • Tata Kelola dan Kepatuhan Terbaik kategori Pemerintah Daerah: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
  • Tata Kelola dan Kepatuhan Terbaik kategori Perusahaan: Pertamina Hulu Mahakam.
  • Pengembangan SDM dan Pengetahuan Terbaik: PT Saptaindra Sejati (SIS).

5. Partisipasi Publik

  • Tokoh Penggerak Energi: Neni Sintawardani.
  • Tokoh Energi Inspiratif (Telah Wafat): Kuntoro Mangkusubroto.
  • Tokoh Muda Inspiratif: Ghifari Jauhar Yajri.

Melalui program pengawasan dan pemberian penghargaan tersebut, Kementerian ESDM mendorong peningkatan tata kelola energi sekaligus apresiasi terhadap berbagai kontribusi di sektor ini. Pelaksanaan Program Pengawal Energi akan menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah memperkuat pengawasan distribusi BBM dan memastikan pemanfaatan subsidi sesuai sasaran.

Berita Terkait

BBNKT Award 2026: 6.450 Siswa Sekolah Rakyat Unjuk Kemampuan, Kader Karang Taruna Hadirkan Inovasi Sosial
Revitalisasi Galeri Nasional Indonesia Perluas Akses Publik ke Karya Maestro Nusantara
Karhutla Berbasis Satelit Jadi Fokus Pemerintah, Lima Provinsi Masuk Prioritas Pengendalian
Gerakan Pangan Murah Perluas Akses Pangan, Pemerintah Siapkan Respons Harga Lebih Cepat
Swasembada Pangan Jadi Penyangga Indonesia saat Krisis Global, Cadangan Beras Tembus 4,56 Juta Ton
Prabowo Benahi BUMN, Pemerintah Prioritaskan Perusahaan Produktif dan Aset Negara
Manajemen Risiko ATR/BPN Jadi Kunci Percepat Layanan Pertanahan yang Aman
Kesejahteraan Keuangan Keluarga Jadi Fokus Baru, Prabowo Resmikan DNKK
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Pengawal Energi 2026 Sasar 3.679 SPBU, Pemerintah Perketat Pengawasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:00 WIB

BBNKT Award 2026: 6.450 Siswa Sekolah Rakyat Unjuk Kemampuan, Kader Karang Taruna Hadirkan Inovasi Sosial

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Revitalisasi Galeri Nasional Indonesia Perluas Akses Publik ke Karya Maestro Nusantara

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Karhutla Berbasis Satelit Jadi Fokus Pemerintah, Lima Provinsi Masuk Prioritas Pengendalian

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Gerakan Pangan Murah Perluas Akses Pangan, Pemerintah Siapkan Respons Harga Lebih Cepat

Berita Terbaru

Tim Ekspedisi Patriot ITS mendampingi kelompok tani di Kawasan Transmigrasi Selaparang, Lombok Timur, dalam pemanfaatan limbah pertanian menjadi biochar (foto: kementerian transmigrasi)

Teknologi

Biochar Selaparang Ubah Limbah Jagung Menjadi Penyubur Tanah

Sabtu, 24 Okt 2026 - 16:45 WIB