Pengendalian Hama Wereng Batang Cokelat Jadi Kunci Menjaga Produksi Padi

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Pengendalian Hama Wereng Batang Cokelat Jadi Kunci Menjaga Produksi Padi

Ilustrasi - Pengendalian Hama Wereng Batang Cokelat Jadi Kunci Menjaga Produksi Padi

Sisipublik.com – Hama wereng batang cokelat masih menjadi salah satu tantangan bagi petani dalam menjaga produksi padi di Indonesia. Karena itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penerapan pengendalian hama secara terpadu agar produktivitas tanaman tetap terjaga dan risiko kerugian akibat Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dapat ditekan.

BRIN menyampaikan langkah tersebut melalui Workshop Pengendalian Hama Wereng Batang Cokelat secara Terpadu di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (6/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman petani mengenai cara mengelola populasi wereng secara tepat.

Hama Wereng Batang Cokelat Perlu Dikendalikan Sejak Dini

Peneliti Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, Arlyna Budi Pustika, mengatakan hama wereng batang cokelat tidak hanya menyerang tanaman padi secara langsung. Hama tersebut juga dapat menjadi vektor penyakit virus kerdil rumput dan kerdil hampa.

“Serangan hama tersebut dapat menyebabkan tanaman tumbuh kerdil, daun menguning, layu, hingga mengalami gejala hopperburn atau mati kering sehingga berpotensi menurunkan hasil panen secara signifikan,” jelasnya.

Arlyna menyebut rata-rata kehilangan hasil pertanian akibat serangan OPT mencapai sekitar 30 persen dari potensi hasil. Sementara itu, kehilangan hasil akibat serangan hama berada pada kisaran 20–25 persen.

Lebih lanjut, serangan wereng batang cokelat pernah meluas hingga ratusan ribu hektare lahan pertanian di Indonesia. Kondisi tersebut menyebabkan kehilangan produksi sekitar 1–2 ton gabah per hektare dan berdampak pada kerugian ekonomi hingga triliunan rupiah.

Faktor yang Memicu Perkembangan Wereng

Menurut Arlyna, perkembangan wereng batang cokelat dipengaruhi berbagai kondisi di lapangan. Beberapa di antaranya mencakup berkurangnya penerapan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), penanaman padi secara terus-menerus, penggunaan pestisida yang tidak tepat, serta pemilihan varietas yang kurang sesuai.

Baca Juga :  HP Samsung AI Terbaik 2026 Jadi Pilihan Tepat untuk Tingkatkan Produktivitas dan Kreativitas

Selain itu, berkurangnya populasi musuh alami turut memengaruhi perkembangan wereng. Gangguan terhadap keseimbangan ekosistem dapat membuat pengendalian hama semakin sulit.

“Perkembangan wereng batang cokelat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari berkurangnya penerapan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), penanaman padi secara terus-menerus, penggunaan pestisida yang tidak tepat, pemilihan varietas yang tidak tepat, hingga menurunnya populasi musuh alami akibat terganggunya keseimbangan ekosistem,” ujar Arlyna.

Di sisi lain, penggunaan insektisida secara berlebihan dapat mempercepat munculnya resistensi pada wereng. Akibatnya, efektivitas pengendalian bisa menurun. Pola tanam yang tidak serempak juga membuat sumber makanan bagi wereng tetap tersedia sehingga populasinya berpotensi terus berkembang.

Strategi Pengendalian Hama Secara Terpadu

Untuk mengatasi persoalan tersebut, BRIN mendorong petani menggabungkan beberapa metode pengendalian. Pendekatan ini tidak hanya mengandalkan penggunaan bahan pengendali, tetapi juga memperhatikan pola tanam, varietas, pemantauan populasi, dan keberadaan musuh alami.

“Untuk itu, BRIN mendorong petani menerapkan strategi pengendalian terpadu yang mengombinasikan berbagai pendekatan. Langkah tersebut meliputi tanam serempak, rotasi tanaman, penggunaan varietas padi tahan wereng, pemantauan populasi secara berkala, pemanfaatan agensia hayati sedini mungkin seperti Metarhizium anisopliae dan Beauveria bassiana, serta penggunaan insektisida kimia hanya sebagai pilihan terakhir ketika populasi hama telah melampaui ambang ekonomi,” terangnya.

Arlyna menegaskan bahwa petani tidak cukup hanya mengandalkan pestisida. Sebaliknya, keberhasilan pengelolaan wereng membutuhkan penerapan strategi secara menyeluruh.

Baca Juga :  Tempe Nonkedelai Mulai Dilirik, Manfaatnya Tak Hanya untuk Sumber Protein

Langkah tersebut mencakup kesepakatan tanam serempak, pemantauan populasi, penggunaan varietas tahan wereng, serta upaya menjaga keberadaan musuh alami di lingkungan persawahan.

“Waktu pengendalian menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan. Pemantauan populasi wereng melalui lampu perangkap dan pengamatan langsung di lahan perlu di lakukan secara berkala agar tindakan pengendalian dapat di lakukan sejak awal, sebelum populasi berkembang menjadi generasi berikutnya yang lebih sulit di kendalikan,” tambahnya.

Varietas Tahan Wereng Jadi Pilihan Petani

Selain mengatur pola tanam dan melakukan pemantauan rutin, BRIN merekomendasikan sejumlah varietas padi yang memiliki ketahanan terhadap wereng batang cokelat.

Varietas tersebut antara lain Inpari 47 WBC, Inpari Gemah, Inpari 48 Blas, Inpari Digdaya, Inpari 45 Dirgahayu, serta beberapa varietas unggul lainnya.

Penggunaan varietas tahan wereng dapat membantu menekan risiko serangan. Dengan demikian, petani juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pestisida kimia dalam pengelolaan tanaman.

BRIN Kenalkan Program YUKE-WBC

Dalam kegiatan yang sama, BRIN turut menyosialisasikan program pendeteksi wereng batang cokelat bernama Program Komputer Pengidentifikasi Wereng Batang Cokelat (YUKE-WBC).

Program tersebut merupakan produk riset tim BRIN dan telah di daftarkan sebagai hak cipta. Kehadiran YUKE-WBC menjadi bagian dari pemanfaatan hasil riset untuk membantu proses pengenalan dan pemantauan wereng batang cokelat di sektor pertanian.

Melalui kombinasi teknologi, pemantauan lapangan, penggunaan varietas tahan, pengaturan pola tanam, serta pemanfaatan musuh alami, BRIN mendorong pengelolaan wereng secara lebih terpadu. Langkah ini di harapkan dapat membantu petani menjaga produktivitas padi sekaligus mengelola risiko serangan OPT secara lebih tepat.

Berita Terkait

Cara Cek WiFi Rumah Dipakai Orang Lain dan Memblokir Perangkat Asing
Teknologi PVT BRIN Manfaatkan Panas Panel Surya untuk Pengeringan Hasil Panen
Biogas dari Kotoran Sapi Bantu Warga Manokwari Selatan Atasi Kelangkaan Minyak Tanah
Dual Monitor Bantu Pangkas Perpindahan Jendela Saat Kerja di Laptop dan PC
MacBook Sleep atau Shutdown? Ini Pilihan yang Tepat Berdasarkan Situasi
Riset Jadi Cerita, BRIN Ubah Pengetahuan Ilmiah agar Lebih Dekat dengan Anak
Cara Bersihkan Layar HP agar Tetap Bersih dan Minim Risiko Goresan
Cara Download Aplikasi agar Smartphone Terhindar dari Malware
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Cara Cek WiFi Rumah Dipakai Orang Lain dan Memblokir Perangkat Asing

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Teknologi PVT BRIN Manfaatkan Panas Panel Surya untuk Pengeringan Hasil Panen

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Biogas dari Kotoran Sapi Bantu Warga Manokwari Selatan Atasi Kelangkaan Minyak Tanah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Dual Monitor Bantu Pangkas Perpindahan Jendela Saat Kerja di Laptop dan PC

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:00 WIB

MacBook Sleep atau Shutdown? Ini Pilihan yang Tepat Berdasarkan Situasi

Berita Terbaru