Strategi Kelola 9.000 Ton Sampah Jakarta, Pramono Perkuat Pengolahan Kompos hingga Energi Listrik

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Strategi Kelola 9.000 Ton Sampah Jakarta, Pramono Perkuat Pengolahan Kompos hingga Energi Listrik (foto: gesuri)

Strategi Kelola 9.000 Ton Sampah Jakarta, Pramono Perkuat Pengolahan Kompos hingga Energi Listrik (foto: gesuri)

Sisipublik.com – Strategi Kelola 9.000 Ton Sampah Jakarta menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperbaiki sistem pengelolaan limbah perkotaan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan persetujuan terhadap pemanfaatan kawasan Ciangir di Tangerang sebagai lokasi penampungan kompos untuk mendukung penanganan sampah harian ibu kota yang mencapai sekitar 9.000 ton.

Selain memperluas kapasitas pengolahan, pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan sampah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat lingkungan. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi tekanan terhadap tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah.

Pramono menegaskan bahwa Strategi Kelola 9.000 Ton Sampah Jakarta tidak hanya mengandalkan satu fasilitas. Pemerintah menyusun sistem terpadu yang mengombinasikan pengolahan kompos, pembangkit listrik tenaga sampah, serta produksi bahan bakar alternatif dari sampah agar seluruh volume limbah harian dapat tertangani secara maksimal.

Strategi Kelola 9.000 Ton Sampah Jakarta Melalui Fasilitas Terpadu

Menurut Pramono, kawasan Ciangir akan berperan sebagai lokasi penampungan dan pengelolaan kompos yang berasal dari proses pemilahan sampah. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai pengolahan sampah di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Baca Juga :  adwal Prameks Jogja-Kutoarjo 6-12 Juli 2026, Simak Jam Keberangkatan, Tarif, dan Cara Naiknya

Sementara itu, pemerintah juga mengoptimalkan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang berada di Bantargebang. Melalui teknologi tersebut, sampah tidak hanya berkurang volumenya, tetapi juga menghasilkan energi listrik yang dapat di manfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, sejumlah fasilitas pengolahan tambahan juga terus dipersiapkan untuk memperluas kapasitas pengelolaan sampah. Dengan demikian, setiap jenis sampah dapat memperoleh penanganan sesuai karakteristiknya.

Strategi Kelola 9.000 Ton Sampah Jakarta dengan RDF dan Energi Terbarukan

Selain kompos dan PLTSa, pemerintah mengembangkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di beberapa lokasi, termasuk Rorotan dan Bantargebang. Teknologi ini mengubah sampah yang telah melalui proses tertentu menjadi bahan bakar alternatif yang dapat di manfaatkan oleh sektor industri.

Karena itu, kombinasi berbagai metode pengolahan di nilai mampu menciptakan sistem yang lebih efektif. Sampah yang sebelumnya menjadi beban lingkungan kini dapat berubah menjadi sumber energi maupun bahan baku yang bernilai guna.

Baca Juga :  SPMB Jabar Tahap 1 Berakhir, Disdik Minta Calon Siswa Segera Daftar Ulang

Lebih lanjut, pendekatan tersebut juga mendukung upaya pengurangan ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir. Pemerintah berharap volume sampah yang masuk ke lokasi pembuangan dapat terus berkurang dari waktu ke waktu.

Target Jakarta Modern dan Berkelanjutan

Pramono menempatkan persoalan sampah sebagai salah satu agenda prioritas selama masa kepemimpinannya. Ia menilai kota modern membutuhkan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.

Oleh sebab itu, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat berbagai infrastruktur pengolahan sampah agar seluruh limbah harian dapat di manfaatkan secara optimal. Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya membangun Jakarta sebagai kota global yang memiliki standar lingkungan lebih baik.

Ke depan, pemerintah berharap seluruh skema yang telah di siapkan mampu mengelola sekitar 9.000 ton sampah per hari secara menyeluruh. Dengan dukungan fasilitas kompos, PLTSa, dan RDF, Jakarta berpeluang menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, produktif, serta ramah lingkungan. (j/*)

Berita Terkait

Call Center Derek Gratis Dishub DKI Meluncur 9 Agustus, Layanan untuk Truk Mogok
Job Fair Jakarta Timur 2026 Hadirkan 2.712 Lowongan, Ribuan Pencari Kerja Sudah Mendaftar
Kebijakan Pengelolaan Sampah di Jawa Barat Diperluas, SMA, SMK, dan Kampus Jadi Motor Budaya Lingkungan
PSEL DIY Piyungan Siap Dibangun Akhir 2026, Target Olah 1.000 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik
KUR Perumahan Rp 880 Miliar Siap Disalurkan, Akad Massal Ribuan Debitur Digelar Akhir Juli
Gerakan Nurani Bangsa Temui Sultan HB X, Dialog Tiga Jam Bahas Kondisi Kebangsaan dan Kepercayaan Publik
Diskon Tunggakan PBB Jadi Andalan Pemkot Bandung, Warga Bisa Nikmati Penghapusan Denda hingga Akhir 2026
Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi dan KBB 20-25 Juli 2026, Cek Lokasi, Syarat, serta Jam Pelayanan Terbaru
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:04 WIB

Call Center Derek Gratis Dishub DKI Meluncur 9 Agustus, Layanan untuk Truk Mogok

Senin, 27 Juli 2026 - 22:13 WIB

Job Fair Jakarta Timur 2026 Hadirkan 2.712 Lowongan, Ribuan Pencari Kerja Sudah Mendaftar

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:00 WIB

Kebijakan Pengelolaan Sampah di Jawa Barat Diperluas, SMA, SMK, dan Kampus Jadi Motor Budaya Lingkungan

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:00 WIB

PSEL DIY Piyungan Siap Dibangun Akhir 2026, Target Olah 1.000 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:00 WIB

KUR Perumahan Rp 880 Miliar Siap Disalurkan, Akad Massal Ribuan Debitur Digelar Akhir Juli

Berita Terbaru