Mentan Amran Siapkan Alsintan untuk 25 Distrik Puncak, Kopi Arabika Dibidik hingga 500 Hektare

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mentan Andi Amran Sulaiman merespons kebutuhan pertanian Kabupaten Puncak dengan menyiapkan dukungan alsintan dan pengembangan kopi Arabika. (foto: kementerian pertanian)

Mentan Andi Amran Sulaiman merespons kebutuhan pertanian Kabupaten Puncak dengan menyiapkan dukungan alsintan dan pengembangan kopi Arabika. (foto: kementerian pertanian)

Sisipublik.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merespons kebutuhan pertanian Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dengan menyiapkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk petani di 25 distrik.

Selain bantuan alsintan, Kementerian Pertanian (Kementan) membuka peluang pengembangan kopi Arabika di wilayah tersebut. Program itu akan dimulai dari lahan 100 hektare dan berpotensi berkembang hingga 500 hektare.

Dukungan pertanian Kabupaten Puncak itu muncul dalam audiensi sejumlah kepala daerah dengan Mentan Amran di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (24/8). Pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan sarana pertanian sekaligus tantangan geografis yang mereka hadapi.

Dukungan pertanian Kabupaten Puncak menyesuaikan kondisi wilayah

Wilayah pegunungan membuat distribusi sarana pertanian menuju Puncak menghadapi kendala transportasi. Bahkan, Pemkab Puncak mengusulkan pengiriman sejumlah alat menggunakan dua pesawat agar bantuan dapat menjangkau petani.

Karena itu, Mentan Amran meminta Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) segera memetakan kebutuhan alsintan. Kementan juga mendorong penguatan peran penyuluh untuk mendampingi petani dalam menggunakan bantuan tersebut.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi dan Sensus Ekonomi 2026, Terungkap Sumber Kekayaan yang Tak Banyak Diketahui

Pada tahap awal, kebutuhan mencakup alat pertanian berukuran kecil seperti linggis, cangkul, sekop, dan parang. Pemkab Puncak menilai peralatan tersebut penting karena petani menghadapi keterbatasan sarana di sejumlah distrik.

Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal menjelaskan bahwa biaya transportasi menjadi salah satu tantangan utama. Mobilitas antardistrik juga kerap membutuhkan pesawat kecil karena kondisi geografis wilayah.

Selain akses, faktor cuaca turut memengaruhi aktivitas pertanian. Naftali menyebut sebagian tanaman masyarakat mengalami dampak kekeringan dan suhu dingin yang disertai turunnya salju.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah mencari dukungan untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Selain tanaman pangan, Pemkab Puncak melihat kopi dan peternakan sebagai komoditas yang berpotensi dikembangkan.

Kopi Arabika Puncak disiapkan mulai 100 hektare

Pengembangan kopi Arabika Puncak mendapat perhatian khusus dari Mentan Amran. Ia meminta pemerintah daerah memulai pengembangan dengan luasan 100 hektare sebagai tahap awal.

Baca Juga :  Pemkab Indramayu Serahkan pengelolaan RSUD MA Sentot Patrol ke Pemprov Jabar, Pelayanan Kesehatan Diperkuat

Jika pengelolaan berjalan baik dan menghasilkan, Kementan membuka peluang memperluas pengembangan hingga 500 hektare. Selanjutnya, Direktorat Jenderal Perkebunan diminta berkoordinasi dengan Pemkab Puncak untuk menyiapkan tindak lanjut program tersebut.

Langkah itu menunjukkan pendekatan pengembangan pertanian berdasarkan potensi wilayah. Dengan demikian, bantuan sarana tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mendukung komoditas yang memiliki peluang ekonomi.

Kementan juga menyatakan perhatian terhadap pembangunan pertanian di wilayah Papua. Mentan Amran menyebut pemerintah mengalokasikan anggaran total Rp5 triliun untuk wilayah Papua pada 2025–2026.

Bantuan alsintan, pendampingan penyuluh, dan pengembangan kopi Arabika menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian Puncak. Jika pelaksanaannya berjalan sesuai kebutuhan daerah, program tersebut dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di 25 distrik.

Berita Terkait

Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang
Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa
Mutasi Tiga Kapolres Polda Jambi, Ini Nama Pejabat Baru untuk Batanghari, Tanjabbar, dan Kerinci
Kriya Payakumbuh Didorong Tembus Pasar Lebih Luas Pascabencana
Sekolah Rakyat Mamuju Tengah Masuk Persiapan Tahap 3 Setelah Sertifikat Lahan Terbit
Kementerian PU Pasok Air, Penanganan Karhutla Muaro Jambi Berlanjut hingga Pendinginan
SNI Wajib AMDK, Kemenperin Buka Pendampingan Sertifikasi bagi Industri Maluku
Budaya Kesultanan Ternate: Viva Yoga Dorong Pelestarian Tradisi Pulau Hiri
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:00 WIB

Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang

Jumat, 4 September 2026 - 13:00 WIB

Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Mutasi Tiga Kapolres Polda Jambi, Ini Nama Pejabat Baru untuk Batanghari, Tanjabbar, dan Kerinci

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Kriya Payakumbuh Didorong Tembus Pasar Lebih Luas Pascabencana

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Mentan Amran Siapkan Alsintan untuk 25 Distrik Puncak, Kopi Arabika Dibidik hingga 500 Hektare

Berita Terbaru