Sekolah Rakyat Mamuju Tengah Masuk Persiapan Tahap 3 Setelah Sertifikat Lahan Terbit

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

: Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras menyerahkan salinan sertifikat lahan calon Sekolah Rakyat kepada Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kemensos, Jakarta (foto: kementerian sosial)

: Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras menyerahkan salinan sertifikat lahan calon Sekolah Rakyat kepada Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kemensos, Jakarta (foto: kementerian sosial)

Sisipublik.com – Sekolah Rakyat Mamuju Tengah memasuki tahap persiapan baru setelah Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menyerahkan salinan sertifikat lahan kepada Kementerian Sosial (Kemensos). Dokumen tersebut diserahkan Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras kepada Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Langkah tersebut menindaklanjuti pembahasan Pemkab Mamuju Tengah dengan Kemensos pada Juli 2026 mengenai pengalihan lokasi calon sekolah. Pemerintah daerah sebelumnya menilai lahan awal kurang sesuai sehingga menyiapkan lokasi pengganti.

Sementara itu, Sekolah Rakyat Mamuju Tengah akan menggunakan lahan di Desa Mamahe, Kecamatan Tobadak, Sulawesi Barat. Lokasi tersebut memiliki luas sekitar 8,85 hektare dan saat ini berupa lahan pertanian.

Sertifikat Lahan Jadi Syarat Penting Sekolah Rakyat Mamuju Tengah

Sertifikat lahan terbit pada 19 Agustus 2026. Karena itu, Pemkab Mamuju Tengah segera membawa salinan dokumen tersebut ke Kemensos sebagai bagian dari proses pemenuhan persyaratan pembangunan.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat Makassar Diusulkan Bertambah, Pemprov Sulsel Siapkan Lahan 20 Hektare

Agus Jabo menyebut dokumen tersebut memperkuat kesiapan daerah untuk mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Kemensos berharap Mamuju Tengah dapat masuk dalam pembangunan Sekolah Rakyat Tahap 3 yang ditargetkan berjalan pada 2026.

Namun, penyerahan sertifikat belum berarti pembangunan langsung dimulai. Pemerintah masih perlu menyelesaikan persyaratan dan proses verifikasi sebelum proyek dapat berjalan.

Arsal Aras mengatakan pemerintah daerah akan melanjutkan koordinasi dengan pemerintah pusat. Pemkab menargetkan seluruh kebutuhan administratif dan teknis untuk calon lokasi dapat terpenuhi.

Program Ditujukan untuk Memperluas Akses Pendidikan

Agus Jabo menjelaskan, Sekolah Rakyat menjadi salah satu program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan. Program tersebut juga diarahkan untuk membantu memutus kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan.

Baca Juga :  Proyek LNG Abadi Masela Serap 12.000 Pekerja, Prioritaskan 30 Persen Tenaga Kerja Lokal Maluku

Kebutuhan program itu masih besar. Pemerintah terus meningkatkan kapasitas Sekolah Rakyat agar dapat menjangkau lebih banyak peserta didik. Data Kemensos pada Juni 2026 mencatat jumlah siswa Sekolah Rakyat telah melampaui 45.000 orang secara nasional pada jenjang SD, SMP, dan SMA. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut terus bertambah hingga lebih dari 400.000 siswa pada 2029.

Kemensos sebelumnya melaporkan pelaksanaan Sekolah Rakyat gelombang kedua berlangsung serentak di 65 titik pada akhir Juli 2026. Program tersebut terus diperluas untuk menjangkau anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan memadai.

Dengan demikian, penyerahan sertifikat lahan di Mamuju Tengah menjadi salah satu tahapan administratif menuju pembangunan permanen. Pemerintah daerah dan Kemensos selanjutnya perlu memastikan seluruh persyaratan terpenuhi sebelum menentukan pelaksanaan pembangunan.

Berita Terkait

Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang
Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa
BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu
Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok
Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik
Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai
Mutasi Tiga Kapolres Polda Jambi, Ini Nama Pejabat Baru untuk Batanghari, Tanjabbar, dan Kerinci
KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:00 WIB

Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang

Jumat, 4 September 2026 - 13:00 WIB

Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu

Rabu, 2 September 2026 - 19:26 WIB

Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik

Berita Terbaru