Pangan Lokal Senggi Diolah Jadi Produk Bergizi, TEP UNDIP Dorong Kader dan UMKM Kembangkan Potensi Setempat

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Ekspedisi Patriot UNDIP mengembangkan olahan sagu, petatas, pisang, dan keladi melalui program Sagu Sapa di Kawasan Transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Papua (foto: Tim 4 Ekspedisi Patriot UNDIP Senggi)

Tim Ekspedisi Patriot UNDIP mengembangkan olahan sagu, petatas, pisang, dan keladi melalui program Sagu Sapa di Kawasan Transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Papua (foto: Tim 4 Ekspedisi Patriot UNDIP Senggi)

Sisipublik.com – Pangan lokal Senggi mulai mendapat nilai tambah melalui program Sagu Sapa yang dikembangkan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Diponegoro (UNDIP). Program tersebut mengolah pisang, keladi, petatas, serta sagu menjadi beragam sajian yang dapat mendukung pemenuhan gizi keluarga sekaligus membuka peluang pengembangan usaha masyarakat di Kawasan Transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Papua.

Program Sagu Sapa atau Sajian Gizi Unggul, Lestarikan Pangan Lokal menyasar kader kesehatan dan pelaku UMKM. Melalui pendekatan tersebut, TEP UNDIP tidak hanya memperkenalkan cara mengolah bahan pangan, tetapi juga mendorong masyarakat melihat komoditas yang tersedia di sekitar mereka sebagai bahan baku produk bernilai tambah.

Pangan lokal Senggi masuk ke empat produk olahan

Pangan lokal Senggi dalam program tersebut berkembang menjadi empat jenis produk. Peserta mengolah keladi menjadi Sapa Boladi, pisang menjadi Sapa Bronana, petatas menjadi Sapa Kita, serta sagu dan gula merah menjadi Sapa Sagara.

Kegiatan berlangsung di Aula UPTD Puskesmas Senggi pada Sabtu, 12 September 2026. Sebanyak 21 peserta dari kader Posyandu, Posbindu, Malaria, serta pelaku UMKM mengikuti workshop dan praktik pengolahan. TEP UNDIP membagi peserta ke dalam lima kelompok agar mereka dapat mempraktikkan langsung setiap tahapan pembuatan produk.

Baca Juga :  Kemenkes dan Gojek Perluas Program Cek Kesehatan Gratis bagi Mitra Pengemudi di 17 Kota

Dengan pola tersebut, kegiatan tidak berhenti pada pengenalan resep. Peserta juga memperoleh pengalaman mengembangkan bahan pangan yang sebelumnya masyarakat Senggi olah secara sederhana menjadi produk dengan bentuk dan penggunaan yang lebih beragam.

Ketua Tim 4 Ekspedisi Patriot UNDIP, Prof. Dr. Diana Nur Afifah, mengatakan kader kesehatan memiliki peran untuk meneruskan pengetahuan pengolahan pangan dan edukasi gizi kepada keluarga serta masyarakat. Sementara itu, pelaku UMKM dapat mengembangkan produk tersebut menjadi bagian dari kegiatan usaha.

Dari kebutuhan gizi menuju peluang usaha

Bagi masyarakat, pengembangan olahan pangan lokal membuka kemungkinan pemanfaatan bahan yang mudah mereka temukan tanpa harus selalu bergantung pada produk dari luar wilayah. Diversifikasi juga memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk menguji produk pangan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Mama Mery, kader Posyandu Kampung Woslay SP 2, mengatakan kegiatan tersebut memberinya pengetahuan baru mengenai pengolahan bahan pangan yang selama ini tersedia di lingkungan masyarakat.

Pendekatan itu juga sejalan dengan temuan TEP UNDIP mengenai kondisi Senggi. Dalam pemaparan hasil kerja lapangan pada September 2026, UNDIP menyebut bidang kesehatan dan gizi sebagai salah satu fokus programnya. Tim mengembangkan modul edukasi bagi kader, remaja, dan guru serta modul resep Sagu Sapa untuk mendukung pemanfaatan pangan lokal.

Baca Juga :  Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Dunia Lewat Kerja Sama BRICS

Selain Sagu Sapa, TEP UNDIP menjalankan program lain di Senggi, termasuk intervensi biskuit sehat bagi sedikitnya 30 wanita usia subur selama 10 minggu. Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan kesehatan dan gizi berjalan bersama pendampingan masyarakat di kawasan transmigrasi.

Kader dan UMKM menjadi penggerak lanjutan

Keterlibatan kader kesehatan menjadi bagian penting karena pengetahuan mengenai pangan bergizi dapat diteruskan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Pada saat yang sama, UMKM memiliki ruang untuk mengembangkan resep, kemasan, pemasaran, dan produksi sesuai kebutuhan konsumen.

Kementerian Transmigrasi sendiri menempatkan pendayagunaan potensi lokal dan peningkatan nilai tambah komoditas sebagai bagian dari arah transformasi transmigrasi. Regulasi kementerian juga menempatkan Tim Ekspedisi Patriot sebagai sarana riset, kajian, dan pendampingan yang hasilnya dapat mendukung pengembangan kawasan.

Karena itu, Sagu Sapa tidak hanya berkaitan dengan pengolahan makanan. Program tersebut mempertemukan kebutuhan gizi, pengetahuan masyarakat, dan potensi ekonomi lokal dalam satu kegiatan.

Berita Terkait

Digitalisasi Layanan Haji, Pemerintah Benahi Antrean dan Biaya Pemeriksaan Kesehatan
Investasi Sektor Kesehatan Jadi Peluang Dorong Ekonomi Indonesia hingga 8 Persen
KKSK Perkuat Pengawasan Obat dan Jaminan Kesehatan Lewat Integrasi Data
RS Dustira Perkuat Layanan Kesehatan Prajurit dan Masyarakat, Pengembangan Jadi Sorotan
Rujukan Pasien Teluk Wondama Diperkuat Lewat Rekam Medis Elektronik
Kemenkes Turunkan Syarat SKP Dokter Jadi 160, Fokus Kompetensi Bergeser ke Pelayanan
SATUSEHAT Raih Dua Penghargaan, Integrasi Layanan Kesehatan Digital Terus Meluas
Influenza Meningkat di Indonesia, Data Kemenkes Tunjukkan Aktivitas Masih Level Medium
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Digitalisasi Layanan Haji, Pemerintah Benahi Antrean dan Biaya Pemeriksaan Kesehatan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Investasi Sektor Kesehatan Jadi Peluang Dorong Ekonomi Indonesia hingga 8 Persen

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:00 WIB

KKSK Perkuat Pengawasan Obat dan Jaminan Kesehatan Lewat Integrasi Data

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:00 WIB

RS Dustira Perkuat Layanan Kesehatan Prajurit dan Masyarakat, Pengembangan Jadi Sorotan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Rujukan Pasien Teluk Wondama Diperkuat Lewat Rekam Medis Elektronik

Berita Terbaru