Riset BRIN Ungkap Potensi Ulat Sagu sebagai Sumber Protein dan Bahan Baku Industri

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ulat sagu (Rhynchophorus spp.) berpotensi dikembangkan sebagai sumber protein alternatif dan bahan baku pangan, pakan, serta industri melalui kajian BRIN

Ulat sagu (Rhynchophorus spp.) berpotensi dikembangkan sebagai sumber protein alternatif dan bahan baku pangan, pakan, serta industri melalui kajian BRIN

Sisipublik.com – Ulat sagu berpotensi menjadi sumber protein alternatif yang dapat dikembangkan untuk pangan, pakan, dan kebutuhan industri. Potensi tersebut menjadi perhatian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam kajian terhadap Rhynchophorus spp. yang selama ini dikenal sebagai hama pada tanaman sagu.

Kajian itu dibahas dalam Webinar EstCrops_Corner #31 bertema “Rhynchophorus spp. (Ulat Sagu) pada Perkebunan Sagu di Indonesia: Peran Ganda sebagai Hama Perusak Batang dan Sumber Daya Pangan” yang digelar Pusat Riset Tanaman Perkebunan (PRTP), Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN, secara daring pada Jumat (28/8).

Ulat sagu menjadi sumber protein

Larva ulat sagu juga telah dikenal sebagai salah satu pangan tradisional masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia timur. Selain itu, hasil kajian yang dipaparkan dalam forum tersebut menunjukkan adanya potensi kandungan nutrisi yang menarik untuk pengembangan lebih lanjut.

Peneliti Ahli Madya PRTP ORPP BRIN Rein E. Senewe mengkaji bioekologi Rhynchophorus spp. pada tanaman inang utama sagu. Ia mengamati perkembangan larva pada batang sagu yang telah ditebang dan menemukan lima tahap perkembangan atau instar.

Informasi mengenai siklus perkembangan tersebut penting karena dapat membantu menentukan waktu pemanfaatan larva. Berdasarkan pengamatan tersebut, terdapat periode sekitar 75–90 hari setelah batang sagu ditebang yang dalam pemaparan penelitian disebut sebagai “jendela panen emas”. Pada periode itu, biomassa larva mencapai kondisi potensial untuk dimanfaatkan, dengan biomassa maksimum yang diamati sekitar 4,62 gram.

Baca Juga :  Pengendalian Tikus Sawah Dimulai Sebelum Populasi Melonjak, BRIN Kenalkan Strategi Terpadu di Klaten

Temuan tersebut membuka peluang pemanfaatan larva yang berkembang pada batang sagu setelah penebangan. Namun, pemanfaatannya tetap membutuhkan kajian lebih lanjut agar tidak mengganggu pengelolaan perkebunan.

Tepung kering ulat sagu berpotensi mengandung protein sekitar 60 persen

Selain aspek pertumbuhan, penelitian BRIN juga menyoroti komposisi nutrisi larva. Tepung kering ulat sagu berpotensi mengandung protein sekitar 60 persen.

Dalam kajian yang dipaparkan, tepung kering ulat sagu juga disebut mengandung lemak serta asam lemak omega 3, 6, dan 9. Kandungan itu membuat Rhynchophorus spp. menarik untuk dikaji sebagai salah satu alternatif sumber protein dalam pengembangan pangan berkelanjutan.

Meski demikian, kandungan nutrisi bukan satu-satunya pertimbangan. Rein menekankan pentingnya memperhatikan bioekologi, keamanan pangan, serta risiko yang berkaitan dengan keberadaan ulat sagu sebagai organisme perusak tanaman.

Dengan demikian, pemanfaatan larva tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga produktivitas perkebunan sagu. Riset perlu memastikan bahwa pengembangan ulat sagu sebagai bahan pangan atau bahan baku tidak justru meningkatkan risiko serangan hama.

Identifikasi spesies menjadi bagian penting pengembangan

Di sisi lain, pengembangan pemanfaatan ulat sagu juga membutuhkan kepastian mengenai spesies yang diteliti. Peneliti Ahli Pertama Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi ORHL BRIN Anang Setyo Budi menjelaskan bahwa identifikasi Rhynchophorus tidak cukup hanya berdasarkan warna dan bentuk tubuh.

Kajian yang dipaparkan juga membedakan persebaran beberapa spesies. R. vulneratus lebih banyak ditemukan di wilayah barat Indonesia, sedangkan R. bilineatus berasosiasi dengan ekosistem sagu di wilayah timur.

Baca Juga :  Minapadi Salin BRIN Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Pesisir di Batang

Informasi tersebut menjadi penting karena pemanfaatan sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri memerlukan identifikasi organisme yang akurat. Dengan begitu, pengembangan produk dapat berjalan berdasarkan data biologis yang lebih kuat.

Dari hama menuju bioinovasi berbasis sagu

Kepala Pusat Riset Tanaman Perkebunan ORPP BRIN Setiari Marwanto menilai pengelolaan ulat sagu perlu melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas. Sagu tidak hanya memiliki nilai pangan, tetapi juga berpotensi mendukung industri, lingkungan, dan perekonomian masyarakat.

Karena itu, tantangannya bukan semata-mata memberantas Rhynchophorus spp. sebagai hama. Riset juga perlu mencari cara untuk mengelola organisme tersebut sehingga potensi ekonominya dapat dimanfaatkan tanpa mengorbankan keberlanjutan perkebunan sagu.

Perspektif industri turut muncul dalam webinar tersebut. Jenny Widjaja dari PT Sagolicious Indonesia Prima memaparkan peluang pengolahan Rhynchophorus spp. menjadi tepung protein untuk kebutuhan pangan, pakan, maupun bahan baku industri.

Pada akhirnya, kajian BRIN menunjukkan bahwa ulat sagu memiliki dua sisi yang perlu dikelola secara bersamaan. Larvanya dapat menjadi ancaman bagi tanaman, tetapi juga memiliki potensi sebagai sumber daya hayati.

Pendekatan multidisiplin menjadi penting untuk mengembangkan potensi tersebut. Bioekologi, biosistematika, nutrisi, keamanan pangan, teknologi pengolahan, industri, hingga aspek ekonomi perlu berjalan beriringan agar pemanfaatan ulat sagu tidak berhenti pada temuan laboratorium, tetapi dapat berkembang menjadi bioinovasi yang aman dan bernilai.

Berita Terkait

Cara Cek WiFi Rumah Dipakai Orang Lain dan Memblokir Perangkat Asing
Teknologi PVT BRIN Manfaatkan Panas Panel Surya untuk Pengeringan Hasil Panen
Biogas dari Kotoran Sapi Bantu Warga Manokwari Selatan Atasi Kelangkaan Minyak Tanah
Dual Monitor Bantu Pangkas Perpindahan Jendela Saat Kerja di Laptop dan PC
MacBook Sleep atau Shutdown? Ini Pilihan yang Tepat Berdasarkan Situasi
Riset Jadi Cerita, BRIN Ubah Pengetahuan Ilmiah agar Lebih Dekat dengan Anak
Cara Bersihkan Layar HP agar Tetap Bersih dan Minim Risiko Goresan
Cara Download Aplikasi agar Smartphone Terhindar dari Malware
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Cara Cek WiFi Rumah Dipakai Orang Lain dan Memblokir Perangkat Asing

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Teknologi PVT BRIN Manfaatkan Panas Panel Surya untuk Pengeringan Hasil Panen

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Biogas dari Kotoran Sapi Bantu Warga Manokwari Selatan Atasi Kelangkaan Minyak Tanah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Dual Monitor Bantu Pangkas Perpindahan Jendela Saat Kerja di Laptop dan PC

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:00 WIB

MacBook Sleep atau Shutdown? Ini Pilihan yang Tepat Berdasarkan Situasi

Berita Terbaru