Teknologi Laser Perluas Pilihan Pemulihan Cedera bagi Masyarakat Aktif Berolahraga

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

terapi laser berbasis MLS untuk mendukung pemulihan cedera olahraga pada otot, sendi, dan jaringan muskuloskeletal (foto: kementerian pemuda dan olahraga)

terapi laser berbasis MLS untuk mendukung pemulihan cedera olahraga pada otot, sendi, dan jaringan muskuloskeletal (foto: kementerian pemuda dan olahraga)

Sisipublik.com – Teknologi laser untuk cedera olahraga mulai mendapat perhatian sebagai salah satu pilihan dalam mendukung pemulihan gangguan pada otot, sendi, dan jaringan muskuloskeletal. Kehadiran teknologi ini tidak hanya menyasar atlet, tetapi juga masyarakat yang rutin melakukan aktivitas olahraga.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Muhammad Ikhwan Zein menjelaskan pemanfaatan teknologi tersebut setelah acara penandatanganan kerja sama antara Gea Medical dan Jogja Sport Clinic (JSC) dalam Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Jumat (11/9).

Teknologi laser untuk cedera olahraga menyasar kebutuhan yang makin luas

Teknologi laser untuk cedera olahraga menggunakan sistem Multiwave Locked System (MLS), yang menurut Ikhwan dapat mendukung penanganan cedera akut maupun kronis.

Ikhwan mengatakan penggunaan terapi tersebut tidak terbatas pada atlet profesional. Menurut dia, bertambahnya masyarakat yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari aktivitas rutin turut meningkatkan kebutuhan terhadap layanan penanganan cedera.

Karena itu, terapi tersebut dapat menjadi salah satu bagian dari upaya pemulihan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas fisik sesuai kondisi dan penilaian tenaga kesehatan.

Baca Juga :  Ahli Jantung Menyarankan Risiko Jadwal Tidur Tidak Teratur, Bisa Memengaruhi Kesehatan Jantung

Terapi noninvasif tanpa sayatan

Salah satu karakteristik terapi laser yang ditawarkan ialah pendekatan noninvasif. Terapi mengarahkan energi laser ke area yang membutuhkan penanganan tanpa membuat sayatan atau tusukan pada kulit.

Ikhwan menjelaskan pendekatan tersebut memungkinkan tenaga medis memberikan terapi pada jaringan yang mengalami masalah tanpa tindakan pembedahan. Namun, kebutuhan dan bentuk terapi tetap bergantung pada kondisi cedera masing-masing pasien.

Informasi teknis mengenai MLS juga menyebutkan sistem tersebut dirancang untuk memberikan efek terapeutik melalui kombinasi emisi kontinu dan berdenyut. Pengembang teknologi menyebut penggunaannya antara lain berkaitan dengan nyeri, peradangan, edema, dan sejumlah gangguan muskuloskeletal.

Jogja Sport Clinic mulai menerapkan teknologi MLS

Penggunaan teknologi tersebut telah diperkenalkan di Jogja Sport Clinic, Yogyakarta. Langkah ini menambah pilihan terapi yang tersedia dalam layanan kedokteran olahraga dan rehabilitasi.

Kehadiran teknologi baru itu juga sejalan dengan kebutuhan pengembangan layanan kedokteran olahraga di Yogyakarta. Sebelumnya, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Yogyakarta dan Rumah Sakit Akademik UGM menjajaki penguatan layanan kedokteran olahraga serta program wellness terpadu.

Baca Juga :  Karies Gigi Jadi Temuan Terbanyak CKG Anak Sekolah, Kemenkes Perkuat Pencegahan

Ikhwan, yang memiliki latar belakang kedokteran olahraga dan terlibat dalam pengembangan Jogja Sport Clinic, menilai teknologi tersebut dapat melengkapi penanganan cedera muskuloskeletal.

Teknologi laser menjadi pelengkap penanganan cedera

Penggunaan terapi laser tidak mengubah kebutuhan terhadap diagnosis dan penanganan medis yang sesuai dengan jenis cedera. Teknologi tersebut lebih tepat ditempatkan sebagai salah satu opsi dalam rangkaian pemulihan, bukan sebagai pengganti seluruh metode penanganan cedera.

Ikhwan juga menyebut Menteri Pemuda dan Olahraga menyambut penggunaan teknologi tersebut sebagai salah satu opsi penanganan cedera muskuloskeletal.

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga, perkembangan layanan seperti ini menunjukkan kebutuhan pemulihan cedera tidak lagi hanya berkaitan dengan atlet profesional. Masyarakat yang berolahraga secara rutin juga membutuhkan akses terhadap penanganan cedera yang sesuai dengan kondisi dan rekomendasi tenaga kesehatan.

Berita Terkait

Skrining Mata Kemenkes Sasar 60.000 Siswa dan Pekerja, Layanan Diperluas ke Puskesmas
Kabut Asap Ancam Kesehatan, Menkes Prioritaskan Perlindungan Kelompok Rentan
Digitalisasi Layanan Haji, Pemerintah Benahi Antrean dan Biaya Pemeriksaan Kesehatan
Investasi Sektor Kesehatan Jadi Peluang Dorong Ekonomi Indonesia hingga 8 Persen
KKSK Perkuat Pengawasan Obat dan Jaminan Kesehatan Lewat Integrasi Data
RS Dustira Perkuat Layanan Kesehatan Prajurit dan Masyarakat, Pengembangan Jadi Sorotan
Rujukan Pasien Teluk Wondama Diperkuat Lewat Rekam Medis Elektronik
Kemenkes Turunkan Syarat SKP Dokter Jadi 160, Fokus Kompetensi Bergeser ke Pelayanan
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Skrining Mata Kemenkes Sasar 60.000 Siswa dan Pekerja, Layanan Diperluas ke Puskesmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kabut Asap Ancam Kesehatan, Menkes Prioritaskan Perlindungan Kelompok Rentan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Digitalisasi Layanan Haji, Pemerintah Benahi Antrean dan Biaya Pemeriksaan Kesehatan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Investasi Sektor Kesehatan Jadi Peluang Dorong Ekonomi Indonesia hingga 8 Persen

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:00 WIB

KKSK Perkuat Pengawasan Obat dan Jaminan Kesehatan Lewat Integrasi Data

Berita Terbaru