Karies Gigi Jadi Temuan Terbanyak CKG Anak Sekolah, Kemenkes Perkuat Pencegahan

- Jurnalis

Sabtu, 19 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa mengikuti edukasi dan pemeriksaan kesehatan gigi dalam kick-off Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2026 di SDN Menteng 01, Jakarta (foto: kementerian kesehatan)

Siswa mengikuti edukasi dan pemeriksaan kesehatan gigi dalam kick-off Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2026 di SDN Menteng 01, Jakarta (foto: kementerian kesehatan)

Sisipublik.com – Karies gigi menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) anak sekolah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sekitar 41 persen siswa yang menjalani pemeriksaan mengalami gigi berlubang.

Temuan tersebut mendorong Kemenkes memperkuat upaya promotif dan preventif melalui lingkungan sekolah. Pemerintah menilai pemeriksaan saja belum cukup apabila tidak diikuti perubahan kebiasaan dan tindak lanjut terhadap masalah yang ditemukan.

Karies gigi menjadi perhatian dalam CKG

Karies gigi anak sekolah menjadi perhatian karena pemeriksaan CKG menunjukkan masalah tersebut menempati posisi teratas di antara berbagai temuan kesehatan siswa. Kemenkes sebelumnya mencatat angka karies mencapai 40,9 persen berdasarkan data pemeriksaan CKG hingga Agustus 2026.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan pemeriksaan gigi termasuk bagian penting dalam CKG anak sekolah. Karena itu, ia mendorong orang tua dan sekolah memanfaatkan layanan tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi siswa sejak dini.

Menurut Dante, pemeriksaan berkala dapat membantu menemukan masalah sebelum keluhan berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Ia juga mendorong pemeriksaan gigi setiap enam bulan sebagai bagian dari pemantauan kesehatan anak.

Sekolah berperan membangun kebiasaan

Kemenkes melihat sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk perilaku kesehatan anak. Selain melalui pemeriksaan, edukasi dapat berjalan melalui kegiatan UKS, dokter kecil, pramuka, dan aktivitas sekolah lainnya.

Baca Juga :  Kenaikan Harga Obat Dipastikan Kemenkes Tetap Terkendali, Batas Maksimal Tak Lebih dari 10 Persen

Karena itu, siswa perlu mendapat pengetahuan praktis mengenai cara menyikat gigi yang benar, pilihan makanan yang mendukung kesehatan gigi, serta penggunaan pasta gigi berfluoride. Sekolah juga dapat mengenalkan tanda awal gigi berlubang agar siswa lebih cepat melaporkan keluhan.

Selain itu, kebiasaan menyikat gigi perlu dilakukan pada waktu yang tepat. Kemenkes menganjurkan anak menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur pada malam hari.

Pemeriksaan perlu dilanjutkan dengan perawatan

Program CKG sendiri tidak hanya bertujuan menemukan masalah kesehatan. Kemenkes menempatkan tindak lanjut sebagai bagian penting dari pelaksanaan program pada 2026. Pemeriksaan anak sekolah mencakup sejumlah aspek, termasuk status gizi, indera, gigi, kesehatan jiwa, serta pemeriksaan lain sesuai kelompok usia.

Dengan demikian, temuan gigi berlubang perlu mendapat perhatian setelah pemeriksaan. Langkah tersebut sejalan dengan arah CKG yang mendorong penanganan terhadap masalah kesehatan yang ditemukan, bukan sekadar menghasilkan data pemeriksaan.

Bagi keluarga, hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah perawatan. Sementara itu, sekolah dapat membantu membangun lingkungan yang mendukung kebiasaan menjaga kesehatan gigi secara konsisten.

Baca Juga :  Ahli Jantung Menyarankan Risiko Jadwal Tidur Tidak Teratur, Bisa Memengaruhi Kesehatan Jantung

BKGN 2026 dorong kepedulian sejak usia sekolah

Penguatan edukasi kesehatan gigi juga menjadi bagian dari Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026. Kegiatan tahun ini mengusung tema “Gigi Kuat, Senyum Sehat, Indonesia Hebat” dengan subtema “Periksa, Tindak Lanjut, Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut”.

BKGN 2026 melibatkan Kemenkes, Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia, serta mitra swasta.

Kick-off BKGN 2026 berlangsung di SDN Menteng 01, Jakarta, pada Kamis, 17 September 2026. Kegiatan tersebut mencakup edukasi kesehatan gigi, pemeriksaan gigi gratis, dan praktik menyikat gigi bersama siswa.

Wakil Ketua PB PDGI drg. Tari Tritarayati mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan mendekatkan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi kepada masyarakat. Menurutnya, kepedulian terhadap kesehatan gigi perlu berlanjut dari pemeriksaan menuju perawatan dan pembentukan kebiasaan sehari-hari.

Memasuki penyelenggaraan ke-17, BKGN 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperkuat perhatian terhadap kesehatan gigi sejak usia sekolah. Langkah tersebut sekaligus melengkapi upaya CKG dalam mendeteksi masalah kesehatan dan mendorong tindak lanjut bagi anak yang membutuhkan.

Berita Terkait

Kemenkes Satukan Perencanaan dan Anggaran Mitra untuk Perkuat Sistem Kesehatan
Teknologi Laser Perluas Pilihan Pemulihan Cedera bagi Masyarakat Aktif Berolahraga
160 Nakes Batch 2 ke NTT Fokus Pulihkan Trauma Warga Pascagempa
Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Kesiapsiagaan Kesehatan, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
SATUSEHAT RME Integrasikan Data Pasien Nasional, Akses Medis Kini Berbasis Individu
25 Prodi PPDS Hospital-Based Dibuka, Pemerintah Bidik Pemerataan Dokter Spesialis
Ayah Siaga Jadi Kunci Cegah Stunting pada 1.000 HPK
Karhutla Ancam Kelompok Rentan, Kemenkes Perkuat Layanan Kesehatan di Tujuh Provinsi
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 06:00 WIB

Karies Gigi Jadi Temuan Terbanyak CKG Anak Sekolah, Kemenkes Perkuat Pencegahan

Kamis, 17 September 2026 - 09:00 WIB

Kemenkes Satukan Perencanaan dan Anggaran Mitra untuk Perkuat Sistem Kesehatan

Minggu, 13 September 2026 - 08:00 WIB

Teknologi Laser Perluas Pilihan Pemulihan Cedera bagi Masyarakat Aktif Berolahraga

Rabu, 9 September 2026 - 21:00 WIB

160 Nakes Batch 2 ke NTT Fokus Pulihkan Trauma Warga Pascagempa

Minggu, 6 September 2026 - 16:00 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Kesiapsiagaan Kesehatan, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Berita Terbaru