Sisipublik.com – Literasi bisnis Padang Pariaman menjadi bagian dari upaya memperkuat kembali usaha ekonomi kreatif setelah bencana. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) membekali 50 pelaku ekonomi kreatif dengan pengetahuan bisnis dan keuangan melalui program Ekraf Peduli: Pulih Bersama, Bangkit Berdaya, Selasa (15/9/2026).
Program tersebut tidak hanya memberikan materi pengelolaan usaha. Peserta juga memperoleh informasi mengenai keamanan pendanaan dan cara mengakses permodalan. Dengan demikian, pembekalan diarahkan untuk membantu pelaku usaha memperbaiki kesiapan bisnis sekaligus membuka peluang pengembangan usaha.
Literasi bisnis Padang Pariaman berlanjut ke pendampingan
Setelah mengikuti tahap literasi, peserta yang memenuhi kriteria dapat melanjutkan program ke mentoring dan pendampingan. Selanjutnya, mereka dapat mengikuti sesi pitching untuk mempertemukan usaha dengan calon mitra maupun sumber pendanaan.
Rangkaian tersebut kemudian berlanjut ke monitoring dampak. Tahap ini bertujuan melihat perkembangan serta keberlanjutan usaha setelah peserta memperoleh fasilitasi.
Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi Kemenekraf/Bekraf, Anggara Hayun Anujuprana, menjelaskan bahwa pemulihan usaha perlu berjalan bersama peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif. Menurut dia, pelaku usaha membutuhkan pengetahuan dan kesiapan bisnis agar dapat membangun usaha yang lebih tangguh.
Pemulihan usaha menjadi bagian dari penanganan pascabencana
Kemenekraf memandang pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik wilayah. Aktivitas usaha dan penghidupan masyarakat juga perlu mendapat perhatian agar kegiatan ekonomi dapat kembali berjalan.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Bekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan pelaku ekonomi kreatif perlu mengambil bagian dalam proses pemulihan. Ia menekankan pentingnya kemampuan usaha agar pelaku ekraf tidak sekadar kembali beraktivitas, tetapi juga memiliki kapasitas untuk bertahan dan berkembang.
Kegiatan tersebut berlangsung melalui Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, khususnya Direktorat Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi. Sebanyak 50 pelaku ekonomi kreatif mengikuti pembekalan yang mencakup literasi bisnis dan keuangan.
Kolaborasi pemerintah dan perbankan
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman turut mendukung pelaksanaan program tersebut. Bupati John Kenedy Azis menyampaikan bahwa pemulihan ekonomi masyarakat membutuhkan kerja bersama, terutama bagi pelaku usaha yang aktivitas produksinya terdampak bencana.
Selain pemerintah, sektor perbankan ikut dalam rangkaian program. Bank Mandiri melalui Government & Institutional 1 Group, Bank Mandiri Area Padang, dan Bank Mandiri Cabang Lubuk Alung terlibat dalam dukungan program. Kantor OJK Provinsi Sumatera Barat juga menjadi bagian dari kolaborasi tersebut.
Keterlibatan lembaga keuangan membuat program tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta yang memenuhi persyaratan dapat mengikuti tahapan lanjutan untuk memperkuat kesiapan usaha dan membuka akses terhadap sumber pembiayaan yang sesuai.
Dengan pola tersebut, program Ekraf Peduli menempatkan peningkatan kapasitas, pendampingan, akses permodalan, pitching, dan pemantauan usaha sebagai rangkaian yang saling terhubung dalam proses pemulihan ekonomi pelaku kreatif di Padang Pariaman.










Komentar