Anggaran Haji 2027 Diminta Berbasis Kebutuhan Jemaah, Menhaj Tekankan Efisiensi

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf memberikan arahan dalam evaluasi program dan anggaran 2026 serta persiapan alokasi anggaran 2027 di Surabaya (foto: kementerian haji dan umrah)

Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf memberikan arahan dalam evaluasi program dan anggaran 2026 serta persiapan alokasi anggaran 2027 di Surabaya (foto: kementerian haji dan umrah)

Sisipublik.com – Anggaran haji 2027 diminta Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) disusun berdasarkan kebutuhan nyata jemaah, bukan sekadar mengulang pola alokasi anggaran tahun sebelumnya. Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menilai pendekatan tersebut penting karena penyelenggaraan haji dan umrah menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Irfan Yusuf menyampaikan arahan itu dalam kegiatan Evaluasi Program dan Anggaran 2026 serta Persiapan Pagu Alokasi Anggaran 2027 Satuan Kerja Pusat dan Daerah Kemenhaj di Surabaya, Rabu (16/9/2026). Ia meminta seluruh satuan kerja menjadikan hasil evaluasi program 2026 sebagai dasar untuk memperbaiki perencanaan tahun berikutnya.

Anggaran Haji 2027 Harus Mengacu Kebutuhan Jemaah

Dalam penyusunan anggaran haji 2027, Irfan meminta jajaran Kemenhaj lebih dahulu mengidentifikasi kebutuhan jemaah, target pelayanan, inovasi, pembinaan, dan perlindungan jemaah. Setelah kebutuhan tersebut terpetakan, satuan kerja dapat menentukan besaran anggaran yang diperlukan.

Dengan demikian, evaluasi tidak berhenti pada pencapaian penyerapan anggaran. Kemenhaj juga perlu melihat manfaat program, kualitas pelayanan, serta akuntabilitas penggunaan anggaran.

Irfan mengingatkan agar satuan kerja tidak otomatis mempertahankan suatu alokasi hanya karena program tersebut telah memperoleh anggaran pada tahun sebelumnya. Menurutnya, setiap usulan perlu memiliki alasan kebutuhan dan target yang jelas.

Baca Juga :  Mendikti: 122 Program Studi Bertransformasi pada 2026, Kampus Sesuaikan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri

Tantangan 2027 Mendorong Efisiensi

Selain membenahi perencanaan, Kemenhaj menghadapi tantangan ekonomi global yang menurut Irfan masih penuh tekanan. Kondisi tersebut mendorong kementerian untuk menggunakan anggaran secara lebih cermat dan efisien.

“2027 tantangannya lebih besar. Kondisi ekonomi dunia juga tidak mudah. Karena itu, kita harus semakin cermat, semakin efisien, dan semakin menjaga amanah,” ujar Irfan, sebagaimana diberitakan AMPHURI dan media lain yang melaporkan kegiatan tersebut.

Karena itu, evaluasi program 2026 menjadi bagian penting dalam menentukan prioritas Kemenhaj pada 2027. Pendekatan tersebut juga sejalan dengan informasi pada portal resmi Kemenhaj yang menyebut evaluasi penyelenggaraan haji 2026 sebagai pijakan untuk memperkuat pelayanan pada musim haji 2027.

Pengelolaan APBN dan BPIH Perlu Terkoordinasi

Kemenhaj juga menaruh perhatian pada pengelolaan berbagai sumber pembiayaan penyelenggaraan haji. Irfan meminta penggunaan APBN dan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) berjalan dengan pembagian tanggung jawab yang jelas.

Baca Juga :  Peran Pramuka Perkuat Karakter Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Koordinasi tersebut bertujuan memastikan setiap kebutuhan memperoleh sumber pembiayaan yang tepat sekaligus mencegah pembiayaan berganda.

Kemenhaj juga menerapkan prinsip tanpa toleransi terhadap penyimpangan. Karena itu, seluruh jajaran harus menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan. Mereka juga tidak boleh meminta atau menerima pungutan maupun imbalan yang tidak semestinya dalam proses penyelenggaraan haji dan umrah.

Evaluasi 2026 Menjadi Dasar Perbaikan

Irfan menegaskan bahwa anggaran bukan sekadar instrumen untuk membiayai kegiatan. Menurut dia, penggunaan anggaran harus mendukung tujuan utama penyelenggaraan haji dan umrah, yakni meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.

Dengan pendekatan tersebut, Kemenhaj ingin menghubungkan perencanaan anggaran dengan hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat. Program yang masuk dalam perencanaan 2027 perlu memiliki kebutuhan yang jelas, target terukur, serta manfaat bagi jemaah.

Irfan kemudian mengapresiasi jajaran Kemenhaj yang telah menjalankan tugas sepanjang 2026. Ia meminta seluruh pegawai terus mengawal program, anggaran, manfaat, dan amanah dalam menjalankan tugas.

Berita Terkait

E20 Ditargetkan Dua Tahun, Pemerintah Petakan 2 Juta Hektare Lahan Tebu
Produk Pangan Nasional Disiapkan Masuk Rantai Pasok Haji 2027
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Masuk Tahap Panja, Pemerintah Soroti Perlindungan Pekerja
Libur Nasional 2027 Capai 18 Hari, Pemerintah Antisipasi Lonjakan Mobilitas Saat Lebaran
Harga BBM Subsidi Tetap, Bahlil Siapkan Strategi Hadapi Gejolak Minyak Dunia
Asuransi Usaha Tani Padi 2026 Jadi Jaring Pengaman Modal Petani di Tengah Ancaman El Nino
Suahasil Nazara Tekankan Disiplin Defisit dan Efektivitas Belanja APBN
Suahasil Nazara Kembali ke Posisi Puncak Kemenkeu, Prabowo Resmi Lantiknya sebagai Menkeu
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:00 WIB

Anggaran Haji 2027 Diminta Berbasis Kebutuhan Jemaah, Menhaj Tekankan Efisiensi

Jumat, 18 September 2026 - 06:00 WIB

E20 Ditargetkan Dua Tahun, Pemerintah Petakan 2 Juta Hektare Lahan Tebu

Kamis, 17 September 2026 - 07:00 WIB

Produk Pangan Nasional Disiapkan Masuk Rantai Pasok Haji 2027

Rabu, 16 September 2026 - 11:00 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Masuk Tahap Panja, Pemerintah Soroti Perlindungan Pekerja

Rabu, 16 September 2026 - 09:00 WIB

Libur Nasional 2027 Capai 18 Hari, Pemerintah Antisipasi Lonjakan Mobilitas Saat Lebaran

Berita Terbaru