Event by Indonesia Catat Dampak Ekonomi Rp1,09 Triliun, Konser Internasional Jadi Penggerak Pariwisata

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan pentingnya pengembangan ekosistem event untuk mendorong pariwisata dan aktivitas ekonomi di Indonesia (foto: kementerian pariwisata)

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan pentingnya pengembangan ekosistem event untuk mendorong pariwisata dan aktivitas ekonomi di Indonesia (foto: kementerian pariwisata)

Sisipublik.com – Event by Indonesia mencatat dampak ekonomi yang cukup besar bagi ekosistem pariwisata Indonesia. Kementerian Pariwisata menyebut 105 event yang memperoleh dukungan program tersebut sepanjang Januari–Juli 2026 melibatkan jutaan pengunjung, ribuan UMKM, serta pekerja seni dan komunitas.

Program tersebut mencakup berbagai jenis kegiatan, mulai dari event nasional dan internasional hingga Karisma Event Nusantara (KEN) serta kegiatan MICE. Karena itu, pemerintah melihat penyelenggaraan event bukan hanya sebagai agenda hiburan, tetapi juga sebagai salah satu instrumen untuk menggerakkan aktivitas ekonomi di destinasi.

Event by Indonesia Libatkan 6,47 Juta Pengunjung

Event by Indonesia mendapat dukungan pemerintah karena kegiatan yang masuk dalam program tersebut memiliki keterkaitan dengan pergerakan wisatawan dan ekonomi lokal. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Kementerian Pariwisata mendukung 105 event yang terdiri atas 18 event nasional, 10 event internasional, 61 KEN, 14 MICE, dan dua event daerah lainnya.

Berdasarkan kajian dampak Kementerian Pariwisata, rangkaian kegiatan tersebut menarik lebih dari 6,47 juta pengunjung. Selain itu, lebih dari 11 ribu UMKM serta lebih dari 184 ribu pekerja seni dan komunitas ikut terlibat.

Baca Juga :  Menpar: Pertumbuhan Pariwisata Butuh SDM Kritis dan Berintegritas

Dari aktivitas tersebut, pemerintah memperkirakan perputaran uang mencapai Rp1,09 triliun. Angka itu menunjukkan bahwa dampak sebuah event dapat menjangkau berbagai pelaku ekonomi, tidak hanya penyelenggara dan penampil.

Konser Musik Internasional Perluas Rantai Ekonomi Pariwisata

Konser musik internasional menjadi salah satu bagian dari strategi tersebut. Kementerian Pariwisata menilai kedatangan musisi dan penonton dari berbagai daerah maupun negara dapat menciptakan aktivitas ekonomi pada sejumlah sektor.

Pengeluaran wisatawan dan penonton dapat mengalir ke tiket, akomodasi, transportasi, kuliner, serta berbagai layanan pendukung penyelenggaraan konser. Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak berhenti di lokasi pertunjukan, tetapi dapat menyebar ke sektor usaha di sekitarnya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pemerintah ingin penyelenggaraan event mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Menurut dia, konser internasional dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pariwisata sekaligus meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi event.

Baca Juga :  Indonesia dan Maroko Jajaki Kerja Sama Budaya Lewat Musik Tradisional

Andrea Bocelli dan BTS Masuk Dukungan Event 2026

Kementerian Pariwisata juga memberikan dukungan terhadap konser Andrea Bocelli dan BTS yang dijadwalkan berlangsung di Indonesia pada 2026. Dukungan tersebut menjadi bagian dari program Event by Indonesia untuk memperkuat penyelenggaraan event berskala internasional.

Selain mendatangkan penonton, agenda musik berskala besar juga membuka ruang bagi pelaku usaha dan pekerja kreatif untuk terlibat dalam rantai penyelenggaraan. Karena itu, pemerintah mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, penyelenggara, pelaku industri, komunitas, dan sektor usaha.

Kementerian Pariwisata berharap pengembangan ekosistem event dapat melengkapi daya tarik Indonesia yang selama ini bertumpu pada kekayaan alam dan budaya. Melalui agenda berskala nasional hingga internasional, pemerintah ingin memperluas pilihan pengalaman wisata sekaligus meningkatkan eksposur Indonesia di pasar global.

Berita Terkait

Ekonomi Warga dan Edukasi Kebencanaan Jadi Fokus Pengembangan Pariwisata Aceh
Menpar: Pertumbuhan Pariwisata Butuh SDM Kritis dan Berintegritas
Wastra Jadi Pintu Masuk Promosi Destinasi Wisata Nusantara di Jakarta
GATF 2026 Dorong Wisata Domestik di Tengah Pertumbuhan Perjalanan Wisnus
Museum Le Mayeur Hadapi Tantangan Konservasi, Promosi Koleksi Jadi Perhatian
Wisata Selam Maratua Dibidik untuk Perluas Pasar Malaysia dan Singapura
Labuan Bajo Tetap Terbuka, Akses Wisata Kembali Berjalan Pascagempa Flores
Bromo Kembali Dibuka, Pemulihan Wisata Berjalan dengan Tanggung Jawab Konservasi
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 07:00 WIB

Event by Indonesia Catat Dampak Ekonomi Rp1,09 Triliun, Konser Internasional Jadi Penggerak Pariwisata

Senin, 14 September 2026 - 13:00 WIB

Ekonomi Warga dan Edukasi Kebencanaan Jadi Fokus Pengembangan Pariwisata Aceh

Rabu, 9 September 2026 - 18:00 WIB

Menpar: Pertumbuhan Pariwisata Butuh SDM Kritis dan Berintegritas

Sabtu, 5 September 2026 - 13:00 WIB

Wastra Jadi Pintu Masuk Promosi Destinasi Wisata Nusantara di Jakarta

Rabu, 2 September 2026 - 08:00 WIB

GATF 2026 Dorong Wisata Domestik di Tengah Pertumbuhan Perjalanan Wisnus

Berita Terbaru