Koperasi Kampus Bisa Jadi Laboratorium Bisnis, Menkop Dorong Mahasiswa Bangun Usaha Kolektif

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong koperasi kampus menjadi ruang praktik usaha dan inovasi bagi mahasiswa dalam kegiatan di Universitas Andalas, Padang (foto: kementerian koperasi)

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong koperasi kampus menjadi ruang praktik usaha dan inovasi bagi mahasiswa dalam kegiatan di Universitas Andalas, Padang (foto: kementerian koperasi)

Sisipublik.com – Koperasi kampus dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempraktikkan kewirausahaan sekaligus mengembangkan usaha secara kolektif. Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendorong perguruan tinggi memanfaatkan koperasi mahasiswa sebagai laboratorium bisnis yang mempertemukan pembelajaran, inovasi, dan kegiatan ekonomi.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan dorongan tersebut dalam talkshow “Indonesia Punya Kamu” di Universitas Andalas, Padang, Selasa (15/9/2026). Kegiatan bertema Think Bigger, Build Together: Mahasiswa dan Masa Depan Koperasi Indonesia itu membahas keterlibatan generasi muda dalam pengembangan koperasi.

Koperasi kampus menjadi ruang praktik usaha

Menurut Ferry, koperasi kampus tidak harus berhenti pada kegiatan simpan pinjam. Koperasi dapat mengembangkan aktivitas produksi, distribusi, perdagangan, hingga industri kreatif sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman mengelola usaha sejak berada di lingkungan perguruan tinggi.

Karena itu, Kemenkop mendorong koperasi di lingkungan Universitas Andalas dan perguruan tinggi lain untuk menjadi tempat mahasiswa menguji gagasan bisnis. Pola tersebut juga dapat mempertemukan kemampuan akademik dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Selain mengembangkan kemampuan usaha, koperasi mahasiswa berpotensi membangun kerja sama antarmahasiswa melalui model usaha bersama. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep kewirausahaan, tetapi juga mengenal tata kelola organisasi dan pembagian peran dalam kegiatan ekonomi.

KDKMP diarahkan memperkuat ekonomi desa

Pengembangan koperasi kampus tersebut berjalan dalam konteks penguatan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ferry menjelaskan bahwa KDKMP memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar menyalurkan barang.

Baca Juga :  Pemilik Minimarket O!Save Makin Dicari, Ini Profil Perusahaan dan Konsep Harga Hematnya

KDKMP, menurut Kemenkop, akan menjalankan fungsi distribusi barang bersubsidi sekaligus menjadi offtaker atau pembeli siaga bagi produk UMKM desa. Peran tersebut sejalan dengan penjelasan Ferry sebelumnya bahwa KDKMP dapat menyerap hasil produksi masyarakat desa, termasuk komoditas pertanian, perikanan, peternakan, dan hortikultura.

Dengan fungsi tersebut, koperasi dapat mempertemukan produksi masyarakat dengan akses pasar. Pemerintah juga menyiapkan koperasi sebagai salah satu sarana untuk mendukung penyaluran sejumlah program pemerintah.

Ferry menilai penguatan fungsi koperasi membutuhkan digitalisasi dan tata kelola yang lebih baik. Langkah itu penting agar koperasi dapat berkembang ke berbagai sektor usaha dan tidak hanya mengandalkan layanan simpan pinjam.

Kemenkop dan BPOM perkuat kerja sama

Dalam kegiatan di Universitas Andalas tersebut, Kemenkop juga menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kerja sama itu mencakup pemberdayaan koperasi dalam pemenuhan keamanan, khasiat atau manfaat, serta mutu sediaan farmasi dan pangan olahan.

Kerja sama tersebut memperluas konteks pengembangan koperasi ke sektor produk konsumsi dan kesehatan. Sebelumnya, BPOM juga telah menyatakan dukungan terhadap KDKMP melalui pendampingan pelaku usaha, percepatan perizinan, serta pengawasan mutu produk.

Baca Juga :  Koperasi dalam Perdagangan Karbon Diperluas, Kemenkop dan KLH Perkuat Ekonomi Sirkular

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, Kepala BPOM Taruna Ikrar, Wali Kota Padang Fadly Amran, Direktur Utama Garuda TV Fahmi M. Anwari, dan Kepala Dinas Koperasi Sumatera Barat Endrizal.

Riset kampus dapat terhubung dengan kebutuhan ekonomi

Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi menyatakan kampusnya siap mendukung program pemerintah melalui riset dan inovasi. Ia mencontohkan pengembangan tinta organik berbahan tanaman gambir yang pada 2024 mencapai produksi hingga 1 juta botol dan digunakan di lebih dari 60 persen tempat pemungutan suara (TPS) di Indonesia.

Universitas Andalas juga mengembangkan riset bioteknologi kesehatan dengan lebih dari 35 produk reagen, termasuk produk untuk pengujian cepat TBC dan HIV.

Kehadiran inovasi tersebut menunjukkan ruang kerja sama antara perguruan tinggi, koperasi, pemerintah, dan pelaku usaha dapat mencakup pengembangan produk hingga akses pasar. Dalam konteks itu, koperasi mahasiswa dapat menjadi salah satu ruang untuk mengenalkan mahasiswa pada proses pengelolaan usaha berbasis inovasi.

Ferry kemudian mengajak generasi muda melanjutkan pengembangan koperasi dengan memanfaatkan kemampuan dan pengetahuan yang mereka miliki. Ia menilai keterlibatan mahasiswa penting agar koperasi dapat berkembang mengikuti kebutuhan ekonomi generasi baru.

Berita Terkait

Peternak Ayam Parigi Moutong Dibekali Keterampilan untuk Perkuat Ekonomi Desa
Pemerintah Perkuat Cadangan Energi, Storage Minyak 60 Hari dan Bioetanol E20 Disiapkan
Kemendag Bidik Pasar Kanada, 200 UMKM Kerajinan Disiapkan Perluas Ekspor hingga 2030
Budaya Produksi Halal Perlu Mengakar, Kemenag Dorong Tanggung Jawab Pelaku Usaha
KDKMP Banyumas Mulai Kumpulkan Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Avtur Pertamina
Pabrik Baterai CATL-Antam Mulai Produksi, Pemerintah Siapkan Peresmian 1.413 Titik Listrik Desa
Tenant F&B IYS 2026 Buka Peluang Belajar dan Perluas Jejaring Bisnis Anak Muda
Standardisasi Mutu Beras Oransbari Jadi Kunci Menembus Pasar Premium
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 06:00 WIB

Peternak Ayam Parigi Moutong Dibekali Keterampilan untuk Perkuat Ekonomi Desa

Rabu, 4 November 2026 - 23:00 WIB

Pemerintah Perkuat Cadangan Energi, Storage Minyak 60 Hari dan Bioetanol E20 Disiapkan

Rabu, 4 November 2026 - 06:00 WIB

Kemendag Bidik Pasar Kanada, 200 UMKM Kerajinan Disiapkan Perluas Ekspor hingga 2030

Senin, 2 November 2026 - 15:00 WIB

Budaya Produksi Halal Perlu Mengakar, Kemenag Dorong Tanggung Jawab Pelaku Usaha

Minggu, 1 November 2026 - 22:00 WIB

KDKMP Banyumas Mulai Kumpulkan Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Avtur Pertamina

Berita Terbaru