Influenza Meningkat di Indonesia, Data Kemenkes Tunjukkan Aktivitas Masih Level Medium

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pemantauan aktivitas influenza di Indonesia melalui surveilans kesehatan pada 2026 (Ilustrasi AI : sisipublik.com)

pemantauan aktivitas influenza di Indonesia melalui surveilans kesehatan pada 2026 (Ilustrasi AI : sisipublik.com)

Sisipublik.com – Influenza meningkat di Indonesia pada periode Agustus–September 2026. Namun, data surveilans Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga minggu ke-38 menunjukkan aktivitas influenza masih berada pada kategori medium sehingga pemerintah memperkuat pemantauan tanpa menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Data surveilans sentinel mencatat positivity rate influenza mencapai 56 persen pada minggu ke-38. Dari 265 spesimen yang diperiksa, sebanyak 148 spesimen menunjukkan hasil positif influenza. Influenza A (H1N1pdm09) menjadi virus yang paling dominan dalam pemeriksaan tersebut.

Influenza meningkat di Indonesia, surveilans terus diperkuat

Kemenkes mencatat aktivitas influenza pada surveilans puskesmas sudah masuk kategori medium, sedangkan pemantauan di rumah sakit masih berada pada kategori low.

Karena itu, Kemenkes mengarahkan perhatian pada penguatan surveilans, kesiapan fasilitas kesehatan, pemeriksaan laboratorium, serta komunikasi risiko. Sistem surveilans sentinel ILI-SARI sendiri memantau influenza, COVID-19, dan sejumlah penyakit pernapasan lain melalui jejaring fasilitas kesehatan dan laboratorium.

Data subclade K berbeda dari istilah “superflu”

Selain kenaikan aktivitas influenza, masyarakat juga memperbincangkan Influenza A(H3N2) subclade K dengan istilah “superflu”. Kemenkes menegaskan istilah tersebut bukan nomenklatur resmi WHO maupun CDC untuk menyebut subclade K. Oleh sebab itu, kondisi influenza perlu dinilai berdasarkan hasil pemeriksaan dan data surveilans.

Baca Juga :  Olahraga Jadi Investasi: Festival Mbois 11 Dorong Ekonomi dan Gaya Hidup Sehat

Kemenkes mencatat 188 hasil pemeriksaan subclade K melalui surveilans sentinel ILI-SARI sepanjang 2025 hingga minggu ke-38 2026. Rinciannya, 166 temuan berasal dari 2025 dan 22 temuan berasal dari 2026.

Data tersebut juga menjadi dasar Kemenkes dalam menyampaikan bahwa temuan subclade K pada 2026 lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pemantauan tetap berlangsung melalui puskesmas, rumah sakit, serta laboratorium dan balai kekarantinaan kesehatan.

Penggunaan antivirus perlu mengikuti kondisi pasien

Dari sisi penanganan, sebagian besar kasus influenza dapat pulih dengan perawatan suportif dan tidak membutuhkan rawat inap. Karena itu, Kemenkes tidak menganjurkan penggunaan oseltamivir secara sembarangan.

Penggunaan antivirus perlu mempertimbangkan kondisi pasien, terutama pada kasus berat atau pasien dengan penyakit penyerta yang membutuhkan terapi antivirus. Pembatasan tersebut juga berkaitan dengan risiko resistansi terhadap obat antivirus.

Baca Juga :  Hiking Jadi Pilihan Aktivitas untuk Menjaga Kesehatan Emosional, Ini Manfaat yang Perlu Diketahui

Sebelumnya, Kemenkes juga menjelaskan bahwa H3N2 merupakan bagian dari influenza musiman dan bukan virus baru. Pemantauan terhadap subclade K mencakup pemeriksaan laboratorium dan analisis genom untuk melihat kemungkinan perubahan karakter virus.

Masyarakat tetap perlu menerapkan pencegahan

Kemenkes meminta masyarakat tetap waspada meskipun data saat ini belum menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Langkah pencegahan mencakup perilaku hidup bersih dan sehat, penggunaan masker ketika sakit atau berada di tempat ramai, serta penerapan etika batuk dan bersin.

Selain itu, masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis apabila gejala memburuk. Bayi dan anak kecil, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta juga membutuhkan perhatian lebih karena memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi.

Dengan demikian, kenaikan aktivitas influenza saat ini menjadi alasan untuk meningkatkan pemantauan, bukan dasar untuk menyimpulkan adanya kondisi luar biasa. Kemenkes tetap menggunakan data surveilans sebagai dasar pemantauan perkembangan virus dan kesiapan layanan kesehatan.

Berita Terkait

Skrining Mata Kemenkes Sasar 60.000 Siswa dan Pekerja, Layanan Diperluas ke Puskesmas
Kabut Asap Ancam Kesehatan, Menkes Prioritaskan Perlindungan Kelompok Rentan
Digitalisasi Layanan Haji, Pemerintah Benahi Antrean dan Biaya Pemeriksaan Kesehatan
Investasi Sektor Kesehatan Jadi Peluang Dorong Ekonomi Indonesia hingga 8 Persen
KKSK Perkuat Pengawasan Obat dan Jaminan Kesehatan Lewat Integrasi Data
RS Dustira Perkuat Layanan Kesehatan Prajurit dan Masyarakat, Pengembangan Jadi Sorotan
Rujukan Pasien Teluk Wondama Diperkuat Lewat Rekam Medis Elektronik
Kemenkes Turunkan Syarat SKP Dokter Jadi 160, Fokus Kompetensi Bergeser ke Pelayanan
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Skrining Mata Kemenkes Sasar 60.000 Siswa dan Pekerja, Layanan Diperluas ke Puskesmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kabut Asap Ancam Kesehatan, Menkes Prioritaskan Perlindungan Kelompok Rentan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Digitalisasi Layanan Haji, Pemerintah Benahi Antrean dan Biaya Pemeriksaan Kesehatan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Investasi Sektor Kesehatan Jadi Peluang Dorong Ekonomi Indonesia hingga 8 Persen

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:00 WIB

KKSK Perkuat Pengawasan Obat dan Jaminan Kesehatan Lewat Integrasi Data

Berita Terbaru