Sisipublik.com – RS Dustira menjadi perhatian pemerintah dalam upaya memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan bagi prajurit TNI dan masyarakat. Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benyamin Paulus Octavianus meninjau kesiapan Rumah Sakit Tingkat II 03.05.01 Dustira Kesdam III/Siliwangi di Cimahi, Jawa Barat, Kamis, 8 Oktober 2026.
Peninjauan tersebut tidak hanya melihat kondisi fasilitas yang sudah tersedia, tetapi juga membahas arah pengembangan rumah sakit ke depan. Kedua pejabat menerima paparan mengenai profil, kondisi, layanan, serta rencana peningkatan kapasitas RS Dustira yang merupakan rumah sakit milik TNI Angkatan Darat dengan klasifikasi tipe B.
RS Dustira siapkan layanan kesehatan dengan fasilitas lengkap
RS Dustira memiliki lahan sekitar 14 hektare dan menyediakan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan paparan dalam kunjungan tersebut, rumah sakit ini memiliki kapasitas 447 tempat tidur dan 23 klinik.
Selain itu, fasilitas pelayanan mencakup instalasi gawat darurat selama 24 jam, kamar operasi, rawat inap, ICU/ICCU, HCU, serta PICU/NICU. Rumah sakit juga menyediakan fasilitas diagnostik seperti MRI, CT-Scan, X-Ray, dan radiologi.
Kapasitas tersebut membuat RS Dustira memiliki peran penting dalam memberikan layanan kesehatan bagi lingkungan TNI sekaligus masyarakat di wilayah Kodam III/Siliwangi.
Layanan unggulan diarahkan untuk kebutuhan pasien
Selain pelayanan umum, RS Dustira mengembangkan sejumlah layanan unggulan. Layanan tersebut antara lain pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up, rehabilitasi medik, NICU/PICU, layanan ginjal terpadu dengan 40 mesin hemodialisa, kateterisasi jantung, layanan talasemia, serta ortopedi dengan teknik operasi minimal invasif pada tulang belakang.
Dengan cakupan tersebut, rumah sakit melayani prajurit, pegawai negeri sipil, keluarga, serta masyarakat umum. Pemerintah juga menempatkan peningkatan kualitas layanan sebagai bagian dari arah pengembangan fasilitas kesehatan tersebut.
Pengembangan RS Dustira menyasar transformasi layanan
Ke depan, pengembangan RS Dustira akan mencakup penguatan layanan unggulan dan pemanfaatan teknologi. Pemerintah mendorong optimalisasi inovasi, transformasi digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perbaikan pelayanan publik.
Langkah tersebut penting agar peningkatan fasilitas berjalan seiring dengan kualitas pelayanan. Dengan demikian, pengembangan rumah sakit tidak hanya berorientasi pada kapasitas fisik, tetapi juga pada kemampuan tenaga kesehatan dan sistem pelayanan dalam memenuhi kebutuhan pasien.
RS Dustira sendiri tercatat sebagai rumah sakit Tipe B milik TNI Angkatan Darat. Profil resmi rumah sakit menyebutkan fasilitas tersebut melayani personel TNI AD, PNS dan keluarganya, anggota TNI lainnya, masyarakat umum, serta peserta BPJS.
Dalam kunjungan itu, Wamenhan didampingi Direktur Kesehatan Ditjen Kuathan Kemhan dan Kepala Pusat Konstruksi Baloghan Kemhan. Pada akhir kunjungan, Wamenhan meninggalkan pesan agar jajaran rumah sakit mengutamakan pelayanan yang tulus, humanis, profesional, dan berorientasi pada kesehatan prajurit.











Komentar