Gas Blok Masela Diprioritaskan untuk Domestik, 60 Persen Produksi Masuk Pasar Dalam Negeri

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gas Blok Masela Diprioritaskan untuk Domestik, 60 Persen Produksi Masuk Pasar Dalam Negeri (foto: katadata)

Gas Blok Masela Diprioritaskan untuk Domestik, 60 Persen Produksi Masuk Pasar Dalam Negeri (foto: katadata)

Sisipublik.com – Gas Blok Masela menjadi salah satu sumber energi yang akan memperkuat ketahanan energi nasional. Pemerintah menetapkan sedikitnya 60 persen produksi gas dari Lapangan Abadi Blok Masela untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, sementara porsi ekspor dibatasi maksimal 40 persen.

Kebijakan tersebut bertujuan memenuhi kebutuhan gas nasional yang terus meningkat. Selain itu, pemerintah ingin memastikan pasokan energi tersedia bagi sektor industri, pembangkit listrik, dan program hilirisasi sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa Gas Blok Masela akan menjadi penopang kebutuhan energi domestik. Ia menyampaikan hal itu dalam laporannya kepada Presiden menjelang peletakan batu pertama Proyek LNG Abadi Masela di Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Senin (20/7/2026).

“Kita akan alokasikan produksi gas Blok Masela 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40 persen maksimal untuk ekspor. Sebagian akan digunakan untuk mendukung hilirisasi PT Pupuk yang berencana membangun industri di kawasan tersebut,” ujar Bahlil.

Gas Blok Masela Jadi Penopang Industri, Kelistrikan, dan Hilirisasi

Selain memenuhi kebutuhan industri pupuk, pemerintah juga mengarahkan distribusi gas kepada PT PLN, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), serta sejumlah perusahaan swasta. Dengan demikian, pasokan energi dapat mendukung aktivitas industri sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga :  Tunjangan Kinerja Prajurit TNI Naik, Prabowo Sesuaikan Tukin Setelah Delapan Tahun

Bahlil menambahkan, pemerintah ingin menciptakan nilai tambah melalui pemanfaatan gas bumi di dalam negeri. Oleh karena itu, distribusi gas tidak hanya berfokus pada kebutuhan energi, tetapi juga mendukung pengembangan industri berbasis hilirisasi.

Selanjutnya, Kementerian ESDM bersama SKK Migas memasukkan alokasi kebutuhan domestik tersebut ke dalam Plan of Development (PoD) atau rencana pengembangan lapangan. Langkah ini di harapkan mampu menjawab peningkatan kebutuhan gas bumi untuk sektor industri, pabrik pupuk, hingga pembangkit listrik nasional.

Blok Masela Masuk Proyek Strategis Nasional

Di sisi lain, Lapangan Abadi Blok Masela berstatus sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Lokasinya berada sekitar 180 kilometer di lepas pantai Pulau Yamdena, Laut Arafura, dengan kedalaman laut antara 400 hingga 800 meter.

Baca Juga :  Camavinga Tolak Tinggalkan Real Madrid, Pilih Buktikan Kualitas di Hadapan Jose Mourinho

Kontrak kerja sama wilayah kerja Masela berlaku sejak 1998 hingga 2055. Nantinya, lapangan tersebut di targetkan mampu menghasilkan sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun, sekitar 150 juta kaki kubik standar gas pipa per hari, serta sekitar 35.000 barel kondensat setiap hari.

Proyek LNG Abadi Dilengkapi Teknologi CCS

Pengembangan Blok Masela meliputi sistem pengeboran bawah laut, fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO), pembangunan pipa gas ekspor sepanjang sekitar 175 kilometer, hingga pembangunan kilang LNG di daratan.

Selain itu, proyek ini juga mengadopsi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Teknologi tersebut berfungsi mendukung pengurangan emisi karbon sekaligus memperkuat langkah pemerintah dalam mendorong transisi energi yang lebih berkelanjutan. Namun, realisasinya tetap bergantung pada perkembangan pembangunan proyek, kesiapan fasilitas pengolahan, dan tingkat penyerapan gas oleh pengguna di dalam negeri. (j/*)

Berita Terkait

Sertipikasi Tanah Pulau Kecil Dikebut, 15.977 Pulau di Indonesia Belum Terdaftar
Kementan-Kemenko PM Perkuat Hilirisasi Pertanian untuk Buka Peluang Usaha di Daerah Miskin
Syarikat Islam Perkuat Dakwah Ekonomi, Bidik Pasar Koperasi Desa
Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar
Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami
Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data
SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah
Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Sertipikasi Tanah Pulau Kecil Dikebut, 15.977 Pulau di Indonesia Belum Terdaftar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kementan-Kemenko PM Perkuat Hilirisasi Pertanian untuk Buka Peluang Usaha di Daerah Miskin

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data

Berita Terbaru