Bantuan Kesehatan Karhutla Menjangkau Tujuh Provinsi, Kemenkes Tambah 500 Ribu Masker

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kesehatan menyiapkan bantuan masker dan perlengkapan medis untuk mendukung penanganan dampak kesehatan akibat karhutla di wilayah Sumatra dan Kalimantan (foto: kementerian kesehatan)

Petugas kesehatan menyiapkan bantuan masker dan perlengkapan medis untuk mendukung penanganan dampak kesehatan akibat karhutla di wilayah Sumatra dan Kalimantan (foto: kementerian kesehatan)

Sisipublik.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat bantuan kesehatan karhutla di tujuh provinsi di Sumatra dan Kalimantan dengan menambah pasokan masker, alat konsentrator oksigen, serta obat-obatan. Langkah ini menyasar masyarakat yang menghadapi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan pengiriman 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak. Selain itu, ia meminta puskesmas memperluas layanan rumah oksigen dan memastikan ketersediaan obat untuk menangani infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta diare.

Penguatan bantuan kesehatan karhutla tersebut menjadi bagian dari respons darurat pemerintah untuk menjaga akses layanan medis ketika asap mengganggu aktivitas masyarakat. Kemenkes juga melibatkan pemerintah daerah dan tenaga kesehatan setempat agar penyaluran logistik sesuai kebutuhan di lapangan.

Tujuh Provinsi Mendapat Tambahan Logistik Medis

Kemenkes memprioritaskan bantuan bagi Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Pemerintah menyesuaikan pasokan obat-obatan dan alat konsentrator oksigen (oxygen concentrator) dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Dalam rapat koordinasi penanganan karhutla bidang kesehatan di Jakarta pada Sabtu (17/10/2026), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono menekankan pentingnya kerja sama pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga :  Integrasi SATUSEHAT-SIAK Bikin Bayi Baru Lahir Dapat 3 Dokumen Sekaligus

Menurut Sugiono, pemerintah perlu bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan medis dan logistik masyarakat terdampak. Karena itu, koordinasi harian melibatkan dinas kesehatan provinsi serta kabupaten/kota, kepala puskesmas, dan unit pelaksana teknis Kemenkes.

Melalui koordinasi tersebut, pemerintah memetakan kebutuhan warga sekaligus memantau penyaluran bantuan agar menjangkau wilayah yang memerlukan penanganan segera.

Puskesmas Siapkan Rumah Oksigen dan Obat-obatan

Selain menambah masker, Kemenkes meminta seluruh puskesmas di wilayah terdampak membuka layanan rumah oksigen. Fasilitas ini mendukung pelayanan bagi warga yang membutuhkan bantuan pernapasan, sementara tenaga kesehatan menyiapkan obat-obatan sesuai kebutuhan, terutama untuk menangani ISPA dan diare.

Di sisi lain, Kemenkes mengerahkan kembali tim Pusat Krisis Kesehatan untuk memantau distribusi logistik, operasional rumah oksigen, serta kebutuhan medis masyarakat. Tim tersebut juga turun langsung ke wilayah terdampak untuk membantu koordinasi dengan dinas kesehatan setempat.

Baca Juga :  Panglima Jilah Dorong Masyarakat Adat Jadi Mitra Penanganan Karhutla di Kalbar

Langkah ini penting agar pemerintah dapat menyesuaikan respons kesehatan dengan kondisi aktual di lapangan, bukan hanya mengandalkan laporan administratif.

Posyandu Datangi Rumah Warga, Petugas Pemadam Ikut Jadi Perhatian

Kemenkes bersama pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan tenaga kesehatan setempat juga menyiapkan layanan posyandu dari rumah ke rumah. Program ini menyasar anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia), terutama ketika warga perlu membatasi aktivitas di luar rumah akibat kabut asap.

Dengan layanan tersebut, kelompok rentan tetap dapat mengakses pemantauan kesehatan tanpa harus selalu mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.

Kemenkes juga meminta tenaga kesehatan memberikan pertolongan kepada petugas pemadam kebakaran yang membutuhkan bantuan medis saat bertugas di lapangan. Dengan demikian, penanganan kesehatan mencakup warga terdampak sekaligus personel yang menghadapi risiko selama upaya pemadaman berlangsung.

Pemerintah pusat dan daerah kini perlu memastikan distribusi masker, ketersediaan obat, serta operasional rumah oksigen berjalan sesuai kebutuhan. Kecepatan dan ketepatan layanan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kesehatan masyarakat selama karhutla berlangsung.

Berita Terkait

Skrining Mata Kemenkes Sasar 60.000 Siswa dan Pekerja, Layanan Diperluas ke Puskesmas
Kabut Asap Ancam Kesehatan, Menkes Prioritaskan Perlindungan Kelompok Rentan
Digitalisasi Layanan Haji, Pemerintah Benahi Antrean dan Biaya Pemeriksaan Kesehatan
Investasi Sektor Kesehatan Jadi Peluang Dorong Ekonomi Indonesia hingga 8 Persen
KKSK Perkuat Pengawasan Obat dan Jaminan Kesehatan Lewat Integrasi Data
RS Dustira Perkuat Layanan Kesehatan Prajurit dan Masyarakat, Pengembangan Jadi Sorotan
Rujukan Pasien Teluk Wondama Diperkuat Lewat Rekam Medis Elektronik
Kemenkes Turunkan Syarat SKP Dokter Jadi 160, Fokus Kompetensi Bergeser ke Pelayanan
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Bantuan Kesehatan Karhutla Menjangkau Tujuh Provinsi, Kemenkes Tambah 500 Ribu Masker

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Skrining Mata Kemenkes Sasar 60.000 Siswa dan Pekerja, Layanan Diperluas ke Puskesmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kabut Asap Ancam Kesehatan, Menkes Prioritaskan Perlindungan Kelompok Rentan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Digitalisasi Layanan Haji, Pemerintah Benahi Antrean dan Biaya Pemeriksaan Kesehatan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Investasi Sektor Kesehatan Jadi Peluang Dorong Ekonomi Indonesia hingga 8 Persen

Berita Terbaru