BRIN Dorong Pemanfaatan Sampah Makanan Jadi Biogas untuk Perkuat Energi Terbarukan

Biogas dari sampah rumah tangga Jadi Alternatif Energi Bersih bagi Masyaraka

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - BRIN Dorong Pemanfaatan Sampah Makanan Jadi Biogas untuk Perkuat Energi Terbarukan (foto: AI)

Ilustrasi - BRIN Dorong Pemanfaatan Sampah Makanan Jadi Biogas untuk Perkuat Energi Terbarukan (foto: AI)

Sisipublik.comBiogas dari sampah rumah tangga menjadi salah satu inovasi yang terus di kembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pengembangan inovasi ini bertujuan mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain mengurangi beban lingkungan, teknologi biogas dari sampah rumah tangga ini dapat juga menghasilkan pupuk organik.

Perekayasa Ahli Madya Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN, Prasetiyadi, menjelaskan bahwa sampah makanan masih mendominasi komposisi sampah perkotaan di Indonesia.

Menurutnya, sampah organik yang tidak terkelola berpotensi menghasilkan emisi metana. Karena itu, BRIN mengembangkan teknologi biodigester untuk mengubah limbah organik menjadi sumber energi yang bernilai.

Melalui biodigester, sampah makanan dapat menghasilkan biogas yang berfungsi sebagai bahan bakar. Di saat yang sama, proses tersebut juga menghasilkan pupuk organik cair dan padat.

Pada skala rumah tangga, teknologi ini memanfaatkan sisa makanan sehari-hari. Hasilnya, masyarakat dapat menghemat penggunaan bahan bakar sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang.

Baca Juga :  Nvidia Luncurkan Vera, CPU AI Baru untuk Rebut Pasar Rp3,4 Kuadriliun

Selain itu, BRIN merancang sistem biodigester yang dapat di terapkan pada berbagai kebutuhan. Teknologi tersebut tersedia untuk rumah tangga, kawasan permukiman, sekolah, hingga pasar.

Untuk skala kawasan, kapasitas biodigester lebih besar. Dengan demikian, fasilitas tersebut mampu memenuhi kebutuhan energi komunitas sekaligus membantu pengelolaan sampah lingkungan.

Sementara itu, penerapan pada tingkat perkotaan terintegrasi dengan sistem pengelolaan sampah yang lebih luas. Sampah makanan di olah dalam fasilitas berkapasitas besar untuk menghasilkan energi.

Energi yang di hasilkan tidak hanya berupa bahan bakar. Teknologi ini juga dapat mendukung produksi listrik dan energi panas untuk berbagai kebutuhan.

Lebih lanjut, BRIN mengembangkan sejumlah inovasi pendukung. Salah satunya biodigester otomatis yang membantu meningkatkan efisiensi proses pengolahan limbah organik.

Di sisi lain, BRIN juga mengembangkan konsep Pembangkit Sampah Menjadi Energi Listrik atau PSEL. Konsep ini bertujuan memaksimalkan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif.

Baca Juga :  Muhammadiyah Hadirkan Sekolah Konservasi di Papua Barat, Satukan Pendidikan, Sains, dan Kearifan Lokal

Beberapa teknologi tersebut telah di terapkan pada fasilitas pengolahan limbah di Cakung. Penerapan itu menunjukkan potensi besar pengembangan energi berbasis sampah di Indonesia.

Karena itu, BRIN menilai integrasi pengelolaan sampah dan produksi energi menjadi langkah strategis. Pendekatan tersebut mendukung ekonomi sirkular dan transisi menuju energi yang lebih bersih.

Namun demikian, keberhasilan teknologi biodigester sangat bergantung pada pemilahan sampah sejak awal. Pemisahan sampah organik dan nonorganik akan meningkatkan kualitas proses pengolahan.

Selain meningkatkan produksi biogas, pemilahan yang baik juga membantu mengurangi risiko kontaminasi. Oleh sebab itu, edukasi masyarakat menjadi bagian penting dalam implementasi teknologi ini.

Ke depan, BRIN berharap pemanfaatan biogas dari sampah rumah tangga dapat berkembang lebih luas. Dengan dukungan masyarakat, teknologi ini berpotensi memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi limbah secara berkelanjutan. (j/*)

Berita Terkait

Robot Burung Penghalau, Jadi Andalan Baru Australia untuk Lindungi Tanaman
Geely EX2 Mobil Listrik Hadir dengan Penggerak Roda Belakang, Harga Mulai Rp229 Jutaan
Bioetanol E5 Dorong Ketahanan Energi Nasional, Kurangi Impor BBM dan Buka Peluang Industri Baru
Charging Cycle Baterai Motor Listrik: Begini Cara Menghitung Siklus Pakai agar Baterai Lebih Awet
Produk Baru Asus di Computex 2026 Hadirkan Laptop AI, Tablet Premium, dan Asisten AI
RCBO Gantikan MCB, Pemerintah Siapkan Standar Baru Pengaman Instalasi Listrik
Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Jadi Langkah Baru PLN EPI Perkuat Energi Hijau Nasional
Probiotik dari Madu Lebah tanpa sengat, Apa Manfaat yang Ditemukan BRIN?
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:00 WIB

Robot Burung Penghalau, Jadi Andalan Baru Australia untuk Lindungi Tanaman

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:30 WIB

Geely EX2 Mobil Listrik Hadir dengan Penggerak Roda Belakang, Harga Mulai Rp229 Jutaan

Senin, 8 Juni 2026 - 20:12 WIB

Bioetanol E5 Dorong Ketahanan Energi Nasional, Kurangi Impor BBM dan Buka Peluang Industri Baru

Senin, 8 Juni 2026 - 15:30 WIB

Charging Cycle Baterai Motor Listrik: Begini Cara Menghitung Siklus Pakai agar Baterai Lebih Awet

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:19 WIB

Produk Baru Asus di Computex 2026 Hadirkan Laptop AI, Tablet Premium, dan Asisten AI

Berita Terbaru

Ekspor Kopi Jabar Tembus Mesir, Nilai Transaksi Capai Rp4,6 Miliar (foto: bappeda.jabarprov)

Uncategorized

Ekspor Kopi Jabar Tembus Mesir, Nilai Transaksi Capai Rp4,6 Miliar

Jumat, 12 Jun 2026 - 22:00 WIB