Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Jadi Langkah Baru PLN EPI Perkuat Energi Hijau Nasional

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Jadi Langkah Baru PLN EPI Perkuat Energi Hijau Nasional (foto: bogor.tribunnews)

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Jadi Langkah Baru PLN EPI Perkuat Energi Hijau Nasional (foto: bogor.tribunnews)

Sisipublik.com – Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit menjadi salah satu fokus utama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dalam mempercepat transisi energi nasional. Perusahaan melihat limbah kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif yang mampu mendukung ketahanan energi sekaligus membantu pengurangan emisi gas rumah kaca.

Selain memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan, langkah tersebut juga membuka peluang ekonomi dari sektor perkebunan dan industri. PLN EPI menilai pengolahan limbah menjadi energi dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.

Dalam forum Diseminasi Pengembangan Biometana di Indonesia di Medan, Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit kembali menjadi sorotan. Kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM itu mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, serta pemilik bahan baku untuk memperkuat ekosistem biometana nasional.

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Dekarbonisasi

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menjelaskan pengembangan Bio-CNG merupakan langkah nyata dalam memanfaatkan potensi biomassa nasional. Program tersebut sekaligus mendukung upaya dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.

Menurutnya, limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) memiliki potensi besar sebagai bahan baku biometana. Melalui proses pengolahan dan pemurnian, biometana dapat berubah menjadi Bio-CNG yang siap dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Baca Juga :  Rio Mulai Menyapa Pengunjung, Anak Giant Panda Pertama yang Lahir di Indonesia Tumbuh Sehat

Karena itu, PLN EPI terus memperluas kerja sama dengan pemilik konsesi dan pabrik kelapa sawit. Kolaborasi tersebut bertujuan meningkatkan pemanfaatan limbah yang selama ini belum menghasilkan nilai ekonomi maksimal.

Sumatera Utara Miliki Potensi Besar

Sementara itu, Sumatera Utara di nilai sangat strategis untuk pengembangan biometana. Provinsi tersebut merupakan salah satu pusat industri kelapa sawit terbesar di Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan terdapat 327 perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di wilayah tersebut. Selain itu, sebanyak 237 pabrik kelapa sawit berpotensi menyediakan bahan baku untuk produksi biometana.

Besarnya jumlah industri sawit tersebut menciptakan peluang pengembangan energi terbarukan dalam skala yang lebih luas. Dengan dukungan ekosistem yang kuat, produksi Bio-CNG berpotensi tumbuh lebih cepat.

Kolaborasi untuk Pasok Energi PLTGU Belawan

Selanjutnya, PLN EPI telah menjalin kerja sama dengan PT KIS Biofuels Indonesia. Perusahaan tersebut mengembangkan teknologi pengolahan limbah cair sawit menjadi Bio-CNG.

Produk yang di hasilkan di rencanakan mendukung kebutuhan energi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan di Sumatera Utara. Pembangkit itu memiliki kapasitas terpasang 1.184 megawatt dan berkontribusi sekitar 30 persen terhadap sistem kelistrikan Sumatera bagian utara.

Baca Juga :  Teknologi Baterai Kendaraan Listrik Makin Canggih, BRIN Ternyata Sedang Garap Inovasi Ini

PLN EPI juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pabrik kelapa sawit. Langkah ini di harapkan mampu mempercepat pemanfaatan limbah menjadi energi bersih yang bernilai ekonomi.

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Kurangi Emisi dan Ciptakan Nilai Ekonomi

Di sisi lain, pemanfaatan biometana memberikan manfaat lingkungan yang signifikan. Gas metana dari limbah cair sawit memiliki potensi pemanasan global yang jauh lebih tinggi di banding karbon dioksida.

Melalui proses penangkapan dan pemanfaatan metana sebagai energi, industri dapat menekan emisi gas rumah kaca sekaligus menghasilkan energi terbarukan yang andal. Dengan demikian, manfaat ekonomi dan lingkungan dapat berjalan bersamaan.

PLN EPI menegaskan bahwa pengembangan Bio-CNG sejalan dengan target transisi energi nasional dan pencapaian Net Zero Emissions. Perusahaan ingin memperkuat pemanfaatan sumber daya domestik sebagai fondasi energi masa depan.

Pada akhirnya, pengembangan Bio-CNG tidak hanya mengubah limbah menjadi sumber energi. Program ini juga membangun ekosistem ekonomi hijau yang menghubungkan sektor perkebunan, industri, dan ketenagalistrikan. Melalui langkah tersebut, transisi energi dapat berjalan seiring dengan pengurangan emisi, peningkatan nilai ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat. (j/*)

Berita Terkait

HP Anti Air Baterai Awet 7000mAh, 3 Pilihan Smartphone Tangguh untuk Pekerja Lapangan
Kapan iPhone 18 Rilis di Indonesia? Simak Prediksi Jadwal Peluncuran dan Bocoran Spesifikasinya
Nokia 123 Shield Resmi Hadir, HP Tahan Air IP65 dengan Baterai Awet hingga 19 Hari
Review Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra: Desain Lebih Tipis dengan Layar Nyaris Tanpa Lipatan
Teknologi PITARA BRIN Hadir di Pulau Derawan, Sampah Plastik Diolah Jadi Energi Alternatif
Samsung Galaxy Z Flip 8 Punya 5 Keunggulan yang Membuatnya Layak Dipilih pada 2026
Jarak Tempuh Motor Listrik VinFast Capai 150 Km, Ini Perbedaan Evo, Feliz II, dan Viper
Samsung Galaxy A57 5G Tawarkan Performa Andal, Simak Kelebihan, Kekurangan, dan Pengguna yang Cocok
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:00 WIB

HP Anti Air Baterai Awet 7000mAh, 3 Pilihan Smartphone Tangguh untuk Pekerja Lapangan

Senin, 27 Juli 2026 - 02:00 WIB

Kapan iPhone 18 Rilis di Indonesia? Simak Prediksi Jadwal Peluncuran dan Bocoran Spesifikasinya

Minggu, 26 Juli 2026 - 02:00 WIB

Nokia 123 Shield Resmi Hadir, HP Tahan Air IP65 dengan Baterai Awet hingga 19 Hari

Sabtu, 25 Juli 2026 - 03:00 WIB

Review Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra: Desain Lebih Tipis dengan Layar Nyaris Tanpa Lipatan

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:00 WIB

Teknologi PITARA BRIN Hadir di Pulau Derawan, Sampah Plastik Diolah Jadi Energi Alternatif

Berita Terbaru