Robot Burung Penghalau, Jadi Andalan Baru Australia untuk Lindungi Tanaman

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Robot Burung Penghalau, Jadi Andalan Baru Australia untuk Lindungi Tanaman (foto: youtube/RaM University of Twente)

Robot Burung Penghalau, Jadi Andalan Baru Australia untuk Lindungi Tanaman (foto: youtube/RaM University of Twente)

Sisipublik.com – Robot Burung Penghalau menjadi inovasi yang menarik perhatian dunia pertanian. Australia mengembangkan teknologi RoBird untuk mengurangi kerusakan tanaman akibat gangguan burung. Inovasi ini menawarkan cara yang lebih ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional yang selama ini digunakan petani.

Selain itu, Pakar Genetika Ekologi IPB University, Prof Ronny Rachman Noor, menilai teknologi tersebut berpotensi menjadi solusi masa depan pengendalian gangguan burung. Menurutnya, pemanfaatan robot biomimetik sangat cocok untuk komoditas hortikultura bernilai tinggi seperti stroberi, anggur, dan apel.

Robot Burung Penghalau juga menunjukkan efektivitas yang menjanjikan berdasarkan sejumlah uji coba di Australia. Teknologi ini menghadirkan pendekatan baru yang tidak merusak ekosistem sekaligus membantu menjaga kualitas hasil panen.

Robot Burung Penghalau Meniru Elang Peregrine

Selama ini, pengendalian gangguan burung di Australia menghadapi tantangan tersendiri. Banyak spesies burung liar memperoleh perlindungan sehingga petani tidak bisa menggunakan cara yang merugikan satwa tersebut.

Karena itu, para petani biasanya memasang jaring, alat pengusir suara, benda reflektif, hingga replika Pemburu. Namun, metode tersebut membutuhkan biaya besar dan efektivitasnya dapat berkurang karena burung mampu beradaptasi.

Baca Juga :  Opening Ceremony Piala Dunia 2026 Digelar di Tiga Negara, Simak Jadwal Siaran Langsungnya

Sebagai alternatif, Australia mengembangkan RoBird yang meniru bentuk dan pola terbang elang peregrine, pemburu alami berbagai jenis burung.

Prof Ronny menjelaskan bahwa desain biomimetik RoBird sangat menyerupai elang asli. Ukuran, siluet, serta pola terbangnya membuat burung pengganggu merasa Merasa tidak nyaman, menjauh dari area pertanian.

Robot Burung Penghalau Terbukti Efektif

RoBird memakai sayap berbahan busa poli fleksibel dengan bobot kurang dari satu kilogram. Robot ini dapat berpatroli selama sekitar 15 menit menggunakan baterai isi ulang.

Selain ringan, RoBird berfungsi menakuti burung. Dengan demikian, teknologi tersebut mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Berdasarkan hasil uji coba di beberapa kebun stroberi di Australia, penggunaan RoBird berhasil menurunkan kerusakan buah akibat gangguan burung hingga 89 persen.

Menurut Prof Ronny, drone biomimetik ini membantu petani mengusir burung tanpa memanfaatkan jaring yang berpotensi mempengaruhi satwa lain. Oleh sebab itu, teknologi tersebut dinilai lebih ramah terhadap lingkungan.

Baca Juga :  Teh Hijau Jadi Pilihan Minuman Sehat untuk Menunjang Kesehatan Sendi

RoBird ini Berpeluang Dikembangkan dengan AI

Di sisi lain, Prof Ronny melihat peluang pengembangan RoBird semakin luas. Pengembang dapat mengombinasikan teknologi ini dengan sistem patroli otomatis, sensor internet of things (IoT), serta kamera berbasis kecerdasan buatan (AI).

Melalui dukungan teknologi tersebut, RoBird dapat mendeteksi keberadaan burung secara langsung sehingga proses pengendalian gangguan berlangsung lebih efisien.

Tidak hanya itu, penggunaan RoBird juga menawarkan manfaat ekonomi dalam jangka panjang. Meskipun membutuhkan investasi awal yang cukup besar, teknologi ini mampu mengurangi kerugian akibat kerusakan hasil panen.

Karena alasan tersebut, Prof Ronny menilai RoBird layak menjadi pilihan bagi sektor hortikultura bernilai ekonomi tinggi. Keberhasilan awal teknologi ini sekaligus membuka peluang bagi Australia untuk menjadi pelopor penggunaan drone biomimetik di bidang pertanian. (j/*)

Berita Terkait

Opening Ceremony Piala Dunia 2026 Digelar di Tiga Negara, Simak Jadwal Siaran Langsungnya
Geely EX2 Mobil Listrik Hadir dengan Penggerak Roda Belakang, Harga Mulai Rp229 Jutaan
Bioetanol E5 Dorong Ketahanan Energi Nasional, Kurangi Impor BBM dan Buka Peluang Industri Baru
Charging Cycle Baterai Motor Listrik: Begini Cara Menghitung Siklus Pakai agar Baterai Lebih Awet
Produk Baru Asus di Computex 2026 Hadirkan Laptop AI, Tablet Premium, dan Asisten AI
Malaysia Fair 2026 Tawarkan Promo Wisata, Layanan Medis dan Pendidikan bagi Warga Indonesia
RCBO Gantikan MCB, Pemerintah Siapkan Standar Baru Pengaman Instalasi Listrik
Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Jadi Langkah Baru PLN EPI Perkuat Energi Hijau Nasional
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:00 WIB

Opening Ceremony Piala Dunia 2026 Digelar di Tiga Negara, Simak Jadwal Siaran Langsungnya

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:00 WIB

Robot Burung Penghalau, Jadi Andalan Baru Australia untuk Lindungi Tanaman

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:30 WIB

Geely EX2 Mobil Listrik Hadir dengan Penggerak Roda Belakang, Harga Mulai Rp229 Jutaan

Senin, 8 Juni 2026 - 20:12 WIB

Bioetanol E5 Dorong Ketahanan Energi Nasional, Kurangi Impor BBM dan Buka Peluang Industri Baru

Senin, 8 Juni 2026 - 15:30 WIB

Charging Cycle Baterai Motor Listrik: Begini Cara Menghitung Siklus Pakai agar Baterai Lebih Awet

Berita Terbaru