Nvidia Luncurkan Vera, CPU AI Baru untuk Rebut Pasar Rp3,4 Kuadriliun

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pendiri Nvidia, Jensen Huang (foto: Bloomberg)

pendiri Nvidia, Jensen Huang (foto: Bloomberg)

Sisipublik.com -Perusahaan chip AI Nvidia membidik pasar prosesor CPU untuk kebutuhan kecerdasan buatan dengan nilai hingga 200 miliar dollar AS atau sekitar Rp3,4 kuadriliun.

Produk andalannya bernama Vera, CPU terbaru yang Nvidia rancang khusus untuk agentic AI.

Jensen Huang menyebut Vera sebagai CPU pertama yang Nvidia buat khusus untuk mendukung agentic AI, dalam acara earnings call kuartal pertama tahun fiskal 2027.

Agentic AI sendiri merupakan sistem kecerdasan buatan yang mampu menjalankan tugas secara mandiri. Teknologi ini tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga bisa memproses instruksi beruntun dan memakai berbagai software tools secara otomatis.

Baca Juga :  BRIN Kembangkan Teknologi Deteksi Halal untuk Perkuat Inovasi Pangan dan Industri Nasional

Huang menjelaskan, GPU Nvidia seperti Blackwell dan Rubin fokus pada proses penalaran AI. Sementara CPU Vera mengurus instruksi, menjalankan tugas digital maupun fisik, serta mengelola tools yang dipakai agen AI.

Berbeda dengan CPU cloud tradisional dari Intel atau AMD yang mengutamakan multitasking, Nvidia mengoptimalkan Vera untuk kecepatan memproses token informasi.

Jensen Huang juga memprediksi miliaran agen AI otonom akan hadir dalam waktu dekat. Menurutnya, kebutuhan itu akan mendorong pembangunan besar-besaran pada infrastruktur komputasi global.

Baca Juga :  Nvidia Perluas Ekosistem PC AI Lewat RTX Spark

Nvidia pun melihat peluang besar di sektor tersebut. Huang mengklaim perusahaan hyperscaler dan perakit sistem utama dunia kini mulai bekerja sama dengan Nvidia untuk menghadirkan teknologi Vera.

Optimisme itu terlihat dari penjualan Vera. Nvidia mencatat pendapatan CPU tersebut sudah mencapai 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp340 triliun sepanjang tahun ini.

Di saat bersamaan, Nvidia juga mencetak kinerja kuat. Pada kuartal terbaru, perusahaan membukukan pendapatan 81,6 miliar dollar AS dan memproyeksikan angka itu naik menjadi 91 miliar dollar AS pada kuartal berikutnya. (j/*)

Berita Terkait

Samsung Galaxy A57 5G Tawarkan Performa Andal, Simak Kelebihan, Kekurangan, dan Pengguna yang Cocok
Potensi Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Ramah Lingkungan, BRIN Kembangkan Material Berkelanjutan
iPhone Ultra Bikin Penasaran, Kamera iPhone Lipat 48MP dan Chipset A20 Pro Siap Ubah Standar Smartphone Premium
Biobriket Limbah Jahe Jadi Solusi Energi Bersih, Riset BRIN Buka Peluang Ekonomi Sirkular
Expo ORHL 2026 Jadi Ajang Kolaborasi Riset Hayati dan Lingkungan untuk Dorong Inovasi Nasional
Ilmuwan Muda Terbaik 2026: Riset Kemiri dan Tempe Antar Dua Peneliti SGU Raih Nominasi Bergengsi
Teknologi Pengolahan Bijih Nikel, Inovasi Baru BRIN Mampu Manfaatkan Hampir Seluruh Material
Teknologi MAS Bantu Jaga Mutu Benih Bawang Merah, BRIN Temukan Metode Penyimpanan Paling Efektif

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 02:00 WIB

Samsung Galaxy A57 5G Tawarkan Performa Andal, Simak Kelebihan, Kekurangan, dan Pengguna yang Cocok

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:00 WIB

Potensi Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Ramah Lingkungan, BRIN Kembangkan Material Berkelanjutan

Rabu, 15 Juli 2026 - 02:00 WIB

iPhone Ultra Bikin Penasaran, Kamera iPhone Lipat 48MP dan Chipset A20 Pro Siap Ubah Standar Smartphone Premium

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:00 WIB

Biobriket Limbah Jahe Jadi Solusi Energi Bersih, Riset BRIN Buka Peluang Ekonomi Sirkular

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:35 WIB

Expo ORHL 2026 Jadi Ajang Kolaborasi Riset Hayati dan Lingkungan untuk Dorong Inovasi Nasional

Berita Terbaru