Peneliti BRIN Sulap Limbah Ampas Kopi Menjadi Minyak Berkualitas untuk Industri Pangan dan Kosmetik

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Limbah Ampas Kopi (foto: technologyindonesia)

Limbah Ampas Kopi (foto: technologyindonesia)

Sisipublik.com – Peneliti dari Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Fawzan Sigma Aurum, berhasil mengembangkan inovasi pengolahan limbah ampas kopi menjadi minyak berkualitas tinggi yang memiliki nilai ekonomi menjanjikan.

Minyak hasil ekstraksi tersebut dapat di manfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bahan tambahan pangan hingga komponen penting dalam industri kosmetik.

Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, Fawzan menjelaskan bahwa tim peneliti menggunakan pendekatan foodomics modern, yaitu metode yang menggabungkan teknologi ekstraksi ramah lingkungan dengan analisis metabolomics dan lipidomics untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi.

Baca Juga :  Pilih Putih Telur atau Telur Utuh? Mana lebih sehat, Simak Perbedaannya

Dalam riset ini, Fawzan menerapkan teknik green extraction atau ekstraksi hijau untuk memperoleh minyak dari limbah kopi secara berkelanjutan. Dari berbagai metode yang di uji, teknik ultrasound-assisted extraction (UAE) menggunakan pelarut etanol menunjukkan hasil paling optimal.

Metode UAE mampu menghasilkan rendemen minyak yang tinggi sekaligus menjaga kualitas senyawa bioaktif di dalamnya.

Baca Juga :  Harga Emas Antam di Pegadaian Mei 2026 Naik, Simak Daftarnya

Tim peneliti juga menguji metode supercritical CO₂ dengan tambahan pelarut etanol. Teknik ini terbukti efektif dalam mempertahankan kestabilan berbagai senyawa aktif yang penting bagi kualitas minyak kopi.

Fawzan berharap inovasi ini dapat mendorong pemanfaatan limbah kopi sebagai bahan baku bernilai tambah tinggi di Indonesia. Minyak dari ampas kopi berpotensi besar mendukung pengembangan industri pangan, bahan nutraseutikal, serta produk kosmetik berkelanjutan.

 

Berita Terkait

Sertipikasi Tanah Pulau Kecil Dikebut, 15.977 Pulau di Indonesia Belum Terdaftar
Kementan-Kemenko PM Perkuat Hilirisasi Pertanian untuk Buka Peluang Usaha di Daerah Miskin
Syarikat Islam Perkuat Dakwah Ekonomi, Bidik Pasar Koperasi Desa
Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar
Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami
Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data
SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah
Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan
Berita ini 41 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Sertipikasi Tanah Pulau Kecil Dikebut, 15.977 Pulau di Indonesia Belum Terdaftar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kementan-Kemenko PM Perkuat Hilirisasi Pertanian untuk Buka Peluang Usaha di Daerah Miskin

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data

Berita Terbaru