BRIN Dorong Pemanfaatan Sampah Makanan Jadi Biogas untuk Perkuat Energi Terbarukan

Biogas dari sampah rumah tangga Jadi Alternatif Energi Bersih bagi Masyaraka

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - BRIN Dorong Pemanfaatan Sampah Makanan Jadi Biogas untuk Perkuat Energi Terbarukan (foto: AI)

Ilustrasi - BRIN Dorong Pemanfaatan Sampah Makanan Jadi Biogas untuk Perkuat Energi Terbarukan (foto: AI)

Sisipublik.comBiogas dari sampah rumah tangga menjadi salah satu inovasi yang terus di kembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pengembangan inovasi ini bertujuan mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain mengurangi beban lingkungan, teknologi biogas dari sampah rumah tangga ini dapat juga menghasilkan pupuk organik.

Perekayasa Ahli Madya Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN, Prasetiyadi, menjelaskan bahwa sampah makanan masih mendominasi komposisi sampah perkotaan di Indonesia.

Menurutnya, sampah organik yang tidak terkelola berpotensi menghasilkan emisi metana. Karena itu, BRIN mengembangkan teknologi biodigester untuk mengubah limbah organik menjadi sumber energi yang bernilai.

Melalui biodigester, sampah makanan dapat menghasilkan biogas yang berfungsi sebagai bahan bakar. Di saat yang sama, proses tersebut juga menghasilkan pupuk organik cair dan padat.

Pada skala rumah tangga, teknologi ini memanfaatkan sisa makanan sehari-hari. Hasilnya, masyarakat dapat menghemat penggunaan bahan bakar sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang.

Baca Juga :  Korea Selatan Berlakukan Bebas Visa untuk WNI hingga Akhir 2026, Ini Syarat yang Wajib Diketahui

Selain itu, BRIN merancang sistem biodigester yang dapat di terapkan pada berbagai kebutuhan. Teknologi tersebut tersedia untuk rumah tangga, kawasan permukiman, sekolah, hingga pasar.

Untuk skala kawasan, kapasitas biodigester lebih besar. Dengan demikian, fasilitas tersebut mampu memenuhi kebutuhan energi komunitas sekaligus membantu pengelolaan sampah lingkungan.

Sementara itu, penerapan pada tingkat perkotaan terintegrasi dengan sistem pengelolaan sampah yang lebih luas. Sampah makanan di olah dalam fasilitas berkapasitas besar untuk menghasilkan energi.

Energi yang di hasilkan tidak hanya berupa bahan bakar. Teknologi ini juga dapat mendukung produksi listrik dan energi panas untuk berbagai kebutuhan.

Lebih lanjut, BRIN mengembangkan sejumlah inovasi pendukung. Salah satunya biodigester otomatis yang membantu meningkatkan efisiensi proses pengolahan limbah organik.

Di sisi lain, BRIN juga mengembangkan konsep Pembangkit Sampah Menjadi Energi Listrik atau PSEL. Konsep ini bertujuan memaksimalkan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif.

Baca Juga :  Energi Bersih Desa Bojong Perkuat Ekonomi Warga, BRI Peduli Hadirkan PLTS

Beberapa teknologi tersebut telah di terapkan pada fasilitas pengolahan limbah di Cakung. Penerapan itu menunjukkan potensi besar pengembangan energi berbasis sampah di Indonesia.

Karena itu, BRIN menilai integrasi pengelolaan sampah dan produksi energi menjadi langkah strategis. Pendekatan tersebut mendukung ekonomi sirkular dan transisi menuju energi yang lebih bersih.

Namun demikian, keberhasilan teknologi biodigester sangat bergantung pada pemilahan sampah sejak awal. Pemisahan sampah organik dan nonorganik akan meningkatkan kualitas proses pengolahan.

Selain meningkatkan produksi biogas, pemilahan yang baik juga membantu mengurangi risiko kontaminasi. Oleh sebab itu, edukasi masyarakat menjadi bagian penting dalam implementasi teknologi ini.

Ke depan, BRIN berharap pemanfaatan biogas dari sampah rumah tangga dapat berkembang lebih luas. Dengan dukungan masyarakat, teknologi ini berpotensi memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi limbah secara berkelanjutan. (j/*)

Berita Terkait

Samsung Galaxy A57 5G Tawarkan Performa Andal, Simak Kelebihan, Kekurangan, dan Pengguna yang Cocok
Potensi Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Ramah Lingkungan, BRIN Kembangkan Material Berkelanjutan
iPhone Ultra Bikin Penasaran, Kamera iPhone Lipat 48MP dan Chipset A20 Pro Siap Ubah Standar Smartphone Premium
Biobriket Limbah Jahe Jadi Solusi Energi Bersih, Riset BRIN Buka Peluang Ekonomi Sirkular
Expo ORHL 2026 Jadi Ajang Kolaborasi Riset Hayati dan Lingkungan untuk Dorong Inovasi Nasional
Ilmuwan Muda Terbaik 2026: Riset Kemiri dan Tempe Antar Dua Peneliti SGU Raih Nominasi Bergengsi
Teknologi Pengolahan Bijih Nikel, Inovasi Baru BRIN Mampu Manfaatkan Hampir Seluruh Material
Teknologi MAS Bantu Jaga Mutu Benih Bawang Merah, BRIN Temukan Metode Penyimpanan Paling Efektif

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 02:00 WIB

Samsung Galaxy A57 5G Tawarkan Performa Andal, Simak Kelebihan, Kekurangan, dan Pengguna yang Cocok

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:00 WIB

Potensi Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Ramah Lingkungan, BRIN Kembangkan Material Berkelanjutan

Rabu, 15 Juli 2026 - 02:00 WIB

iPhone Ultra Bikin Penasaran, Kamera iPhone Lipat 48MP dan Chipset A20 Pro Siap Ubah Standar Smartphone Premium

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:00 WIB

Biobriket Limbah Jahe Jadi Solusi Energi Bersih, Riset BRIN Buka Peluang Ekonomi Sirkular

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:35 WIB

Expo ORHL 2026 Jadi Ajang Kolaborasi Riset Hayati dan Lingkungan untuk Dorong Inovasi Nasional

Berita Terbaru