Sisipublik.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menjajaki kerja sama riset pertambangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan penelitian mineral. Kolaborasi ini membuka peluang pemanfaatan fasilitas laboratorium BRIN oleh mahasiswa dan dosen ITERA.
Penjajakan tersebut berlangsung saat Program Studi Teknik Pertambangan ITERA mengunjungi Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Iskandar Zulkarnain di Tanjung Bintang, Lampung, Senin (26/10). Selain membahas peluang kolaborasi akademik, kegiatan ini memperkenalkan fasilitas penelitian BRIN kepada mahasiswa.
Melalui kerja sama riset pertambangan, kedua institusi juga membahas evaluasi kurikulum agar materi pendidikan lebih sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri pertambangan.
Ketua Program Studi Teknik Pertambangan ITERA, Alio Jasipto, mengatakan kunjungan tersebut melanjutkan evaluasi kurikulum yang telah berlangsung sejak 2024 dan 2025. Menurutnya, keterlibatan BRIN dapat membantu perguruan tinggi mengembangkan pendidikan sekaligus memperkuat kegiatan penelitian.
“Kami berharap BRIN dapat menjadi bagian dari ITERA dalam mengembangkan pendidikan, terutama kurikulum dan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi di bidang penelitian,” ujar Alio.
Kerja Sama Riset Pertambangan Buka Peluang Pengembangan Kurikulum
Evaluasi kurikulum menjadi salah satu agenda utama dalam penjajakan kolaborasi tersebut. ITERA ingin memastikan materi pembelajaran tetap relevan dengan kemajuan teknologi mineral dan kebutuhan dunia industri.
Selain itu, keterlibatan lembaga riset nasional dapat memperluas pengalaman akademik mahasiswa. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui perkuliahan, tetapi juga melalui pengenalan fasilitas dan aktivitas penelitian secara langsung.
ITERA juga melihat fasilitas laboratorium BRIN sebagai peluang untuk mendukung penelitian mahasiswa, terutama ketika mereka menentukan topik dan menyusun tugas akhir.
Laboratorium BRIN Dukung Penelitian Teknologi Mineral
Kepala Pusat Riset Teknologi Mineral (PRTM) BRIN, Fajar Nurjaman, menjelaskan bahwa KST Iskandar Zulkarnain merupakan kawasan riset terpadu yang berfokus pada pengembangan teknologi mineral.
Meski memiliki fokus utama pada teknologi mineral, kawasan tersebut juga mendukung penelitian lintas disiplin ilmu. BRIN menyediakan fasilitas kantor terbuka (open space office) serta laboratorium untuk menunjang penelitian proses basah (wet process).
Fajar menjelaskan bahwa PRTM mengelola seluruh laboratorium secara profesional untuk mendukung kegiatan penelitian. Fasilitas tersebut berpotensi menjadi sarana kolaborasi antara peneliti BRIN dan sivitas akademika ITERA.
Selanjutnya, kedua institusi membahas kemungkinan pemanfaatan laboratorium untuk kegiatan akademik dan penelitian bersama.
Mahasiswa Kenali Fasilitas Penelitian Secara Langsung
Selain diskusi kelembagaan, mahasiswa Teknik Pertambangan ITERA mengikuti peninjauan sejumlah laboratorium di KST Iskandar Zulkarnain.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melihat langsung fasilitas, peralatan, serta sarana penelitian yang tersedia. Pengenalan ini diharapkan membantu mereka memahami proses penelitian teknologi mineral sekaligus menentukan arah tugas akhir.
Penjajakan BRIN dan ITERA tersebut menjadi langkah awal untuk mempertemukan kebutuhan pendidikan tinggi dengan kapasitas fasilitas riset nasional. Apabila kerja sama berlanjut, kedua institusi berpeluang memperluas kolaborasi dalam pengembangan kurikulum, penelitian, dan peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang pertambangan.











Komentar