Menteri UMKM Wajibkan Pelaku Usaha Masuk Sapa UMKM untuk Akses Pembiayaan dan Legalitas

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri UMKM Maman Abdurrahman (foto: gpriority)

Menteri UMKM Maman Abdurrahman (foto: gpriority)

Sisipublik.com – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menyiapkan aturan baru bagi pelaku usaha yang ingin mendapatkan fasilitas pemerintah. Nantinya, pelaku UMKM perlu bergabung ke sistem Sapa UMKM untuk mengakses layanan seperti pembiayaan, bantuan modal, hingga legalitas usaha.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan kebijakan itu menjadi langkah pemerintah untuk memperbarui data UMKM nasional. Pemerintah ingin mengubah basis data yang sebelumnya bersifat statis menjadi lebih dinamis dan terhubung dengan berbagai layanan usaha.

Dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah yang disiarkan melalui kanal YouTube Otoritas Jasa Keuangan pada Senin (25/5/2026), Maman menegaskan pemerintah akan mendorong seluruh pelaku UMKM masuk ke dalam sistem Sapa UMKM.

Baca Juga :  B50 Diproyeksi Tekan Impor Solar, Devisa Negara Berpotensi Hemat Rp154 Triliun

Menurut dia, ke depan pelaku usaha yang ingin memperoleh fasilitas UMKM, akses pembiayaan, hingga dukungan permodalan harus lebih dulu terdaftar di platform tersebut.

Maman menyebut langkah itu memang bisa memunculkan perdebatan. Meski begitu, pemerintah tetap menilai kebijakan ini penting untuk mempercepat digitalisasi UMKM di Indonesia.

Ia menjelaskan Sapa UMKM akan menjadi layanan terpadu yang menghubungkan berbagai kebutuhan usaha dalam satu sistem. Mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi halal, layanan BPOM, hingga Standar Nasional Indonesia (SNI).

Baca Juga :  Harga Emas Antam Turun Rp13.000 saat Idul Adha 1447 Hijriah, Kini Rp2,785 Juta per Gram

Tak hanya itu, platform tersebut juga akan terhubung dengan QRIS, payment gateway, pelatihan usaha, pembiayaan, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

Pemerintah juga menyiapkan Sapa UMKM sebagai fondasi marketplace lokal nasional. Sistem ini nantinya terhubung dengan platform PaDi UMKM milik Telkom Indonesia.

Maman menambahkan pemerintah sengaja membangun ekosistem yang memudahkan dan menarik bagi pelaku usaha agar semakin banyak UMKM bergabung. (j/*)

Berita Terkait

UMKM Surakarta Siapkan Rotan dan Batik untuk Perluas Pasar Ekspor di TEI 2026
Pabrik BYD Beroperasi, Indonesia Dorong Industri Mobil Listrik Naik Kelas
Danantara Housing Expo 2026 Catat Rp2 Triliun, Kolaborasi Perumahan Jadi Sorotan
Perdagangan Indonesia–Cili Dibuka Lebih Luas, Produk Olahan Jadi Fokus Ekspor
KDKMP Ikuti Magang di Bandung dan Lamongan untuk Perkuat Model Bisnis Desa
Menkeu Soroti Disiplin Anggaran dan Evaluasi Program Strategis di Jawa Barat
Koperasi dalam Perdagangan Karbon Diperluas, Kemenkop dan KLH Perkuat Ekonomi Sirkular
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada 2026 Diproyeksikan Capai 6 Persen, Investasi Terus Menguat
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 15:00 WIB

UMKM Surakarta Siapkan Rotan dan Batik untuk Perluas Pasar Ekspor di TEI 2026

Jumat, 4 September 2026 - 11:00 WIB

Pabrik BYD Beroperasi, Indonesia Dorong Industri Mobil Listrik Naik Kelas

Selasa, 1 September 2026 - 12:00 WIB

Danantara Housing Expo 2026 Catat Rp2 Triliun, Kolaborasi Perumahan Jadi Sorotan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Perdagangan Indonesia–Cili Dibuka Lebih Luas, Produk Olahan Jadi Fokus Ekspor

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:00 WIB

KDKMP Ikuti Magang di Bandung dan Lamongan untuk Perkuat Model Bisnis Desa

Berita Terbaru