Menkeu Soroti Disiplin Anggaran dan Evaluasi Program Strategis di Jawa Barat

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (foto:  kementerian keuangan)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (foto: kementerian keuangan)

Sisipublik.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan disiplin anggaran Jawa Barat saat melakukan kunjungan mendadak ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Jawa Barat di Bandung, Senin (24/8/2026). Ia meminta pengelolaan belanja negara berjalan lebih presisi dan tidak mengganggu program yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Purbaya secara khusus menyoroti perencanaan belanja pegawai. Menurut dia, pemerintah perlu menghitung kebutuhan belanja tersebut sejak awal agar tidak menghadapi kekurangan pagu pada akhir tahun anggaran.

Karena itu, disiplin anggaran Jawa Barat juga berkaitan dengan pengendalian pergeseran anggaran. Purbaya mengingatkan agar kebutuhan belanja pegawai tidak mengurangi anggaran untuk program yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat, kecuali dalam kondisi yang sangat mendesak.

Disiplin Anggaran Jawa Barat Diikuti Pengawasan Program Strategis

Selain mengevaluasi pengelolaan anggaran, Purbaya meninjau perkembangan sejumlah program strategis pemerintah di Jawa Barat. Pemantauan tersebut mencakup Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sekolah Rakyat, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca Juga :  Sekolah Rakyat Makassar Diusulkan Bertambah, Pemprov Sulsel Siapkan Lahan 20 Hektare

Untuk KDKMP, Jawa Barat memiliki 5.970 unit. Pemerintah menargetkan survei terhadap 147 KDKMP, sedangkan hingga kunjungan berlangsung petugas telah menyurvei 22 unit. Pemantauan juga menemukan sejumlah KDKMP yang sudah menyelesaikan pembangunan.

Sementara itu, Kanwil DJPb Jawa Barat telah menyurvei 22 dari 26 Sekolah Rakyat. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi sekolah secara umum baik dengan fasilitas pembelajaran yang relatif lengkap.

Setiap kelas memiliki smartboard, sedangkan setiap siswa memperoleh satu laptop. Namun, Purbaya menilai keunggulan program tersebut belum mendapat perhatian publik yang memadai.

Ia karena itu meminta pemerintah memperkuat komunikasi publik dan promosi Sekolah Rakyat agar masyarakat mengetahui manfaat serta fasilitas program tersebut.

SPPG Jawa Barat Diminta Memiliki Indeks Penilaian

Pengawasan berikutnya menyasar SPPG. Jawa Barat memiliki 6.794 unit SPPG dengan target survei 199 unit. Hingga saat ini, petugas telah melakukan survei terhadap 275 SPPG.

Baca Juga :  Transformasi Sampah Legok Nangka Kian Dekat, Jaminan Proyek Ini Buka Peluang Investasi Baru

Kapasitas setiap SPPG berada pada kisaran 1.600 hingga 2.800 porsi. Penerima manfaat mencakup siswa PAUD hingga SMA sederajat, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Berdasarkan pemantauan tersebut, kualitas makanan di SPPG Jawa Barat secara umum mendapat penilaian baik dan dapat diterima penerima manfaat. Namun, pemerintah tetap membutuhkan ukuran yang lebih seragam untuk mengevaluasi pelaksanaannya.

Karena itu, Purbaya meminta Direktorat Jenderal Perbendaharaan menyusun indeks penilaian SPPG dengan skala yang jelas, misalnya 1 sampai 5. Indeks tersebut dapat mengukur kualitas pelaksanaan dan tingkat penerimaan penerima manfaat sekaligus menjadi alat pembanding kinerja SPPG antarwilayah secara nasional.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa evaluasi program tidak hanya berfokus pada penyerapan anggaran. Pemerintah juga ingin memastikan pelaksanaan program strategis memiliki ukuran kinerja yang dapat dibandingkan dan dipertanggungjawabkan.

Berita Terkait

Transaksi Emas Digital Tembus Rp299 Triliun, Bappebti Soroti Keamanan Investasi
Sumur Rakyat Berizin Jadi Andalan, Bahlil Siapkan Etanol untuk Kurangi Impor Bensin
Defisit APBN 2027 Turun Jadi 2,4 Persen, Suahasil Nazara Prioritaskan Efisiensi Belanja
Waralaba Lokal Bidik Pasar Global, Mendag Dorong Anak Muda Mulai Berwirausaha
BPDLH Kelola Dana Lingkungan USD1,3 Miliar, Menkeu Tekankan Transparansi dan Dampak
Ekspor Baterai Kendaraan Listrik Jadi Ujian Hilirisasi dan Tanggung Jawab Lingkungan
Menperin Sarmuji Dorong Sinkronisasi Kebijakan agar Industri Dalam Negeri Tumbuh Lebih Cepat
Ekspor Industri Mainan Naik, Kemenperin Dorong Produk Lokal Perluas Pasar Global
Berita ini 18 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Transaksi Emas Digital Tembus Rp299 Triliun, Bappebti Soroti Keamanan Investasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Sumur Rakyat Berizin Jadi Andalan, Bahlil Siapkan Etanol untuk Kurangi Impor Bensin

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Defisit APBN 2027 Turun Jadi 2,4 Persen, Suahasil Nazara Prioritaskan Efisiensi Belanja

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Waralaba Lokal Bidik Pasar Global, Mendag Dorong Anak Muda Mulai Berwirausaha

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:00 WIB

BPDLH Kelola Dana Lingkungan USD1,3 Miliar, Menkeu Tekankan Transparansi dan Dampak

Berita Terbaru