Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada 2026 Diproyeksikan Capai 6 Persen, Investasi Terus Menguat

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta (foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta (foto: BPMI Setpres)

Sisipublik.com – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menunjukkan arah positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme tersebut dalam Pidato Kenegaraan Presiden RI pada Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jumat (14/08).

Sepanjang 2025, pemerintah mencatat realisasi investasi sebesar Rp1.931 triliun. Capaian tersebut turut membuka lebih dari 2,7 juta lapangan kerja bagi masyarakat.

Tren positif itu berlanjut pada semester I-2026. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berjalan seiring dengan realisasi investasi yang mencapai Rp1.010 triliun dan membuka lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.

“Alhamdulillah karena kerja keras kita, karena kepercayaan rakyat kepada pemerintah, di tengah ketidakpastian global, investasi tetap tumbuh,” ungkap Presiden.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 Ditopang Kinerja Investasi

Dari sisi ekonomi, Indonesia mencatat pertumbuhan 5,61 persen pada kuartal I-2026. Sementara itu, secara semesteran, ekonomi nasional tumbuh 5,45 persen pada semester I-2026.

Baca Juga :  Ekspor Otomotif Indonesia Didorong Meluas, Mendag Budi Santoso Bahas Peluang Pasar Global Bersama TMMIN

Angka tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi untuk periode kuartal I dan semester I dalam 13 tahun terakhir. Karena itu, pemerintah optimistis ekonomi nasional dapat mencapai pertumbuhan 6 persen pada akhir 2026.

Presiden menilai kebijakan yang tepat, rasional, serta sesuai dengan kondisi perekonomian dapat menjaga momentum tersebut.

“Ini adalah pertumbuhan kuartal pertama dan pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir ini. Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen,” tandas Presiden.

Investasi Harus Memberi Manfaat bagi Masyarakat

Meski mencatat perkembangan positif, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah tujuan akhir pemerintah. Menurutnya, kebijakan ekonomi harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Merek Mobil Cina Makin Ramai di Indonesia, Gaikindo Dorong Komitmen Bangun Pabrik Lokal

“Bagi saya, pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita,” tegasnya.

Oleh karena itu, Presiden meminta agar setiap rupiah investasi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Manfaat tersebut terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas hidup.

Selain itu, pemerintah perlu memastikan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan berbagai kelompok masyarakat, termasuk mereka yang berada dalam kondisi rentan. Presiden juga menekankan pentingnya memastikan tidak ada masyarakat yang mengalami kelaparan di Indonesia.

“Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan. Harus menghasilkan perbaikan kualitas hidup rakyat kita, terutama rakyat kita yang paling bawah. Itulah orientasi pemerintah yang saya pimpin. Kita tidak boleh meninggalkan mereka yang tidak berdaya. Kita tidak boleh membiarkan kelaparan ada di bumi Indonesia,” pungkas Presiden.

Berita Terkait

Pabrik BYD Beroperasi, Indonesia Dorong Industri Mobil Listrik Naik Kelas
Danantara Housing Expo 2026 Catat Rp2 Triliun, Kolaborasi Perumahan Jadi Sorotan
Perdagangan Indonesia–Cili Dibuka Lebih Luas, Produk Olahan Jadi Fokus Ekspor
KDKMP Ikuti Magang di Bandung dan Lamongan untuk Perkuat Model Bisnis Desa
Menkeu Soroti Disiplin Anggaran dan Evaluasi Program Strategis di Jawa Barat
Koperasi dalam Perdagangan Karbon Diperluas, Kemenkop dan KLH Perkuat Ekonomi Sirkular
Ekspor Otomotif Indonesia Didorong Meluas, Mendag Budi Santoso Bahas Peluang Pasar Global Bersama TMMIN
Bisnis Hidrogen Diproyeksikan Makin Menjanjikan di Era Energi Bersih
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 11:00 WIB

Pabrik BYD Beroperasi, Indonesia Dorong Industri Mobil Listrik Naik Kelas

Selasa, 1 September 2026 - 12:00 WIB

Danantara Housing Expo 2026 Catat Rp2 Triliun, Kolaborasi Perumahan Jadi Sorotan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Perdagangan Indonesia–Cili Dibuka Lebih Luas, Produk Olahan Jadi Fokus Ekspor

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:00 WIB

KDKMP Ikuti Magang di Bandung dan Lamongan untuk Perkuat Model Bisnis Desa

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Menkeu Soroti Disiplin Anggaran dan Evaluasi Program Strategis di Jawa Barat

Berita Terbaru