B50 Diproyeksi Tekan Impor Solar, Devisa Negara Berpotensi Hemat Rp154 Triliun

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

B50 Diproyeksi Tekan Impor Solar, Devisa Negara Berpotensi Hemat Rp154 Triliun (foto: Ilustrasi)

B50 Diproyeksi Tekan Impor Solar, Devisa Negara Berpotensi Hemat Rp154 Triliun (foto: Ilustrasi)

Sisipublik.com – Kebijakan Program mandatori biodiesel 50 persen atau B50 mampu memberi dorongan besar bagi perekonomian nasional dan dapat menekan impor bahan bakar diesel sekaligus memperkuat cadangan devisa Indonesia.

Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Hadi Ismoyo, menyebut kebutuhan bahan bakar minyak nasional saat ini mencapai sekitar 1,63 juta barel per hari. Sementara kapasitas produksi kilang dalam negeri baru berada di angka 1,28 juta barel per hari.

Kondisi tersebut membuat Indonesia harus menutup kekurangan pasokan melalui impor sekitar 350 ribu barel per hari, sekitar 60 persen merupakan kebutuhan bahan bakar diesel atau solar.

Baca Juga :  Harga Emas Antam di Pegadaian Mei 2026 Naik, Simak Daftarnya

Hadi menjelaskan, implementasi B50 secara luas dapat menggantikan kebutuhan impor solar karena komposisinya terdiri dari 50 persen biodiesel berbasis sawit dan 50 persen diesel konvensional.

“Jika program berjalan optimal di seluruh sektor, maka kebutuhan impor solar berpotensi tergantikan oleh pasokan B50 domestik,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Ia memperkirakan kebutuhan diesel nasional mencapai 960 ribu barel per hari. Ketika produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah bisa menghemat anggaran energi dalam jumlah besar.

Mengacu pada harga internasional diesel sekitar US$1,58 per liter atau setara US$250 per barel, potensi penghematan devisa dari implementasi B50 di perkirakan mencapai Rp154 triliun per tahun.

Baca Juga :  Nvidia Perluas Ekosistem PC AI Lewat RTX Spark

Nilai itu meningkat sekitar Rp20 triliun di bandingkan estimasi penghematan sebelumnya yang berada di kisaran Rp134 triliun.

Meski optimistis terhadap keberhasilan program B50, Hadi tetap mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada pengurangan impor diesel. Menurutnya, Indonesia masih menghadapi tantangan besar karena impor minyak mentah atau crude oil masih mencapai sekitar 1,2 juta barel per hari.

Ia mendorong pemerintah memperkuat strategi ketahanan energi nasional melalui pengurangan impor secara menyeluruh, termasuk mempercepat konversi energi menuju gas dan listrik. (j/*)

Berita Terkait

Produk UMKM Pangan Lolos Kurasi Ketat, 10 Produk Siap Masuk 19 Gerai AEON
Manufaktur Elektronika Indonesia Naik Kelas, Ekspor Midea Tembus 2 Juta Unit
UMKM Surakarta Siapkan Rotan dan Batik untuk Perluas Pasar Ekspor di TEI 2026
Pabrik BYD Beroperasi, Indonesia Dorong Industri Mobil Listrik Naik Kelas
Danantara Housing Expo 2026 Catat Rp2 Triliun, Kolaborasi Perumahan Jadi Sorotan
Perdagangan Indonesia–Cili Dibuka Lebih Luas, Produk Olahan Jadi Fokus Ekspor
KDKMP Ikuti Magang di Bandung dan Lamongan untuk Perkuat Model Bisnis Desa
Menkeu Soroti Disiplin Anggaran dan Evaluasi Program Strategis di Jawa Barat
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:00 WIB

Produk UMKM Pangan Lolos Kurasi Ketat, 10 Produk Siap Masuk 19 Gerai AEON

Jumat, 11 September 2026 - 08:00 WIB

Manufaktur Elektronika Indonesia Naik Kelas, Ekspor Midea Tembus 2 Juta Unit

Sabtu, 5 September 2026 - 15:00 WIB

UMKM Surakarta Siapkan Rotan dan Batik untuk Perluas Pasar Ekspor di TEI 2026

Jumat, 4 September 2026 - 11:00 WIB

Pabrik BYD Beroperasi, Indonesia Dorong Industri Mobil Listrik Naik Kelas

Selasa, 1 September 2026 - 12:00 WIB

Danantara Housing Expo 2026 Catat Rp2 Triliun, Kolaborasi Perumahan Jadi Sorotan

Berita Terbaru