Sisipublik.com – SATUSEHAT raih dua penghargaan pada September 2026, baik di tingkat nasional maupun internasional. Capaian tersebut tidak hanya menempatkan layanan digital Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam ajang penghargaan, tetapi juga menunjukkan perkembangan SATUSEHAT sebagai bagian dari sistem digital yang mendukung akses layanan kesehatan dan integrasi data.
Penghargaan nasional datang melalui SATUSEHAT Mobile. Aplikasi tersebut memenangkan kategori Aplikasi Pendukung Program Prioritas Nasional dalam IN-Apps Digital Awards 2026. Kemenkes menyebut penghargaan itu berkaitan dengan peran SATUSEHAT Mobile dalam mendukung pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Melalui SATUSEHAT raih dua penghargaan, salah satu aspek yang mendapat perhatian ialah pemanfaatan aplikasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan CKG. Pengguna dapat melakukan pendaftaran, memilih jadwal dan lokasi pemeriksaan, menjalani skrining mandiri, hingga melihat rapor hasil pemeriksaan melalui SATUSEHAT Mobile.
SATUSEHAT Raih Dua Penghargaan di Tengah Perluasan Cek Kesehatan Gratis
Peran tersebut berjalan seiring dengan perluasan cakupan CKG. Data Kemenkes hingga 31 Juli 2026 mencatat program itu telah menjangkau 73,8 juta penduduk. Angka tersebut mencakup 62,7 juta peserta yang mengikuti skrining melalui puskesmas dan komunitas serta 11,1 juta anak melalui CKG Sekolah.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemenkes RI Eko Sulistijo mengatakan penghargaan nasional tersebut menjadi apresiasi terhadap pemanfaatan SATUSEHAT Mobile dalam mendukung CKG. Menurut dia, capaian itu juga mendorong Kemenkes untuk melanjutkan pengembangan inovasi digital yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Selanjutnya, pengakuan lain datang dari tingkat internasional. SATUSEHAT Platform meraih posisi runner-up kategori Digital Government dalam Digital@UNGA Awards 2026 yang berlangsung di New York pada 21 September 2026.
SATUSEHAT Platform Perluas Integrasi Data Fasilitas Kesehatan
Berbeda dengan SATUSEHAT Mobile yang berhadapan langsung dengan pengguna, SATUSEHAT Platform berperan sebagai bagian dari infrastruktur informasi kesehatan nasional. Per 31 Juli 2026, sebanyak 42.337 fasilitas pelayanan kesehatan telah terintegrasi dengan platform tersebut untuk mendukung interoperabilitas data Rekam Medis Elektronik (RME).
Kemenkes mencatat SATUSEHAT Platform menjadi satu-satunya finalis dari Indonesia dalam Digital@UNGA Awards 2026. Kompetisi tersebut menerima lebih dari 1.500 pengajuan dari berbagai negara. ITU menyebut ajang 2026 menerima lebih dari 1.500 submission dan menilai peserta berdasarkan antara lain inovasi, dampak, skala, replikasi, kemitraan, serta kontribusi terhadap prioritas global.
Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes RI Prof. Asnawi Abdullah menerima penghargaan tersebut di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York. Kemenkes menilai pengakuan internasional itu memperkuat upaya integrasi data dan transformasi digital kesehatan.
Penghargaan Menjadi Bagian dari Transformasi Digital Kesehatan
Dua penghargaan tersebut memperlihatkan dua sisi perkembangan ekosistem SATUSEHAT. Di tingkat layanan masyarakat, SATUSEHAT Mobile mendukung akses terhadap program kesehatan preventif. Sementara itu, SATUSEHAT Platform memperkuat konektivitas antarfasilitas kesehatan dan pertukaran data.
Karena itu, capaian tersebut tidak berhenti pada penghargaan. Kemenkes menempatkan pengembangan SATUSEHAT sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kesehatan digital yang terintegrasi dan memperluas pemanfaatan teknologi serta data untuk mendukung pelayanan kesehatan di Indonesia.











Komentar