KDKMP Ikuti Magang di Bandung dan Lamongan untuk Perkuat Model Bisnis Desa

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kemenkop Destry Anna Sari saat membuka program magang pengurus KDKMP sektor pertanian di Kopontren Al-Ittifaq, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (foto: kementerian koperasi)

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kemenkop Destry Anna Sari saat membuka program magang pengurus KDKMP sektor pertanian di Kopontren Al-Ittifaq, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (foto: kementerian koperasi)

Sisipublik.com – Kementerian Koperasi mengikutsertakan 90 pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam program magang untuk memperkuat kemampuan mengelola usaha sesuai potensi daerah. Program ini berlangsung di dua koperasi berbasis pesantren di Bandung dan Lamongan.

Kegiatan tersebut berlangsung selama delapan hari, 23–30 Agustus 2026. Peserta terbagi menjadi 54 pengurus sektor serba usaha dan 36 pengurus sektor pertanian. Kemenkop menjadikan program ini sebagai bagian dari upaya mempercepat operasionalisasi KDKMP yang telah terbentuk.

KDKMP Belajar Mengembangkan Usaha dari Potensi Lokal

Program magang KDKMP sektor pertanian berlangsung di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sementara itu, peserta sektor serba usaha mengikuti pembelajaran di Kopontren Sunan Drajat, Lamongan.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kemenkop Destry Anna Sari mengatakan pengurus koperasi perlu memahami potensi ekonomi wilayah sebelum menentukan kegiatan usaha. Karena itu, pembelajaran tidak hanya mencakup pengelolaan organisasi, tetapi juga produksi, pemasaran, dan pengembangan kemitraan.

Baca Juga :  Produk Lokal Danau Toba Diperkuat Lewat Ekosistem Koperasi, Kemenkop Siapkan Pendampingan UMKM

Di Al-Ittifaq, peserta mempelajari pengelolaan pertanian terpadu yang menghubungkan kegiatan produksi dengan manajemen dan pemasaran. Model tersebut memberi gambaran mengenai pengelolaan rantai usaha dari produksi hingga akses pasar.

Selain aspek teknis, peserta juga mempelajari pemberdayaan masyarakat dan santri. Dengan demikian, pengalaman magang mencakup budidaya pertanian, kewirausahaan, pengelolaan hasil panen, serta penguatan kemandirian pengurus.

Sementara itu, Kopontren Sunan Drajat memberikan pembelajaran mengenai pengembangan UMKM berbasis digital dan pengelolaan usaha koperasi. Model usahanya mencakup perdagangan, perhotelan, restoran, manufaktur, pangan, pembiayaan syariah, pertanian, dan hortikultura.

KDKMP Ditargetkan Mampu Mereplikasi Model Usaha

Kemenkop tidak hanya mengarahkan program magang KDKMP untuk menambah pengalaman peserta. Kementerian tersebut juga mendorong pengurus memilih praktik usaha yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan desa masing-masing.

Dengan pendekatan itu, peserta dapat mempelajari cara mengolah potensi lokal menjadi kegiatan ekonomi. Pengurus juga perlu memahami pemasaran digital, pengelolaan rantai pasok, kualitas produk, serta akses pasar agar koperasi mampu berkembang secara berkelanjutan.

Baca Juga :  B50 Diproyeksi Tekan Impor Solar, Devisa Negara Berpotensi Hemat Rp154 Triliun

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Yuke Mauliani Septina menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan model bisnis menjadi bagian penting dalam pengembangan KDKMP.

Menurut Yuke, pengurus tidak cukup menguasai administrasi dan kelembagaan. Mereka juga perlu mampu membaca peluang ekonomi wilayah dan menyesuaikan usaha dengan kebutuhan masyarakat.

Tenaga Ahli Utama Deputi II Kantor Staf Presiden Guruh Muamar Khadafi turut mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia berharap pengalaman yang diperoleh peserta dapat mendukung pengelolaan KDKMP yang profesional dan produktif.

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa penguatan koperasi desa membutuhkan lebih dari pembentukan kelembagaan. Pengurus perlu memiliki kemampuan manajerial dan pemahaman terhadap model usaha agar koperasi dapat berkembang berdasarkan potensi ekonomi setempat.

Berita Terkait

Transaksi Emas Digital Tembus Rp299 Triliun, Bappebti Soroti Keamanan Investasi
Sumur Rakyat Berizin Jadi Andalan, Bahlil Siapkan Etanol untuk Kurangi Impor Bensin
Defisit APBN 2027 Turun Jadi 2,4 Persen, Suahasil Nazara Prioritaskan Efisiensi Belanja
Waralaba Lokal Bidik Pasar Global, Mendag Dorong Anak Muda Mulai Berwirausaha
BPDLH Kelola Dana Lingkungan USD1,3 Miliar, Menkeu Tekankan Transparansi dan Dampak
Ekspor Baterai Kendaraan Listrik Jadi Ujian Hilirisasi dan Tanggung Jawab Lingkungan
Menperin Sarmuji Dorong Sinkronisasi Kebijakan agar Industri Dalam Negeri Tumbuh Lebih Cepat
Ekspor Industri Mainan Naik, Kemenperin Dorong Produk Lokal Perluas Pasar Global
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Transaksi Emas Digital Tembus Rp299 Triliun, Bappebti Soroti Keamanan Investasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Sumur Rakyat Berizin Jadi Andalan, Bahlil Siapkan Etanol untuk Kurangi Impor Bensin

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Defisit APBN 2027 Turun Jadi 2,4 Persen, Suahasil Nazara Prioritaskan Efisiensi Belanja

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Waralaba Lokal Bidik Pasar Global, Mendag Dorong Anak Muda Mulai Berwirausaha

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:00 WIB

BPDLH Kelola Dana Lingkungan USD1,3 Miliar, Menkeu Tekankan Transparansi dan Dampak

Berita Terbaru