Menperin Sarmuji Dorong Sinkronisasi Kebijakan agar Industri Dalam Negeri Tumbuh Lebih Cepat

- Jurnalis

Rabu, 7 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyampaikan pentingnya sinkronisasi kebijakan dan penguatan koordinasi untuk menjaga pertumbuhan industri manufaktur nasional (foto: kementerian perindustrian)

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyampaikan pentingnya sinkronisasi kebijakan dan penguatan koordinasi untuk menjaga pertumbuhan industri manufaktur nasional (foto: kementerian perindustrian)

Sisipublik.com – Menperin Sarmuji mendorong penguatan koordinasi lintas kementerian dan pemangku kepentingan untuk menjaga keberlangsungan industri manufaktur nasional. Menurut dia, kebijakan impor perlu memperhitungkan kemampuan produksi dalam negeri agar industri lokal tetap memiliki ruang untuk berkembang.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji seusai rapat internal bersama jajaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Jakarta, Senin (5/10). Dalam pertemuan itu, ia mendalami sejumlah persoalan yang menghambat kinerja subsektor industri sekaligus mencari langkah yang dapat mempercepat pertumbuhan manufaktur.

Menperin Sarmuji menilai persoalan industri tidak selalu dapat diselesaikan melalui kebijakan Kemenperin. Sebab, keberlangsungan manufaktur juga berkaitan dengan perdagangan, fiskal, bahan baku, hingga pengaturan impor yang berada dalam kewenangan berbagai kementerian dan lembaga.

Menperin Sarmuji Minta Hambatan Industri Dipetakan

Sarmuji meminta jajaran Kemenperin lebih aktif mengidentifikasi persoalan yang menghambat pertumbuhan setiap subsektor. Pemetaan tersebut menjadi dasar untuk menyusun kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi dunia usaha.

Selain itu, ia membuka ruang bagi jajaran di berbagai tingkatan untuk menyampaikan informasi mengenai persoalan industri. Menurutnya, informasi dari pejabat yang berhubungan langsung dengan persoalan teknis dapat melengkapi gambaran yang diperoleh dari tingkat pimpinan.

Baca Juga :  Manufaktur Elektronika Indonesia Naik Kelas, Ekspor Midea Tembus 2 Juta Unit

Dengan demikian, Kemenperin dapat memperoleh informasi yang lebih utuh sebelum menentukan langkah kebijakan. Masukan dari pelaku usaha dan pemangku kepentingan di luar kementerian juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Kebijakan Impor Perlu Selaras dengan Kapasitas Produksi

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian Sarmuji ialah kebijakan izin impor. Ia menilai pemberian izin impor tanpa mempertimbangkan kemampuan produksi domestik dapat memperbesar tekanan terhadap industri dalam negeri pada jenis barang tertentu.

“Kalau izin impor terbuka sedemikian rupa tanpa ada pertimbangan untuk membatasi, sektor industri dalam negeri tentu akan sulit bertahan untuk jenis-jenis barang tertentu,” ujar Sarmuji.

Karena itu, pemerintah perlu melihat kebijakan impor dalam kaitannya dengan kondisi industri nasional. Pendekatan tersebut penting agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi tanpa mengabaikan kemampuan produsen dalam negeri untuk meningkatkan produksi dan daya saing.

Sinergi Kementerian Jadi Kunci Penguatan Manufaktur

Sarmuji juga mendorong penguatan hubungan Kemenperin dengan kementerian, lembaga, asosiasi industri, dan pelaku usaha. Ia menilai sejumlah persoalan manufaktur memiliki keterkaitan lintas sektor sehingga membutuhkan penyelesaian secara bersama.

Baca Juga :  Ekspor Otomotif Indonesia Didorong Meluas, Mendag Budi Santoso Bahas Peluang Pasar Global Bersama TMMIN

Kebijakan perdagangan, pertanian, keuangan, bahan baku, dan impor, misalnya, dapat memengaruhi biaya produksi serta daya saing industri. Oleh sebab itu, koordinasi antarlembaga menjadi penting agar kebijakan pemerintah tidak berjalan sendiri-sendiri.

Di sisi lain, Kemenperin perlu mengambil peran lebih besar sebagai penggerak pertumbuhan industri. Sarmuji meminta jajaran kementerian tidak berhenti pada pelaksanaan tugas rutin, tetapi menghasilkan langkah strategis yang memberikan dampak terhadap perkembangan sektor manufaktur.

Pertumbuhan Industri Berkaitan dengan Lapangan Kerja

Penguatan industri juga berkaitan dengan agenda pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Sarmuji menilai pertumbuhan manufaktur yang lebih tinggi dapat meningkatkan kontribusi sektor industri terhadap perekonomian sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.

Karena itu, Kemenperin akan mengandalkan pemetaan masalah, koordinasi lintas sektor, serta masukan dari dunia usaha sebagai bahan untuk merumuskan langkah berikutnya. Pendekatan tersebut diharapkan menghasilkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan industri.

Pada akhirnya, Sarmuji ingin kebijakan Kemenperin menghasilkan perubahan yang terukur bagi perkembangan manufaktur. Ia menargetkan langkah strategis di berbagai sektor dapat mempercepat pertumbuhan industri, meningkatkan nilai tambah, serta memperkuat daya saing produk nasional.

Berita Terkait

Sumur Rakyat Berizin Jadi Andalan, Bahlil Siapkan Etanol untuk Kurangi Impor Bensin
Defisit APBN 2027 Turun Jadi 2,4 Persen, Suahasil Nazara Prioritaskan Efisiensi Belanja
Waralaba Lokal Bidik Pasar Global, Mendag Dorong Anak Muda Mulai Berwirausaha
BPDLH Kelola Dana Lingkungan USD1,3 Miliar, Menkeu Tekankan Transparansi dan Dampak
Ekspor Baterai Kendaraan Listrik Jadi Ujian Hilirisasi dan Tanggung Jawab Lingkungan
Ekspor Industri Mainan Naik, Kemenperin Dorong Produk Lokal Perluas Pasar Global
Koperasi Ekspor Merah Putih Buka Akses Produk Jateng ke Pasar Global
Produk Lokal Danau Toba Diperkuat Lewat Ekosistem Koperasi, Kemenkop Siapkan Pendampingan UMKM
Berita ini 4 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Sumur Rakyat Berizin Jadi Andalan, Bahlil Siapkan Etanol untuk Kurangi Impor Bensin

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Defisit APBN 2027 Turun Jadi 2,4 Persen, Suahasil Nazara Prioritaskan Efisiensi Belanja

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Waralaba Lokal Bidik Pasar Global, Mendag Dorong Anak Muda Mulai Berwirausaha

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:00 WIB

BPDLH Kelola Dana Lingkungan USD1,3 Miliar, Menkeu Tekankan Transparansi dan Dampak

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Ekspor Baterai Kendaraan Listrik Jadi Ujian Hilirisasi dan Tanggung Jawab Lingkungan

Berita Terbaru