B50 Jadi Fokus Prabowo, Pertamina Laporkan Kemajuan Biodiesel dan Kesiapan Bioetanol

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - B50 Jadi Fokus Prabowo, Pertamina Laporkan Kemajuan Biodiesel dan Kesiapan Bioetanol

Ilustrasi - B50 Jadi Fokus Prabowo, Pertamina Laporkan Kemajuan Biodiesel dan Kesiapan Bioetanol

Sisipublik.com – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan terbaru mengenai Program Mandatori B50 serta kesiapan infrastruktur untuk mendukung penerapan mandatori bioetanol. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon A. Mantiri menyampaikan laporan tersebut saat bertemu Presiden di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/8/2026) sore.

Dalam pertemuan itu, Program Mandatori B50 menjadi salah satu pembahasan utama. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Simon melaporkan perkembangan implementasi B50 yang telah di luncurkan Presiden Prabowo pada Juli 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kemandirian sekaligus ketahanan energi nasional. Pemerintah mendorong pemanfaatan sumber energi dalam negeri agar kebutuhan energi nasional dapat semakin bertumpu pada potensi domestik.

Program Mandatori B50 Terus Berjalan

Perkembangan Program Mandatori B50 menunjukkan langkah pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan biodiesel sebagai bagian dari kebijakan energi nasional. Simon menyampaikan perkembangan pelaksanaan program tersebut langsung kepada Presiden Prabowo.

Baca Juga :  Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan Jadi Fokus Kemendagri, Ribka Haluk Tegaskan Dukungan Penuh

“Dirut Pertamina melaporkan kemajuan dari Program Mandatori B50 (Biodiesel 50%) yang telah diluncurkan Presiden Prabowo bulan Juli lalu serta kesiapan infrastruktur dalam tahapan persiapan mandatori bioetanol oleh Pemerintah,” demikian keterangan Sekretaris Kabinet.

Selain mengevaluasi perkembangan B50, pertemuan tersebut juga membahas kesiapan infrastruktur untuk mendukung tahapan penerapan mandatori bioetanol. Dengan demikian, pemerintah tidak hanya memperkuat penggunaan biodiesel, tetapi juga menyiapkan pilihan energi berbasis sumber daya dalam negeri lainnya.

Prabowo Dorong Penyederhanaan Struktur BUMN

Di sisi lain, Presiden Prabowo memberikan arahan mengenai pembenahan tata kelola perusahaan negara. Ia meminta Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya mengurangi lapisan organisasi serta struktur anak dan cucu perusahaan.

“Dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya,” tulis Seskab.

Baca Juga :  Motor Listrik Operasional PLN Kian Masif, Ada Target Lingkungan yang Ingin Dicapai

Arahan tersebut bertujuan membuat perusahaan negara memiliki struktur yang lebih sederhana dan mampu bergerak lebih cepat. Selain itu, penyederhanaan organisasi dapat membantu BUMN meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga efisiensi dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Efisiensi BUMN Jadi Perhatian Pemerintah

Selanjutnya, pemerintah menilai pemangkasan struktur organisasi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pengelolaan BUMN. Rantai pengambilan keputusan yang lebih singkat diharapkan dapat membantu perusahaan merespons kebutuhan secara lebih cepat.

“Pemangkasan ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas lebih meningkat, dan efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga,” pungkas Teddy.

Pertemuan Prabowo dan Simon tersebut memperlihatkan dua agenda yang terus mendapat perhatian pemerintah. Pertama, pemerintah berupaya memperkuat kemandirian energi melalui pemanfaatan sumber daya nasional. Kedua, pemerintah mendorong pengelolaan BUMN yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kepentingan negara serta masyarakat.

Berita Terkait

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu
Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok
Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik
Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai
KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul
Panglima Jilah Dorong Masyarakat Adat Jadi Mitra Penanganan Karhutla di Kalbar
Kolaborasi Peraih Nobel dan Peneliti Indonesia Didorong Prabowo untuk Perkuat Riset Nasional
Muktamar ke-35 NU Resmi Dibuka Prabowo, Forum Lima Tahunan Mulai Bahas Arah Organisasi
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu

Rabu, 2 September 2026 - 19:26 WIB

Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:00 WIB

KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul

Berita Terbaru