Sisipublik.com – PT Jasa Marga mendukung Pemerintah mempercepat penggunaan BBM Biodiesel B50 dengan menghadirkan layanan Biodiesel B50 di sejumlah rest area jalan tol. Langkah ini memudahkan pengguna jalan, termasuk kendaraan logistik, memperoleh bahan bakar yang mendukung transportasi berkelanjutan.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan perusahaan menyiapkan infrastruktur agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan transportasi masa depan. Karena itu, Jasa Marga menggandeng PT Pertamina (Persero) untuk memastikan layanan BBM Biodiesel B50 tersedia secara bertahap di rest area yang berada dalam jaringan jalan tol perseroan.
BBM Biodiesel B50 Mulai Tersedia di Rest Area Strategis
Pemerintah meresmikan implementasi Biodiesel B50 di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Presiden Republik Indonesia memimpin langsung peluncuran yang mengusung tema Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional.
TIP KM 57A menjadi salah satu lokasi strategis karena berada di jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional. Lokasi tersebut juga terhubung dengan Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ), sehingga mampu mendukung kelancaran perjalanan sekaligus penyediaan layanan energi bagi pengguna jalan tol.
Selanjutnya, Jasa Marga menilai rest area tidak lagi sekadar menjadi tempat beristirahat. Perusahaan mengembangkan kawasan tersebut menjadi pusat layanan yang mampu memenuhi kebutuhan perjalanan, termasuk penyediaan energi ramah lingkungan.
Koordinasi Bersama Pertamina Perkuat Layanan
Untuk memastikan implementasi berjalan lancar, Jasa Marga memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) dan pengelola SPBU di lingkungan rest area. Kerja sama itu mencakup kesiapan fasilitas, operasional, hingga distribusi Biodiesel B50 sesuai regulasi pemerintah.
Di sisi lain, program B50 melanjutkan pengembangan biodiesel yang sebelumnya diawali melalui B35 dan B40. Dengan demikian, pemerintah terus meningkatkan porsi energi terbarukan pada bahan bakar solar guna mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Jasa Marga juga memastikan seluruh tahapan penyaluran berlangsung sesuai standar operasional. Langkah tersebut bertujuan menjaga kualitas layanan sekaligus memberikan kenyamanan kepada pengguna jalan tol.
Komitmen ESG dan Transportasi Berkelanjutan
Rivan menjelaskan perusahaan terus menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan bisnis. Komitmen tersebut terlihat melalui pengembangan layanan jalan tol dan rest area yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta isu keberlanjutan.
Menurutnya, dukungan terhadap implementasi Biodiesel B50 menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional. Rest area kini memiliki fungsi yang lebih luas karena ikut menunjang mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta penguatan ketahanan energi Indonesia.
Ke depan, Jasa Marga akan memperluas penyediaan Biodiesel B50 secara bertahap di SPBU rest area lain yang berada di ruas Jasa Marga Group. Perusahaan akan menyesuaikan pengembangan tersebut dengan kesiapan sarana, keandalan pasokan, dan regulasi teknis yang berlaku. (j/*)










Komentar