BBM Biodiesel B50 Hadir di Rest Area Tol, Jasa Marga Perkuat Dukungan Transisi Energi Nasional

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BBM Biodiesel B50 Hadir di Rest Area Tol, Jasa Marga Perkuat Dukungan Transisi Energi Nasional (foto: setneg)

BBM Biodiesel B50 Hadir di Rest Area Tol, Jasa Marga Perkuat Dukungan Transisi Energi Nasional (foto: setneg)

Sisipublik.com – PT Jasa Marga mendukung Pemerintah mempercepat penggunaan BBM Biodiesel B50 dengan menghadirkan layanan Biodiesel B50 di sejumlah rest area jalan tol. Langkah ini memudahkan pengguna jalan, termasuk kendaraan logistik, memperoleh bahan bakar yang mendukung transportasi berkelanjutan.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan perusahaan menyiapkan infrastruktur agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan transportasi masa depan. Karena itu, Jasa Marga menggandeng PT Pertamina (Persero) untuk memastikan layanan BBM Biodiesel B50 tersedia secara bertahap di rest area yang berada dalam jaringan jalan tol perseroan.

BBM Biodiesel B50 Mulai Tersedia di Rest Area Strategis

Pemerintah meresmikan implementasi Biodiesel B50 di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Presiden Republik Indonesia memimpin langsung peluncuran yang mengusung tema Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional.

TIP KM 57A menjadi salah satu lokasi strategis karena berada di jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional. Lokasi tersebut juga terhubung dengan Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ), sehingga mampu mendukung kelancaran perjalanan sekaligus penyediaan layanan energi bagi pengguna jalan tol.

Baca Juga :  LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Siap Beroperasi Agustus 2026, Tambah Konektivitas Ibu Kota

Selanjutnya, Jasa Marga menilai rest area tidak lagi sekadar menjadi tempat beristirahat. Perusahaan mengembangkan kawasan tersebut menjadi pusat layanan yang mampu memenuhi kebutuhan perjalanan, termasuk penyediaan energi ramah lingkungan.

Koordinasi Bersama Pertamina Perkuat Layanan

Untuk memastikan implementasi berjalan lancar, Jasa Marga memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) dan pengelola SPBU di lingkungan rest area. Kerja sama itu mencakup kesiapan fasilitas, operasional, hingga distribusi Biodiesel B50 sesuai regulasi pemerintah.

Di sisi lain, program B50 melanjutkan pengembangan biodiesel yang sebelumnya diawali melalui B35 dan B40. Dengan demikian, pemerintah terus meningkatkan porsi energi terbarukan pada bahan bakar solar guna mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Jasa Marga juga memastikan seluruh tahapan penyaluran berlangsung sesuai standar operasional. Langkah tersebut bertujuan menjaga kualitas layanan sekaligus memberikan kenyamanan kepada pengguna jalan tol.

Baca Juga :  Macron Sambut Positif Akses Pasar Indonesia untuk Produk Susu dan Daging Sapi Prancis

Komitmen ESG dan Transportasi Berkelanjutan

Rivan menjelaskan perusahaan terus menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan bisnis. Komitmen tersebut terlihat melalui pengembangan layanan jalan tol dan rest area yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta isu keberlanjutan.

Menurutnya, dukungan terhadap implementasi Biodiesel B50 menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional. Rest area kini memiliki fungsi yang lebih luas karena ikut menunjang mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta penguatan ketahanan energi Indonesia.

Ke depan, Jasa Marga akan memperluas penyediaan Biodiesel B50 secara bertahap di SPBU rest area lain yang berada di ruas Jasa Marga Group. Perusahaan akan menyesuaikan pengembangan tersebut dengan kesiapan sarana, keandalan pasokan, dan regulasi teknis yang berlaku. (j/*)

Berita Terkait

Sertipikasi Tanah Pulau Kecil Dikebut, 15.977 Pulau di Indonesia Belum Terdaftar
Kementan-Kemenko PM Perkuat Hilirisasi Pertanian untuk Buka Peluang Usaha di Daerah Miskin
Syarikat Islam Perkuat Dakwah Ekonomi, Bidik Pasar Koperasi Desa
Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar
Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami
Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data
SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah
Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan
Berita ini 18 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Sertipikasi Tanah Pulau Kecil Dikebut, 15.977 Pulau di Indonesia Belum Terdaftar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kementan-Kemenko PM Perkuat Hilirisasi Pertanian untuk Buka Peluang Usaha di Daerah Miskin

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data

Berita Terbaru