Wisata Selam Maratua Dibidik untuk Perluas Pasar Malaysia dan Singapura

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah perwakilan dive center dari Malaysia dan Singapura mengikuti Famtrip Marine Maratua 2026 di Pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur (Foto: Kementerian Pariwisata/Noah Maratua Resort)

Sejumlah perwakilan dive center dari Malaysia dan Singapura mengikuti Famtrip Marine Maratua 2026 di Pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur (Foto: Kementerian Pariwisata/Noah Maratua Resort)

Sisipublik.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong wisata selam Maratua masuk lebih banyak paket perjalanan di Malaysia dan Singapura. Strategi itu dilakukan dengan memperkenalkan langsung potensi Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kepada pelaku usaha dive center dari kedua negara.

Upaya tersebut berlangsung melalui Famtrip Marine Maratua 2026 pada 10–15 Agustus 2026. Program ini mempertemukan pelaku industri pariwisata dari Malaysia dan Singapura dengan destinasi, layanan wisata, serta pelaku usaha lokal di Maratua.

Wisata Selam Maratua Diperkenalkan Langsung kepada Pelaku Industri

Selama enam hari, peserta mengeksplorasi produk wisata Maratua dengan fokus utama pada aktivitas penyelaman. Mereka menjalani kegiatan selam selama tiga hari di sembilan titik untuk melihat kondisi bawah laut dan layanan pendukung destinasi.

Selain itu, peserta mengunjungi Goa Gumantung dan Teluk Harapan. Mereka juga melakukan kunjungan ke sejumlah akomodasi serta Kampung Dayak Tumbit.

Rangkaian tersebut memberi gambaran bahwa wisata selam Maratua dapat dikembangkan bersama pengalaman wisata alam dan budaya. Dengan demikian, pelaku industri memiliki lebih banyak pilihan saat menyusun paket perjalanan untuk wisatawan dari Malaysia dan Singapura.

Baca Juga :  Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Acuan Pariwisata Indonesia Hadapi Perubahan Global

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan pengalaman langsung peserta diharapkan mendorong mereka memasukkan Maratua ke dalam paket wisata yang mereka jual di kedua pasar tersebut.

Menurut dia, pendekatan itu tidak berhenti pada pengenalan destinasi. Kemenpar juga menargetkan terbentuknya pengembangan produk dan pemasaran yang lebih berkelanjutan.

Malaysia dan Singapura Jadi Pasar Strategis

Kemenpar memilih Malaysia dan Singapura karena kedua negara memiliki arus kunjungan wisatawan yang besar ke Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Juni 2026 mencatat 1.361.772 kunjungan wisatawan asal Malaysia dan 739.721 kunjungan wisatawan asal Singapura.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar Dedi Ahmad Kurnia menilai angka tersebut menunjukkan peluang untuk mengembangkan segmen wisata minat khusus, termasuk wisata bahari dan selam.

Karena itu, Kemenpar memanfaatkan kegiatan famtrip untuk mempertemukan pelaku usaha lokal dengan calon mitra dari kedua negara. Pertemuan melalui networking event tersebut membuka ruang bagi pengusaha Maratua untuk menawarkan produk dan layanan mereka.

Baca Juga :  Indonesia dan Maroko Jajaki Kerja Sama Budaya Lewat Musik Tradisional

Selanjutnya, kerja sama itu berpeluang menghasilkan paket perjalanan yang memadukan aktivitas selam dengan wisata alam, budaya, dan kehidupan masyarakat setempat.

Promosi Maratua Diharapkan Berdampak ke Ekonomi Lokal

Pengembangan pasar internasional juga membawa peluang bagi berbagai sektor pendukung pariwisata di Maratua. Peningkatan permintaan wisatawan dapat mendorong aktivitas usaha akomodasi, pemandu, transportasi, kuliner, hingga produk lokal.

Kekuatan bawah laut tetap menjadi modal utama Maratua untuk bersaing di segmen wisata minat khusus. Potensi tersebut dapat semakin kuat jika pengelola mengemas pengalaman alam dan budaya dalam satu produk perjalanan.

Kemenpar berharap jejaring yang terbentuk melalui Famtrip Marine Maratua 2026 berkembang menjadi kerja sama bisnis antara pelaku industri Indonesia dengan dive center Malaysia dan Singapura.

Dengan pendekatan tersebut, promosi Maratua tidak hanya mengejar peningkatan pengenalan destinasi. Pemerintah juga berupaya membuka jalur pemasaran baru yang dapat memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat setempat.

Berita Terkait

Wisata Edukasi Australia, Kemenpar Kenalkan Warisan Jakarta kepada 43 Calon Pemimpin Muda
Wisata Kebugaran dan Kuliner Yogyakarta Dibidik untuk Pasar Singapura
Indonesia Jadi Pusat Koordinasi Kompetensi Tenaga Pariwisata ASEAN
Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya, Peluang Wisata Jawa Timur Makin Terbuka
Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Acuan Pariwisata Indonesia Hadapi Perubahan Global
Michelin Keys 2026 Bertambah, 47 Hotel Indonesia Raih Pengakuan Global
Perluas Pasar Jepang, Kemenpar Dorong Wisatawan Jelajahi Destinasi di Luar Bali
Event by Indonesia Catat Dampak Ekonomi Rp1,09 Triliun, Konser Internasional Jadi Penggerak Pariwisata
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Wisata Edukasi Australia, Kemenpar Kenalkan Warisan Jakarta kepada 43 Calon Pemimpin Muda

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Wisata Kebugaran dan Kuliner Yogyakarta Dibidik untuk Pasar Singapura

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Indonesia Jadi Pusat Koordinasi Kompetensi Tenaga Pariwisata ASEAN

Selasa, 29 September 2026 - 09:00 WIB

Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya, Peluang Wisata Jawa Timur Makin Terbuka

Selasa, 29 September 2026 - 07:00 WIB

Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Acuan Pariwisata Indonesia Hadapi Perubahan Global

Berita Terbaru