Indonesia dan Maroko Jajaki Kerja Sama Budaya Lewat Musik Tradisional

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia dan Maroko Jajaki Kerja Sama Budaya Lewat Musik Tradisional (foto: x.com/fadlizon)

Indonesia dan Maroko Jajaki Kerja Sama Budaya Lewat Musik Tradisional (foto: x.com/fadlizon)

Sisipublik.com – Indonesia dan Maroko membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang kebudayaan, dalam pertemuan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dengan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Dalam dialog tersebut, kedua pihak membahas penguatan hubungan budaya, termasuk pengembangan ekosistem musik tradisional.

Fadli Zon menilai Indonesia dan Maroko memiliki kedekatan historis dan hubungan diplomatik yang kuat. Kesamaan nilai budaya itu di nilai dapat menjadi modal penting untuk mempererat kerja sama bilateral.

Baca Juga :  Harga Pertamax Turun Jadi Perhatian DPR, Pemerintah Diminta Pantau Harga Minyak Dunia

Salah satu peluang kolaborasi yang di bahas ialah pertukaran budaya melalui musik tradisional. Fadli menyebut musik Andalusi dari Maroko memiliki sejumlah kesamaan dengan musik gambus dan kasidah yang berkembang di Indonesia.

Menurutnya, kedua negara dapat menggelar pertunjukan bersama, menghadirkan musisi dari Indonesia dan Maroko dalam satu panggung.

Selain itu, Kementerian Kebudayaan juga mendorong percepatan nota kesepahaman (MoU) yang mencakup sektor kebudayaan, ekonomi kreatif, hingga pemanfaatan tradisi dan kearifan lokal.

Baca Juga :  Instruksi Presiden Jalan Daerah Dorong Konektivitas Nasional, Prabowo Ungkap Manfaat Besarnya bagi Daerah

Fadli berharap kerja sama tersebut segera di wujudkan melalui program konkret seperti residensi seniman, festival musik tradisional, konferensi budaya, dan kolaborasi lintas institusi budaya.

Sementara itu, Redouane Houssaini menyoroti tiga bidang potensial untuk dikembangkan bersama, yakni ekonomi berbasis budaya, promosi kebudayaan dan kerja sama antar lembaga budaya termasuk museum.

Dengan adanya kolaborasi budaya dapat memperkuat hubungan Indonesia dan Maroko sekaligus mendukung pelestarian tradisi serta pengembangan industri kreatif di tingkat internasional. (j/*)

Berita Terkait

Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan
Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk
Transformasi PLN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Efisiensi dan Energi Surya 100 GW
Bantuan Pertanian Jatim Rp3 Triliun, Pembibitan Ayam Jadi Fokus Tambahan Anggaran
Kredibilitas Fiskal Jadi Modal Indonesia Perluas Kerja Sama dengan Bank Dunia
Revitalisasi Museum 2026 Sasar Lebih dari 200 Situs Budaya di Indonesia
Gaji Pensiunan ASN Lewat Koperasi Masih Dikaji, Kemenkop Tegaskan Belum Ada Keputusan
Pelatihan Kerja Sukabumi Siapkan 1.600 Peserta, 11 Jenis Keterampilan Dibuka
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Transformasi PLN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Efisiensi dan Energi Surya 100 GW

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Bantuan Pertanian Jatim Rp3 Triliun, Pembibitan Ayam Jadi Fokus Tambahan Anggaran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Revitalisasi Museum 2026 Sasar Lebih dari 200 Situs Budaya di Indonesia

Berita Terbaru