Teknologi Air BRIN Andalkan Biomassa Lokal untuk Perkuat Ketahanan Nasional

- Jurnalis

Minggu, 30 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BRIN mengembangkan teknologi pengolahan air berbasis biomassa, Arsinum, dan desalinasi untuk mendukung ketahanan air nasional (ilustrasi AI : sisipublik.com)

BRIN mengembangkan teknologi pengolahan air berbasis biomassa, Arsinum, dan desalinasi untuk mendukung ketahanan air nasional (ilustrasi AI : sisipublik.com)

Sisipublik.com – Teknologi air BRIN terus berkembang untuk menjawab tantangan ketahanan air nasional. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan membran berbasis biomassa, teknologi Air Siap Minum (Arsinum), desalinasi air laut, serta pengolahan air limbah dan produced water industri minyak dan gas.

Pengembangan tersebut tidak hanya menyasar ketersediaan air bersih, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan bahan baku lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap teknologi impor.

Teknologi Air BRIN Manfaatkan Biomassa

Teknologi air BRIN mencakup pengembangan material membran sebagai penyaring berbagai kontaminan dalam air. Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN Ratno Nuryadi mengatakan periset mengembangkan material filtrasi berbasis biomassa dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Material tersebut mencatat wastewater rejection 96–99 persen dan flux recovery ratio hingga 94 persen setelah satu kali pencucian. BRIN mengarahkan pengembangannya untuk menyaring kontaminan organik menggunakan wound spiral module.

“Selama ini membran masih kebanyakan impor. Dengan kita bisa mengembangkan membran dari biomassa lokal, ini sangat potensial sekali untuk digunakan ke depannya,” ujar Ratno dalam kegiatan BRIN Goes to Industry 6 di Jakarta, Kamis (27/8).

Baca Juga :  BRIN Dorong Pemanfaatan Sampah Makanan Jadi Biogas untuk Perkuat Energi Terbarukan

Selain itu, BRIN mengembangkan membran berbasis selulosa asetat dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Periset juga mengembangkan karbon aktif berbasis biomassa dan hidrogel dari limbah pertanian untuk menyerap polutan, logam berat, dan zat warna.

Arsinum Olah Berbagai Sumber Air

BRIN juga mengembangkan teknologi Arsinum untuk wilayah yang menghadapi keterbatasan akses air bersih, terutama kawasan terpencil dan pesisir.

Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN Cuk Supriyadi Ali Nandar menyebut teknologi tersebut dapat mengolah air sungai, danau, air tanah, air asin, air gambut asin, air banjir, hingga air limbah dan produced water.

Untuk wilayah terpencil atau kondisi bencana, BRIN mengembangkan Arsinum bergerak dalam bentuk kendaraan roda dua, double cabin, truk, hingga sistem modular.

Sementara itu, teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dapat menghasilkan air siap minum hingga 5.000 liter per hari. BRIN juga mengembangkan sistem komunal berkapasitas 10.000 liter per hari.

Baca Juga :  Produk Baru Asus di Computex 2026 Hadirkan Laptop AI, Tablet Premium, dan Asisten AI

Hilirisasi Jadi Kunci Ketahanan Air

Pengembangan teknologi tersebut sejalan dengan kebutuhan pengelolaan air yang semakin kompleks. Pelaksana Tugas Direktur Bina Teknik Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Dwi Agus Kuncoro menilai teknologi pengolahan air dapat mendukung wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air tawar.

Karena itu, pemerintah, lembaga riset, dunia usaha, dan pemangku kepentingan perlu memperkuat kolaborasi agar teknologi dapat menyesuaikan kebutuhan di lapangan. BRIN juga mengembangkan teknologi pengolahan air limbah berkapasitas 250 meter kubik per hari serta pengolahan produced water dengan kapasitas 1.800 liter per jam untuk sektor minyak dan gas.

Berbagai pengembangan tersebut menunjukkan bahwa riset air mulai bergerak menuju penerapan. Melalui kerja sama dengan mitra, BRIN mendorong teknologi membran, desalinasi, dan Arsinum agar dapat digunakan lebih luas untuk kebutuhan masyarakat dan industri.

Dengan potensi biomassa dan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, pengembangan teknologi berbasis sumber daya lokal menjadi salah satu peluang untuk memperkuat ketahanan air sekaligus mendorong kemandirian teknologi.

Berita Terkait

Cara Cek WiFi Rumah Dipakai Orang Lain dan Memblokir Perangkat Asing
Teknologi PVT BRIN Manfaatkan Panas Panel Surya untuk Pengeringan Hasil Panen
Biogas dari Kotoran Sapi Bantu Warga Manokwari Selatan Atasi Kelangkaan Minyak Tanah
Dual Monitor Bantu Pangkas Perpindahan Jendela Saat Kerja di Laptop dan PC
MacBook Sleep atau Shutdown? Ini Pilihan yang Tepat Berdasarkan Situasi
Riset Jadi Cerita, BRIN Ubah Pengetahuan Ilmiah agar Lebih Dekat dengan Anak
Cara Bersihkan Layar HP agar Tetap Bersih dan Minim Risiko Goresan
Cara Download Aplikasi agar Smartphone Terhindar dari Malware
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Cara Cek WiFi Rumah Dipakai Orang Lain dan Memblokir Perangkat Asing

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Teknologi PVT BRIN Manfaatkan Panas Panel Surya untuk Pengeringan Hasil Panen

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Biogas dari Kotoran Sapi Bantu Warga Manokwari Selatan Atasi Kelangkaan Minyak Tanah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Dual Monitor Bantu Pangkas Perpindahan Jendela Saat Kerja di Laptop dan PC

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:00 WIB

MacBook Sleep atau Shutdown? Ini Pilihan yang Tepat Berdasarkan Situasi

Berita Terbaru