Sisipublik.com – Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperluas skrining TBC bagi santri serta peserta didik dalam ekosistem pendidikan keagamaan. Kedua kementerian memperkuat akses Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui kerja sama nasional.
Penguatan program tersebut ditandai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam Kick Off Nasional di Pondok Pesantren Khairul Ummah, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026).
PKS tersebut ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amin Suyitno bersama Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Andi Saguni. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyaksikan langsung penandatanganan tersebut.
Selain itu, kegiatan Kick Off Nasional berlangsung serentak di 38 kabupaten/kota di Indonesia. Langkah tersebut memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi peserta didik di lingkungan pendidikan keagamaan.
Amin Suyitno mengatakan Kemenag akan memfasilitasi berbagai program kesehatan strategis pemerintah pada satuan pendidikan keagamaan. Menurutnya, langkah tersebut penting karena ekosistem pendidikan keagamaan mencakup jutaan santri dan siswa madrasah.
“Terdapat lebih dari 7 juta santri yang tersebar di 42.000 pondok pesantren dengan berbagai jenjangnya, serta 10,5 juta siswa di 80.000 madrasah. Ekosistem inilah yang membutuhkan kehadiran negara di bidang kesehatan. Kemenag secara terbuka akan memfasilitasi setiap layanan kesehatan gratis yang diinisiasi pemerintah pusat di lembaga pendidikan kami,” terang Amin Suyitno, Kamis (13/8/2026).
Amin menambahkan, program cek kesehatan sejauh ini telah menjangkau lebih dari 12.000 peserta dari kalangan pendidikan keagamaan. Karena itu, penguatan layanan kesehatan di lingkungan pendidikan menjadi bagian penting untuk mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Skrining TBC bagi Santri Menjangkau Lingkungan Pendidikan Keagamaan
Program skrining TBC bagi santri mendapat perhatian khusus karena sebagian pesantren memiliki lingkungan hunian yang bersifat komunal. Kondisi tersebut membuat deteksi dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan warga pesantren.
Selain santri, layanan CKG dan skrining TBC juga menyasar ekosistem pendidikan keagamaan secara lebih luas. Dengan demikian, peserta didik dapat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan lebih dekat dengan lingkungan aktivitas mereka.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan Kick Off Cek Kesehatan Gratis menjadi bagian dari realisasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden. Pemerintah mengarahkan program tersebut pada deteksi dini untuk mendukung peningkatan rata-rata usia harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 tahun menjadi 76 tahun.
“Kunci penanganan TBC adalah skrining cepat. Jika hasil skrining menunjukkan positif, penyakit ini bisa disembuhkan secara total dan obatnya sangat manjur. Obatnya gratis dan tersedia di puskesmas,” ujar Budi Gunadi Sadikin.
Untuk memudahkan pemeriksaan, program tersebut memanfaatkan rontgen portabel. Perangkat itu dapat dibawa ke lokasi permukiman maupun pesantren sehingga proses skrining dapat berlangsung lebih dekat dengan tempat santri beraktivitas.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap deteksi dini dan layanan kesehatan. Terlebih, jumlah santri dan siswa madrasah yang mencapai jutaan orang membuat lingkungan pendidikan keagamaan menjadi bagian penting dalam perluasan layanan kesehatan.
Kerja sama Kemenag dan Kemenkes juga mendukung upaya pemerintah mempercepat eliminasi TBC nasional pada 2030. Kolaborasi lintas sektor ini di harapkan mampu memperluas jangkauan pemeriksaan sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya deteksi dini.
Dalam kegiatan yang sama, Kementerian Agama menyerahkan dana bantuan kepada pengasuh Pondok Pesantren Khairul Ummah. Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan Kemenag terhadap lembaga pendidikan keagamaan.
Dengan kolaborasi tersebut, Kemenag dan Kemenkes terus memperkuat layanan kesehatan di lingkungan pesantren dan madrasah. Pemerintah berharap akses pemeriksaan yang lebih dekat dapat membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan secara lebih mudah.











Komentar