Sisipublik.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin Panen Raya Serentak 43 Titik berlangsung di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat (17/7/2026). Agenda tersebut bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Pemerintah menggelar kegiatan itu secara serentak di berbagai daerah dengan dukungan penuh dari TNI.
Sebelum bertolak, Presiden Prabowo bersama rombongan terbatas berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Mereka menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang.
Selanjutnya, Panen Raya Serentak 43 Titik menjadi agenda utama kunjungan kerja Presiden. Program tersebut mencakup panen tebu, padi, dan kedelai yang berlangsung secara bersamaan di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah menilai langkah ini memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mempercepat target swasembada pangan.
Panen Digelar di 43 Lokasi Seluruh Indonesia
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan Presiden meresmikan panen raya di 43 titik yang tersebar di berbagai provinsi. Setiap komoditas memperoleh pendampingan dari matra TNI sesuai pembagian tugas. TNI Angkatan Udara mendampingi panen tebu di delapan lokasi. Sementara itu, TNI Angkatan Darat mendukung panen padi di 31 titik. Adapun TNI Angkatan Laut mengawal panen kedelai di empat lokasi.
Menurut Teddy, sinergi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dan TNI dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional. Kolaborasi itu juga memperkuat pendampingan kepada petani di lapangan. Pemerintah berharap kegiatan serentak tersebut mampu mempercepat pencapaian swasembada pangan. Selain itu, hasil panen yang meningkat dapat memperkuat ketersediaan bahan pangan nasional.
TNI Dukung Produksi hingga Hilirisasi
Setibanya di Malang, Presiden Prabowo langsung menuju lokasi panen raya yang terhubung secara nasional. Dari lokasi tersebut, Presiden memantau pelaksanaan panen di berbagai daerah. Selain menghadiri panen, Presiden juga meninjau sejumlah stan yang menampilkan program unggulan TNI. Berbagai inovasi tersebut berfokus pada penguatan sektor pertanian dan industri berbasis hasil panen.
Kemudian, pemerintah turut menampilkan sejumlah program hilirisasi. Langkah itu bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar. Teddy menjelaskan pemerintah ingin membangun ekosistem pangan yang terintegrasi. Upaya tersebut mencakup peningkatan produksi, pendampingan petani, hingga pengembangan industri pengolahan hasil pertanian.
Melalui strategi itu, pemerintah berharap kesejahteraan petani terus meningkat. Di sisi lain, industri nasional juga memperoleh pasokan bahan baku yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Pemerintah Perkuat Komitmen Swasembada Pangan
Pemerintah terus mendorong berbagai program untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Salah satunya melalui penguatan kerja sama antara kementerian, pemerintah daerah, dan TNI. Selain meningkatkan hasil panen, pemerintah juga memperluas pengembangan hilirisasi pertanian. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
Dalam kunjungan kerja tersebut, sejumlah pejabat turut mendampingi Presiden Prabowo. Mereka antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah kembali menegaskan fokus pada penguatan sektor pangan. Sinergi antarlembaga diharapkan mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (j/*)











Komentar