Sisipublik.com – Salah satu komoditas perkebunan unggulan Indonesia Kopi Gayo Mendunia. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai kopi asal Aceh itu memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global sekaligus membuka peluang besar untuk meningkatkan ekspor nasional. Selain itu, pengembangan kopi juga di harapkan dapat memperkuat kesejahteraan petani.
Saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan pembibitan kopi di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Mentan menegaskan pemerintah akan terus mendorong pengembangan sentra kopi di wilayah tersebut. Menurutnya, Aceh memiliki potensi besar untuk memperluas pasar ekspor berkat reputasi Kopi Gayo yang sudah di kenal di berbagai negara.
Kopi Gayo Mendunia Tingkatkan Pendapatan Petani
Mentan menjelaskan Kopi Gayo Mendunia telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Berdasarkan laporan pemerintah daerah, pengembangan kopi di Aceh mampu meningkatkan pendapatan petani hingga sekitar Rp4 triliun. Capaian itu menunjukkan bahwa sektor perkebunan tidak hanya memperkuat ekonomi daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para pekebun.
Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues, yang aktif mengembangkan budidaya kopi. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.
Di sisi lain, pemerintah telah mendukung penanaman kopi seluas sekitar 17.000 hektare dengan total sekitar 17 juta batang yang tersebar di berbagai sentra produksi di Aceh. Selanjutnya, program pengembangan itu akan berlanjut pada tahun depan dengan syarat petani menjaga dan merawat tanaman secara optimal agar produktivitas terus meningkat.
Pendampingan Petani Terus Diperkuat
Selain memperluas areal tanam, Kementerian Pertanian juga memperkuat pembinaan terhadap petani. Mentan memberikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Pertanian di Aceh yang berhasil mengawal proses pembibitan hingga pendampingan budidaya sehingga menghasilkan tanaman kopi berkualitas.
Tak hanya itu, para penyuluh pertanian juga mendapat penghargaan atas perannya dalam mendampingi petani di setiap tahapan budidaya. Pendampingan tersebut dinilai mampu meningkatkan keterampilan petani sekaligus menjaga kualitas produksi agar tetap memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
Menurut Mentan, kualitas Kopi Gayo telah mendapat pengakuan dari pasar internasional. Karena itu, peluang memperluas pangsa ekspor masih sangat terbuka seiring meningkatnya permintaan terhadap kopi premium asal Indonesia.
Target Ekspor Perkebunan Capai Rp200 Triliun
Mentan mengungkapkan nilai ekspor komoditas perkebunan nasional sepanjang 2025 telah mencapai sekitar Rp40 triliun. Namun, pemerintah menargetkan peningkatan yang jauh lebih besar melalui penguatan berbagai komoditas unggulan, termasuk Kopi Gayo.
Ia optimistis nilai ekspor perkebunan dapat meningkat menjadi Rp100 triliun, bahkan berpeluang menembus Rp200 triliun pada masa mendatang. Target tersebut di nilai realistis karena Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang besar, petani yang produktif, serta dukungan pemerintah pusat dan daerah.
Lebih lanjut, Mentan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus membangun sektor kopi secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan petani di yakini mampu memperluas pasar internasional sekaligus memperkuat daya saing kopi Indonesia.
Dengan langkah tersebut, Kopi Gayo di harapkan semakin di kenal dunia, memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, serta menciptakan kesejahteraan yang lebih baik bagi petani Aceh. (j/*)











Komentar