Suahasil Nazara Tekankan Disiplin Defisit dan Efektivitas Belanja APBN

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan keterangan seusai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta (foto: kementerian sekretaris negara)

Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan keterangan seusai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta (foto: kementerian sekretaris negara)

Sisipublik.com – Suahasil Nazara menempatkan kesehatan APBN, disiplin defisit, dan efektivitas belanja sebagai fokus awal setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Ia mendapat mandat untuk memastikan pengelolaan keuangan negara tetap kredibel sekaligus mendukung program prioritas pemerintah.

Dalam menjalankan tugas tersebut, Suahasil menyatakan pemerintah tetap menjaga defisit APBN di bawah batas 3 persen. Menurut dia, batas tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan kesehatan keuangan negara di tengah kebutuhan pembiayaan berbagai program pemerintah.

Suahasil Nazara jaga defisit APBN di bawah 3 persen

Suahasil Nazara mengatakan Presiden Prabowo memberikan arahan agar Kementerian Keuangan menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. Karena itu, APBN harus mampu membiayai program prioritas tanpa mengabaikan prinsip pengelolaan fiskal yang sehat.

“Defisit akan tetap di bawah 3 persen,” kata Suahasil seusai pelantikan.

Selain menjaga defisit, Suahasil menilai APBN perlu memiliki kredibilitas di mata masyarakat. Artinya, pemerintah harus menjalankan anggaran secara terukur sehingga publik dapat memahami arah kebijakan dan mempercayai pengelolaan keuangan negara.

Baca Juga :  Kemitraan Indonesia-Amerika Serikat Jadi Bahasan Prabowo dan Elbridge Colby di Istana

Pandangan tersebut sejalan dengan posisi APBN sebagai instrumen yang tidak hanya membiayai belanja pemerintah, tetapi juga menopang stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Sebelumnya, Kementerian Keuangan juga menempatkan kesehatan APBN sebagai salah satu prinsip dalam penyusunan kebijakan fiskal.

Efisiensi APBN diarahkan pada manfaat belanja

Suahasil juga membawa perhatian pada kualitas penggunaan anggaran. Ia menegaskan bahwa efisiensi tidak berarti pemerintah sekadar memangkas belanja. Sebaliknya, pemerintah perlu memastikan anggaran yang tersedia menghasilkan keluaran maksimal dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Efisiensi itu bukan hanya sekadar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal,” ujar Suahasil.

Dengan pendekatan tersebut, evaluasi belanja tidak berhenti pada besarnya anggaran yang dapat dikurangi. Pemerintah perlu melihat hasil dari setiap pengeluaran agar APBN benar-benar mendukung sasaran pembangunan dan program prioritas.

Arah ini juga membuat kualitas pelaksanaan anggaran menjadi bagian penting dari tugas Kementerian Keuangan. Belanja yang lebih selektif dan berorientasi manfaat dapat membantu pemerintah menjaga ruang fiskal sekaligus mempertahankan dampak program bagi masyarakat.

Baca Juga :  Program 3 Juta Rumah, Delapan Pemda Maluku-Nusa Tenggara Dapat Tambahan Kuota Bedah Rumah

Komunikasi publik menjadi bagian dari kredibilitas APBN

Selain aspek fiskal, Suahasil menyoroti pentingnya komunikasi publik dalam menjaga kepercayaan terhadap APBN. Ia menyatakan pemerintah perlu menyampaikan kebijakan keuangan negara secara konsisten agar masyarakat memahami alasan dan manfaat dari setiap kebijakan.

Menurut Suahasil, kredibilitas APBN tidak hanya bergantung pada kondisi keuangan negara, tetapi juga pada kemampuan pemerintah memberikan informasi yang dapat dipercaya. Karena itu, komunikasi publik akan berjalan beriringan dengan pengelolaan anggaran.

Setelah pelantikan, Suahasil juga memastikan proses transisi di Kementerian Keuangan berjalan secara terkoordinasi. Langkah tersebut penting agar pengelolaan keuangan negara dan pelaksanaan program pemerintah tetap berlanjut tanpa gangguan.

Dengan demikian, agenda awal Suahasil sebagai Menkeu tidak hanya berkaitan dengan menjaga batas defisit. Ia juga menghadapi tuntutan untuk memastikan setiap rupiah belanja menghasilkan manfaat yang jelas serta mempertahankan kepercayaan publik terhadap pengelolaan APBN.

Berita Terkait

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami
Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data
SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah
Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan
Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk
Transformasi PLN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Efisiensi dan Energi Surya 100 GW
Bantuan Pertanian Jatim Rp3 Triliun, Pembibitan Ayam Jadi Fokus Tambahan Anggaran
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:27 WIB

SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan

Berita Terbaru