Ketahanan Energi Nasional Dipercepat, Apa Langkah Besar Pemerintah untuk Listrik dan Hilirisasi?

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketahanan Energi Nasional Dipercepat, Apa Langkah Besar Pemerintah untuk Listrik dan Hilirisasi? (foto: esdm)

Ketahanan Energi Nasional Dipercepat, Apa Langkah Besar Pemerintah untuk Listrik dan Hilirisasi? (foto: esdm)

Sisipublik.com – Ketahanan Energi Nasional Dipercepat menjadi salah satu fokus utama dalam rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah mengevaluasi berbagai program strategis, mulai dari hilirisasi industri hingga upaya menjaga pasokan energi dan stabilitas kelistrikan nasional. Presiden menerima laporan perkembangan sejumlah proyek yang telah berjalan, termasuk pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik yang melibatkan kerja sama antara CATL dan Antam.

Menurut Bahlil Lahadalia, Ketahanan Energi Nasional Dipercepat tetap berada dalam kondisi aman. Pemerintah terus memantau ketersediaan energi untuk memastikan kebutuhan masyarakat dan industri terpenuhi. Selain itu, pemerintah juga menjaga cadangan energi agar tetap berada di atas batas minimum yang telah di tetapkan.

Ketahanan Energi Nasional Dipercepat dan Hilirisasi Terus Diperkuat

Pemerintah melaporkan bahwa proyek ekosistem baterai kendaraan listrik telah rampung. Proyek tersebut menjadi bagian penting dalam agenda hilirisasi yang bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Baca Juga :  Indonesia Open 2026 Berakhir Tanpa Gelar, Dua Wakil Merah Putih Raih Posisi Runner-up

Selanjutnya, pemerintah menargetkan peresmian proyek tersebut pada akhir Juli 2026. Kehadiran ekosistem baterai kendaraan listrik di harapkan mampu memperkuat industri kendaraan listrik nasional sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru.

Karena itu, pemerintah terus mempercepat berbagai program hilirisasi agar manfaat ekonomi dapat di rasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Pemerintah Pastikan Pasokan Batu Bara untuk PLN Aman

Selain hilirisasi, rapat juga membahas kondisi pasokan energi untuk pembangkit listrik. Pemerintah dan PT PLN (Persero) melakukan evaluasi terhadap kebutuhan batu bara yang menjadi sumber energi utama bagi sejumlah pembangkit listrik nasional.

Bahlil menjelaskan bahwa kebutuhan konsumsi batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta ton per tahun. Sementara itu, pemerintah telah menugaskan perusahaan pemasok untuk menyediakan volume yang lebih tinggi guna menjamin keamanan pasokan.

Namun demikian, PLN menghadapi kebutuhan batu bara dengan spesifikasi kalori menengah untuk proses pencampuran atau blending. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah agar tidak mengganggu operasional pembangkit listrik.

Baca Juga :  Hari Bhayangkara ke-80 Hadirkan Pekan Olahraga Polri, Warga Diajak Aktif Berpartisipasi

Oleh sebab itu, pemerintah segera mengambil langkah koordinatif guna memastikan seluruh kebutuhan bahan bakar pembangkit dapat terpenuhi sesuai standar yang di butuhkan.

Ketahanan Energi Nasional Diperkuat Melalui Pengawasan dan Pemeliharaan

Untuk mencegah persoalan serupa terulang, pemerintah meminta PLN mempercepat pemeliharaan fasilitas kelistrikan. Langkah tersebut bertujuan menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Selain itu, Kementerian ESDM membentuk tim pengadaan batu bara yang melibatkan PLN, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, BPKP, serta Inspektorat Jenderal. Tim tersebut akan mengawasi proses pengadaan agar berjalan lebih efektif dan transparan.

Di sisi lain, Presiden Prabowo menginstruksikan seluruh pihak terkait untuk segera mengambil langkah terukur dan cepat. Arahan tersebut bertujuan memastikan layanan listrik tetap optimal serta mencegah gangguan yang berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat dan dunia usaha. (j/*)

Berita Terkait

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu
Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok
Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik
Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai
KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul
Panglima Jilah Dorong Masyarakat Adat Jadi Mitra Penanganan Karhutla di Kalbar
Kolaborasi Peraih Nobel dan Peneliti Indonesia Didorong Prabowo untuk Perkuat Riset Nasional
Muktamar ke-35 NU Resmi Dibuka Prabowo, Forum Lima Tahunan Mulai Bahas Arah Organisasi
Berita ini 25 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu

Rabu, 2 September 2026 - 19:26 WIB

Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:00 WIB

KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul

Berita Terbaru