Fermenstation ITB Jadi Magnet Akulturasa, Inovasi Pangan Fermentasi Mahasiswa Buka Peluang Baru

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fermenstation ITB Jadi Magnet Akulturasa, Inovasi Pangan Fermentasi Mahasiswa Buka Peluang Baru (foto: itb)

Fermenstation ITB Jadi Magnet Akulturasa, Inovasi Pangan Fermentasi Mahasiswa Buka Peluang Baru (foto: itb)

Sisipublik.com – Fermenstation ITB kembali mencuri perhatian dalam gelaran Akulturasa 2026 yang berlangsung di Kampus Ganesha, Bandung, pada 20-21 Juni 2026. Program yang lahir dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB itu menampilkan beragam inovasi pangan fermentasi hasil karya mahasiswa dan peneliti.

Selain menjadi daya tarik utama festival, pameran tersebut memperlihatkan bagaimana ilmu bioteknologi mampu menghasilkan produk pangan yang memiliki nilai tambah. Masyarakat pun dapat melihat langsung berbagai kreasi berbasis bahan lokal yang dikembangkan melalui pendekatan ilmiah.

Fermenstation ITB Kenalkan Produk Fermentasi Berbasis Bahan Lokal

Fermenstation ITB merupakan program pembelajaran Mikrobiologi SITH ITB yang telah berjalan sejak 2005. Dosen Kelompok Keahlian Bioteknologi Mikroba SITH ITB, Prof Pingkan Aditawati, menjelaskan bahwa program tersebut menjadi puncak pembelajaran mahasiswa dalam kurikulum Mikrobiologi.

Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori. Mereka juga mengembangkan produk fermentasi secara menyeluruh, mulai dari proses produksi, standardisasi, analisis keamanan pangan, hingga strategi penyajian dan pemasaran.

Pada Akulturasa 2026, pengunjung dapat menemukan berbagai produk inovatif. Di antaranya kombucha honje, soda arbei fermentasi, tape ubi ungu, fermentasi kacang azuki, fermentasi rebon, fermentasi ikan, gari jahe, serta sriracha fermentasi.

Baca Juga :  Stasiun JIS Mulai Beroperasi, Penumpang KRL Segera Nikmati Akses Langsung ke Kawasan Stadion

Fermenstation ITB sekaligus memperlihatkan potensi besar pangan fermentasi Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Menurut Prof Pingkan, berbagai umbi, kacang-kacangan, buah, dan hasil laut dapat diolah menjadi pangan bergizi, tahan lama, serta memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Karena itu, pengembangan pangan fermentasi berbasis bahan lokal perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak bergantung pada satu sumber pangan saja.

Akulturasa 2026 Satukan Riset, Budaya, dan Kuliner

Sementara itu, Rektor ITB Prof Tatacipta Dirgantara membuka Akulturasa 2026 secara langsung. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Festival ini menjadi bagian dari Gebyar Dies Natalis ke-67 ITB dan Alumni Pulang Kampus. Dengan mengusung perpaduan culture dan taste, Akulturasa menghadirkan pengalaman yang menghubungkan hasil riset dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Berbagai kegiatan berlangsung di Aula Timur, Galeri Soemardja, Taman Patung, hingga Lapangan Cinta. Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Rikrik Kusmara, mengatakan bahwa Akulturasa lahir dari semangat kampus untuk menghadirkan manfaat nyata dari riset dan inovasi.

Baca Juga :  Samsung Galaxy A57 5G Tawarkan Performa Andal, Simak Kelebihan, Kekurangan, dan Pengguna yang Cocok

Menurutnya, berbagai fakultas di ITB selama ini aktif melakukan penelitian di bidang pangan. Melalui Akulturasa, hasil penelitian tersebut dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus menginspirasi pengembangan UMKM dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Fermenstation ITB Dorong Kolaborasi dan Masa Depan Pangan

Selain itu, Akulturasa menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan perguruan tinggi, industri, pemerintah, alumni, komunitas kreatif, dan masyarakat luas.

Berbagai produk yang di tampilkan tidak hadir secara instan. Di balik setiap sajian terdapat proses riset, inovasi, dan kreativitas yang berpotensi membuka peluang baru bagi sektor pangan nasional.

Di sisi lain, festival tersebut juga mempererat kebersamaan keluarga besar ITB. Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Nurlaela Arief, menyebut lebih dari 1.000 dosen, tenaga kependidikan, karyawan, dan keluarga besar ITB ikut menyemarakkan Gebyar Dies Natalis.

Ia berharap Akulturasa semakin mendekatkan hasil penelitian kepada masyarakat. Menurutnya, festival tersebut bukan sekadar ajang kuliner, melainkan ruang pertemuan antara ilmu pengetahuan, seni, budaya, industri, dan komunitas untuk membangun masa depan pangan Indonesia yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing. (j/*)

Berita Terkait

Cara Cek WiFi Rumah Dipakai Orang Lain dan Memblokir Perangkat Asing
Teknologi PVT BRIN Manfaatkan Panas Panel Surya untuk Pengeringan Hasil Panen
Biogas dari Kotoran Sapi Bantu Warga Manokwari Selatan Atasi Kelangkaan Minyak Tanah
Dual Monitor Bantu Pangkas Perpindahan Jendela Saat Kerja di Laptop dan PC
MacBook Sleep atau Shutdown? Ini Pilihan yang Tepat Berdasarkan Situasi
Riset Jadi Cerita, BRIN Ubah Pengetahuan Ilmiah agar Lebih Dekat dengan Anak
Cara Bersihkan Layar HP agar Tetap Bersih dan Minim Risiko Goresan
Cara Download Aplikasi agar Smartphone Terhindar dari Malware
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Cara Cek WiFi Rumah Dipakai Orang Lain dan Memblokir Perangkat Asing

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Teknologi PVT BRIN Manfaatkan Panas Panel Surya untuk Pengeringan Hasil Panen

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Biogas dari Kotoran Sapi Bantu Warga Manokwari Selatan Atasi Kelangkaan Minyak Tanah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Dual Monitor Bantu Pangkas Perpindahan Jendela Saat Kerja di Laptop dan PC

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:00 WIB

MacBook Sleep atau Shutdown? Ini Pilihan yang Tepat Berdasarkan Situasi

Berita Terbaru