Kemitraan Indonesia Jerman Kian Erat, Prabowo Ungkap Jejak Habibie hingga Pengalaman Pribadi di Negeri Teknologi

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kemitraan Indonesia Jerman Kian Erat, Prabowo Ungkap Jejak Habibie hingga Pengalaman Pribadi di Negeri Teknologi (foto: setneg)

Kemitraan Indonesia Jerman Kian Erat, Prabowo Ungkap Jejak Habibie hingga Pengalaman Pribadi di Negeri Teknologi (foto: setneg)

Sisipublik.com – Kemitraan Indonesia Jerman kembali menjadi sorotan dalam pertemuan kenegaraan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/6/2026). Dalam jamuan santap siang kenegaraan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa hubungan kedua negara telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan dan pelatihan.

Menurut Prabowo, banyak warga Indonesia yang menimba ilmu serta meningkatkan kemampuan profesional di Jerman. Pengalaman tersebut menjadi salah satu fondasi kuat yang mempererat hubungan kedua negara selama puluhan tahun.

Prabowo juga menyinggung sosok Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, sebagai contoh nyata keberhasilan Kemitraan Indonesia Jerman. Habibie menempuh pendidikan sekaligus mengembangkan karier profesionalnya di Jerman sebelum berkontribusi besar bagi kemajuan Indonesia, khususnya di bidang teknologi dan industri strategis.

Kemitraan Indonesia Jerman Dorong Pengembangan SDM

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut berbagi pengalaman pribadinya saat mengikuti pelatihan di Jerman pada tahun 1981. Ia menilai pengalaman tersebut memberikan gambaran langsung mengenai kualitas pendidikan, kedisiplinan, serta budaya kerja yang berkembang di negara tersebut.

Baca Juga :  Marc Klok Dukung Belanda di Piala Dunia 2026, Siap Rasakan Atmosfer Langsung dari Miami

Selain itu, Presiden menyampaikan harapannya agar kunjungan Presiden Steinmeier dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor. Menurutnya, hubungan yang telah terjalin selama ini perlu terus diperkuat, terutama di tengah tantangan global yang semakin dinamis.

Prabowo menegaskan bahwa Jerman merupakan salah satu negara yang banyak memberikan inspirasi bagi pembangunan Indonesia. Ia menilai kemajuan Jerman lahir dari perpaduan inovasi, penguasaan teknologi, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap aturan serta institusi.

Kemitraan Indonesia Jerman Memiliki Akar Historis yang Panjang

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa hubungan Indonesia dan Jerman tidak hanya dibangun melalui kerja sama modern. Ia menilai ikatan kedua negara telah terbentuk jauh sebelum Indonesia merdeka.

Karena itu, meskipun Indonesia dan Jerman akan merayakan 75 tahun hubungan diplomatik, Prabowo menegaskan bahwa akar persahabatan kedua negara sesungguhnya memiliki sejarah yang lebih panjang. Menurutnya, Jerman turut berperan dalam memperkenalkan Indonesia kepada dunia internasional sejak masa lampau.

Baca Juga :  Gas Blok Masela Diprioritaskan untuk Domestik, 60 Persen Produksi Masuk Pasar Dalam Negeri

Di sisi lain, Prabowo menyebut Jerman sebagai salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Eropa. Posisi tersebut di nilai strategis untuk mendukung berbagai agenda pembangunan, investasi, pendidikan, hingga pengembangan teknologi di masa depan.

Apresiasi untuk Kunjungan Presiden Steinmeier

Pada akhir sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Steinmeier beserta Ibu Elke Büdenbender ke Indonesia. Ia berharap hubungan persahabatan yang telah terjalin dapat berkembang semakin kuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.

Selain itu, Prabowo mendoakan kesehatan dan kesuksesan bagi Presiden Steinmeier serta keluarganya. Ia juga berharap rakyat Indonesia dan Jerman dapat terus menikmati hubungan yang harmonis, sejahtera, dan saling mendukung di berbagai bidang.

Dengan semangat kerja sama yang terus tumbuh, Indonesia dan Jerman berpeluang memperluas kolaborasi di sektor pendidikan, teknologi, ekonomi, dan pembangunan sumber daya manusia. Hubungan yang kuat tersebut di harapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi kedua negara dalam menghadapi berbagai tantangan global pada masa mendatang. (j/*)

Berita Terkait

Keamanan Jemaah Umrah Indonesia Jadi Prioritas, Kemenhaj Perketat Pemantauan di Tengah Konflik Timur Tengah
Karya Tari UIN Salatiga Bawa Tradisi Nusantara ke Panggung Internasional
Kerja Sama Akademik Kemenag-University of Münster Diperluas ke Pendidikan dan Riset Islam
Museum Mesir Jadi Rujukan Fadli Zon untuk Mengembangkan Ekonomi Budaya Indonesia
Pasar Yacht Tumbuh, Indonesia Buka Peluang Investasi Marina di Monako
Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Dunia Lewat Kerja Sama BRICS
Wisata Religi Indonesia-Uzbekistan Disiapkan Jadi Pintu Masuk Konektivitas dan Ekonomi
Potensi Pasar Wisata Pune Menguat, Kemenpar Catat Transaksi Rp12,8 Miliar
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Keamanan Jemaah Umrah Indonesia Jadi Prioritas, Kemenhaj Perketat Pemantauan di Tengah Konflik Timur Tengah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Karya Tari UIN Salatiga Bawa Tradisi Nusantara ke Panggung Internasional

Minggu, 27 September 2026 - 06:00 WIB

Kerja Sama Akademik Kemenag-University of Münster Diperluas ke Pendidikan dan Riset Islam

Jumat, 25 September 2026 - 11:00 WIB

Museum Mesir Jadi Rujukan Fadli Zon untuk Mengembangkan Ekonomi Budaya Indonesia

Rabu, 23 September 2026 - 15:00 WIB

Pasar Yacht Tumbuh, Indonesia Buka Peluang Investasi Marina di Monako

Berita Terbaru