Sisipublik.com – Indonesia yang berstatus sebagai salah satu produsen nikel terbesar dunia di nilai memiliki keunggulan kuat untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir. Mobil listrik nasional kembali menjadi perhatian setelah Anggota Komisi VII DPR RI, Tifatul Sembiring, menilai Indonesia memiliki modal besar untuk membangun industri kendaraan listrik sendiri.
Pernyataan tersebut muncul dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Perindustrian terkait usulan tambahan anggaran Kementerian Perindustrian tahun 2027 sebesar Rp1,592 triliun. Selain membahas anggaran, rapat itu juga menyoroti penguatan hilirisasi sumber daya alam yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah bagi masyarakat.
Menurut Tifatul, mobil listrik nasional seharusnya menjadi tujuan lanjutan dari program hilirisasi. Ia menjelaskan bahwa industri tidak hanya mengolah bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk yang siap di manfaatkan dan memberikan nilai ekonomi lebih besar.
Mobil Listrik Nasional Perlu Dukungan Hilirisasi Nikel
Tifatul menilai Indonesia memiliki peluang besar karena cadangan nikel yang melimpah. Komoditas tersebut menjadi bahan penting dalam produksi baterai kendaraan listrik yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Karena itu, keberadaan sumber daya tersebut seharusnya mampu mendorong lahirnya industri kendaraan listrik nasional yang memiliki daya saing di pasar internasional. Indonesia juga berpeluang membangun rantai pasok yang terintegrasi mulai dari sektor pertambangan hingga manufaktur kendaraan.
Mobil Listrik Nasional Didukung Ketersediaan Bahan Baku
Tifatul menjelaskan bahwa kendaraan listrik memiliki dua komponen utama, yakni baterai dan motor listrik. Dalam pembuatan baterai, nikel menjadi salah satu bahan baku penting yang menentukan kapasitas dan kualitas penyimpanan energi.
Karena itu, mobil listrik nasional di nilai sangat memungkinkan untuk berkembang. Dengan dukungan kebijakan industri yang konsisten, Indonesia dapat membangun ekosistem kendaraan listrik yang terhubung dari sektor hulu hingga hilir.
Selain meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, pengembangan industri kendaraan listrik juga berpotensi memperkuat daya saing Indonesia dalam rantai pasok global.
Anggaran Pemerintah Dinilai Mendorong Pertumbuhan Industri
Di sisi lain, Tifatul juga menekankan pentingnya percepatan realisasi anggaran pemerintah. Menurutnya, anggaran negara berfungsi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB).
Tifatul berharap tambahan anggaran Kementerian Perindustrian sebesar Rp1,592 triliun mampu mendukung berbagai program strategis. Salah satunya penguatan hilirisasi nikel dan pengembangan industri kendaraan listrik nasional.
Menurutnya, kekayaan nikel yang di miliki Indonesia dapat menjadi fondasi penting bagi lahirnya mobil listrik buatan dalam negeri sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri kendaraan listrik dunia. (j/*)










Komentar